Connect with us

Viral

Tragedi KM Nurul Salsa: Kronologi Lengkap hingga Kisah Kakek Berikan Pelampungnya untuk Cucu

Kisah pilu korban KM Nurul Salsa di Selayar, dari kakek yang menyerahkan pelampung ke cucu hingga bocah 8 tahun bertahan 4 hari di laut.

Logompn

Published

on

Tragedi KM Nurul Salsa Kronologi Lengkap hingga Kisah Kakek Relakan Pelampungnya untuk Cucu
Korban KM Nurul Salsa yang ditemukan selamat. Gambar: Kolase Tangkapan Layar TikTok/@lhyna_wijaya

Sulawesi Selatan, MPN Indonesia 21 Juli 2026 - Tragedi kecelakaan kapal KM Nurul Salsa di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (15/7), meninggalkan sejumlah kisah pilu dari para penumpang dan keluarga korban.

Kapal yang berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng itu dilaporkan mengalami gangguan mesin sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WITA di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari tujuan.

Setelah mengalami mati mesin, kapal berada di tengah kondisi gelombang tinggi dan angin kencang. Air kemudian dilaporkan masuk ke dalam kapal hingga KM Nurul Salsa terbalik dan tenggelam pada malam hari.

Penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Aparat turut mendalami kondisi cuaca, masuknya air ke kapal, serta dugaan muatan berlebih.

Peristiwa kapal tenggelam ini juga memunculkan kisah dari salah satu keluarga korban.

Seorang kerabat penumpang bernama Eka mengungkapkan bahwa keluarganya sempat mengirimkan foto kondisi kapal sebelum komunikasi terputus.

“Foto dikirim ke saya, katanya kapal mau tenggelam karena mati mesin,” kata Eka, dikutip MPN Indonesia dari Tribun Style pada Selasa (21/7).

Eka menyebut komunikasi terakhir dengan anggota keluarganya terjadi sekitar pukul 16.00 WITA pada hari yang sama.

“Sampai sore saya masih terus komunikasi dan terakhir sambungan telepon putus pada jam empat sore,” ujarnya.

Kisah lain datang dari Umar (80) dan cucunya, Naura (13). Berdasarkan keterangan keluarga yang diberitakan media setempat, Umar disebut memberikan pelampung kepada Naura sebelum mereka terpisah dalam insiden tersebut.

Umar bersama Naura serta tiga anggota keluarga lainnya, yakni Maridaeng (60), Bau Intang (50), dan Syahrul Amin (53), termasuk dalam daftar korban yang masih dalam pencarian.

Kronologi dan Fakta Tenggelamnya KM Nurul Salsa

KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng pada Rabu dini hari sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa puluhan penumpang dan sejumlah barang.

Baca Juga:  Jenazah Pramugari ATR 42-500 Berhasil Teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono

Dalam perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin total sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran secara normal.

Kondisi kapal kemudian diperparah oleh gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah perairan Selayar. Berdasarkan keterangan awal yang beredar, air juga mulai masuk ke dalam kapal ketika para penumpang masih menunggu pertolongan.

Setelah bertahan selama beberapa jam, kapal dilaporkan terbalik dan tenggelam pada malam hari.

Data awal manifes yang diperoleh dari agen tiket mencatat sebanyak 46 penumpang. Namun, setelah dilakukan pendataan ulang dan menerima laporan dari keluarga, jumlah orang yang berada di kapal divalidasi menjadi 78 orang, termasuk penumpang dan awak kapal.

Berdasarkan data hingga Senin (20/7), sebanyak 59 orang dinyatakan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian.

Dua korban juga ditemukan selamat setelah bertahan menggunakan benda yang mengapung dan kemudian ditemukan di sekitar Pulau Balaloho, Sulawesi Selatan.

Selain membawa penumpang, kapal tersebut diketahui mengangkut sekitar 17 ton barang berupa beras, kopra, dan arang. Kapal juga dilaporkan membawa sejumlah ternak dan sepeda motor.

Jumlah kendaraan yang dimuat masih berbeda dalam sejumlah laporan sehingga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Dugaan kelebihan muatan masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Aparat telah memeriksa nakhoda, sembilan anak buah kapal, sejumlah penumpang selamat, serta pihak lain yang berkaitan dengan pelayaran tersebut.

Operasi Pencarian Korban

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Makassar, TNI Angkatan Laut, Polri, BPBD, Syahbandar, serta nelayan setempat terus melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan kapal di wilayah perairan Selayar dan Laut Flores.

Area pencarian terus diperluas berdasarkan analisis arah angin, arus laut, serta keterangan dari para korban selamat.

Baca Juga:  Bangkai KM Virgo Ditargetkan akan Diangkat pada Oktober Ini

Pada hari ketiga, area pencarian mencapai sekitar 192 mil laut persegi. Luas pencarian kemudian diperbesar menjadi 448 mil laut persegi pada hari keempat.

Memasuki hari kelima, wilayah pencarian diperluas hingga sekitar 1.305 mil laut persegi dan dibagi ke dalam empat sektor.

Pada hari keenam, Senin (20/7), area pencarian kembali diperluas menjadi sekitar 1.980 mil laut persegi dan dibagi ke dalam enam sektor pencarian.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa tim SAR gabungan terus berupaya menemukan seluruh korban.

“Kami memohon doanya, mudah-mudahan tim SAR gabungan bisa secepatnya menemukan seluruh korban yang masih dalam pencarian dalam keadaan selamat,” kata Muhammad Arif Anwar.

Pencarian juga difokuskan ke wilayah Kepulauan Sabalana dan Laut Flores setelah tim SAR memperoleh informasi dari para penyintas.

“Keterangan korban selamat menjadi petunjuk bagi kami untuk memperluas pencarian ke Laut Flores dan wilayah Sabalana,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Lima Penumpang Bertahan Empat Hari di Laut

Tragedi kapal tenggelam di Sulawesi Selatan tersebut juga menyisakan kisah lima penumpang yang ditemukan selamat setelah bertahan selama sekitar empat hari di laut.

Kelima penyintas bertahan dengan menggunakan pelampung dan benda berbahan gabus yang dapat mengapung di tengah gelombang.

Salah satu penyintas merupakan seorang anak yang dalam data awal Basarnas tercatat berusia tujuh tahun.

Kelima korban akhirnya ditemukan oleh nelayan yang menggunakan KM Sinar Mattoanging 04 di wilayah Laut Flores.

Para penyintas kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Khayyung, Kabupaten Kepulauan Selayar, karena kondisi fisik yang melemah setelah berhari-hari berada di laut.

Baca Juga:  Kapal Pengangkut Sapi Kurban Tenggelam di Sulsel, 13 Ekor Mati

Hingga Senin (20/7), pencarian terhadap 18 korban kecelakaan kapal KM Nurul Salsa masih terus dilakukan dengan melibatkan enam armada dan sekitar 200 personel.

Operasi pencarian berlangsung di tengah kondisi gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah Laut Flores.

(AKM/NID/RAD)

Trending