Berita
BPOM Tarik Produk Latiao dari Pasaran gegara Mengandung Bakteri Penyebab Keracunan
BPOM menarik 73 produk jajanan latiao dari peredaran setelah diduga menjadi penyebab keracunan massal di sejumlah wilayah di Indonesia.
MPN Indonesia 5 November 2024 - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik 73 produk jajanan latiao dari peredaran setelah camilan asal China tersebut diduga menjadi penyebab keracunan massal di sejumlah wilayah di Indonesia.
Latiao, yang populer di kalangan anak-anak sekolah dasar, dilaporkan menyebabkan gejala keracunan seperti mual, muntah. Bahkan dalam beberapa kasus, memerlukan perawatan medis lebih lanjut.
Menurut Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar produk latiao ditemukan terkontaminasi bakteri Bacillus cereus, bakteri yang mampu menghasilkan toksin berbahaya dan menimbulkan risiko kesehatan serius.
Ada Bakteri Bacillus cereus di Produk Latiao
BPOM menyatakan telah mengidentifikasi kontaminasi Bacillus cereus dalam jajanan latiao yang beredar di Indonesia.
Bakteri ini dikenal sebagai penyebab umum keracunan makanan, dengan toksin yang menyebabkan muntah serta gejala lain yang menyerang sistem pencernaan.
Bacillus cereus juga memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, sehingga bisa menghasilkan zat berbahaya, termasuk enterotoksin dan cereulide, yang dapat memicu muntah.
Taruna menjelaskan bahwa infeksi dari bakteri ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti pneumonia, sepsis, hingga infeksi sistem saraf pusat pada individu dengan sistem kekebalan lemah.
“Karena mengandung Bacillus cereus yang bisa menimbulkan toksin, produk ini telah berdampak di tujuh daerah,” ungkap Taruna pada Senin (4/11).
Berdasarkan data BPOM, produk ini ditemukan di 341 lokasi yang meliputi 214 ritel, 27 distributor, dan 100 kantin serta warung di area sekolah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 9,68 persen atau 33 lokasi diketahui menjual latiao, dengan total 77.219 buah produk dari 95 varian berbeda.
Langkah BPOM dalam Mengatasi Kasus Keracunan
Terkait temuan ini, BPOM bergerak cepat dengan menarik semua produk latiao dari berbagai lokasi.
BPOM menyebutkan bahwa bakteri dalam produk latiao bisa berkembang menjadi ancaman yang lebih besar jika terjadi kontaminasi lebih lanjut oleh mikroorganisme lain, seperti jamur, yang bisa memengaruhi sistem saraf dan metabolisme.
BPOM juga terus melakukan uji sampel terhadap berbagai merek latiao yang beredar di pasaran.
Sejauh ini ada empat merek yang telah teridentifikasi mengandung kontaminasi bakteri.
Proses pengujian diperkirakan akan selesai dalam waktu sepekan untuk memastikan produk mana saja yang tercemar dan perlu ditarik dari pasaran.
Bacillus cereus: Bakteri Penyebab Keracunan
Bacillus cereus adalah bakteri yang sering ditemukan pada kasus keracunan makanan. Selain menyebabkan mual dan muntah, bakteri ini bisa menyebabkan infeksi serius pada individu dengan kekebalan tubuh lemah, seperti anak-anak.
Pada kasus tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi pneumonia atau bahkan sepsis.
BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap produk pangan berisiko tinggi, terutama yang sering dikonsumsi anak-anak di sekolah.
“Ada banyak faktor yang membuat jajanan seperti itu, kita tahu barang pangan itu terbagi dua, pangan kemasan. Ada yang high risk, dan low risk. Nah latiao termasuk sebetulnya awalnya kita anggap low risk, ternyata high risk,” ujar Taruna.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
