Berita
Gunung Anak Krakatau Erupsi 2 Kali dalam 15 Menit, Abu Vulkanik Bergerak ke Arah Barat Laut
Gunung Anak Krakatau erupsi dua kali pada Senin malam. Abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 2,7 kilometer dan bergerak ke arah barat laut.
MPN Indonesia 6 Oktober 2026 - Gunung Anak Krakatau mengalami dua kali erupsi di Selat Sunda pada Senin (5/10) malam. Erupsi terjadi pukul 20.13 WIB dan 20.28 WIB dengan selang waktu sekitar 15 menit.
Aktivitas tersebut menghasilkan abu vulkanik hingga ketinggian sekitar 2,7 kilometer di atas permukaan laut.
Seismograf merekam amplitudo maksimum 33 milimeter dengan durasi 61 detik.
Abu bergerak ke arah barat laut dan terpantau mencakup sebagian Teluk Lampung.
Pergerakan abu mengikuti kondisi angin di atmosfer setelah aktivitas vulkanik kembali muncul usai hampir sebulan tanpa erupsi tercatat.
Forecaster BMKG Maritim Lampung, Eka Suci Puspita, menjelaskan dua erupsi tersebut berdasarkan hasil pemantauan pada Senin malam.
“Pada malam ini, 5 Oktober 2026 telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang tercatat sebanyak dua kali, yaitu pada pukul 20.13 WIB dan 20.28 WIB,” kata Eka dalam keterangannya.
Abu Vulkanik Bergerak ke Arah Barat Laut
Erupsi gunung berapi tersebut menghasilkan abu vulkanik yang terpantau di sekitar Gunung Anak Krakatau bergerak ke arah barat laut.
Eka mengatakan abu terpantau dari permukaan hingga ketinggian sekitar 2,7 kilometer di atas permukaan laut.
“Area abu saat ini berada di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau dan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 9 kilometer per jam,” ujarnya.
Laporan SIGMET dari Volcanic Ash Advisory Center Darwin juga mencatat keberadaan abu vulkanik.
Pengamatan tersebut tercatat pada pukul 20.40 WIB.
Laporan itu menunjukkan abu vulkanik mencapai ketinggian 9.000 kaki atau sekitar 2,7 kilometer.
Abu bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 5 knot.
Pada laporan tersebut, intensitas sebaran abu juga diprakirakan meningkat.
Namun, arah penyebaran dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.
“Arah dan sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin di atmosfer,” jelas Eka.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
