Viral
Gunung Dukono Meletus, 20 Pendaki Terjebak dan Tiga Orang Meninggal Dunia
Gunung Dukono erupsi pada Jumat (8/5), menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia dan 20 orang terjebak saat pendakian berlangsung.
Maluku Utara, MPN Indonesia 8 Mei 2026 - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat (8/5) pukul 07.41 WIT, menyebabkan 20 pendaki terjebak, tiga orang meninggal dunia, dan sedikitnya lima orang mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pendakian berlangsung. Tim gabungan dari Polres Halmahera Utara, BPBD, Basarnas, dan unsur terkait lainnya dikerahkan untuk melakukan evakuasi di tengah kondisi gunung yang masih berstatus waspada dan terus mengalami erupsi.
Kapolres Halmahera Utara, Maluku Utara, AKBP Erlichson Pasaribu membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa di Gunung Dukono tersebut.
“Iya 3 meninggal dunia,” kata Kapolres Halmahera Utara, Maluku Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, dikutip MPN Indonesia dari DetikNews, Jumat (8/5).
Ia memerinci korban meninggal dunia terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga lokal kelahiran Jayapura.
“Yaitu 2 warga Singapura dan 1 warga lokal kelahiran Jayapura,” katanya.
Selain korban meninggal, sebanyak lima pendaki dilaporkan mengalami luka-luka dan masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
“Erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Jumat (8/5), menyebabkan sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Kronologi Erupsi dan Data Resmi PVMBG
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono mengalami erupsi pada Jumat (8/5) pukul 07.41 WIT.
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ±10.000 meter di atas puncak (±11.087 meter di atas permukaan laut),” tulis keterangan dari PVMBG.
Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi gunung berapi tersebut juga disertai dentuman lemah hingga kuat.
Gunung Dukono saat ini berada dalam status waspada. Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.
Hingga kini belum ada laporan gangguan penerbangan akibat erupsi gunung berapi tersebut.
Data Pendaki Terjebak dan Proses Evakuasi
Sebanyak 20 pendaki dilaporkan terjebak akibat erupsi gunung berapi di Gunung Dukono.
Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu menyebutkan komposisi pendaki yang terjebak terdiri dari sembilan warga asing dan sisanya warga seputaran Maluku Utara.
“Jadi dilaporkan untuk pendaki ada 20 orang, 9 orang warga asing, sisanya adalah warga seputaran Maluku Utara,” ujar Erlichson Pasaribu dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV.
Dalam keterangan lain, disebutkan bahwa dari 20 pendaki tersebut, sembilan di antaranya merupakan warga Singapura, sementara sisanya warga negara Indonesia.
Selain korban meninggal dan luka-luka, terdapat laporan satu orang yang masih hilang.
“Berdasarkan informasi dari BPBD ada tiga korban, dua meninggal satu masih hilang,” kata Erlichson.
Proses pencarian dilakukan setelah Basarnas Command Center (BCC) menerima deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan pihaknya mengerahkan puluhan personel gabungan untuk mencari para pendaki.
“Kami telah mengerahkan puluhan personel, termasuk kepolisian, untuk mencari 20 pendaki yang terjebak akibat erupsi,” kata Iwan.
Ia menjelaskan laporan tersebut telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya.
“Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban,” jelas Iwan.
Pada pukul 09.56 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tobelo dikerahkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono.
Tim SAR Gabungan Halmahera Utara terus berupaya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban di tengah kondisi bencana alam yang masih berlangsung.
Unsur yang terlibat dalam operasi evakuasi meliputi Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, Kodim Tobelo, BPBD Halmahera Utara, dan masyarakat setempat.
Erlichson menyatakan tim gabungan masih mempertimbangkan faktor keselamatan karena aktivitas erupsi gunung berapi masih terjadi.
“Tim gabungan dari Polres, BPBD dan Basarnas, namun di sini ada kendala di mana gunung ini masih mengalami erupsi jadi kita juga melihat situasi. Apabila membahayakan upaya evakuasi kemungkinan masih kita tunda terlebih dulu,” katanya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
