Connect with us

Berita

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Tadi Malam, Tinggi Kolom Letusan Tak Teramati

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada 8 Oktober 2026. Status masih Level II Waspada dan masyarakat dilarang mendekati kawah dalam radius 2 km.

Actress 1299250

Published

on

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Tadi Malam, Tinggi Kolom Letusan Tak Teramati
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Tadi Malam, Tinggi Kolom Letusan Tak Teramati. Gambar: Dok. Magma

MPN Indonesia 9 Oktober 2026 - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali mengalami erupsi pada Kamis (8/10) malam, pukul 18.28 WIB.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat erupsi tersebut melalui seismogram dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan durasi sementara 4 menit 45 detik.

Tinggi kolom letusan tidak teramati karena kondisi gunung tertutup kabut.

Erupsi gunung berapi ini terjadi setelah dua kali letusan pada Senin (5/10).

Badan Geologi menyampaikan hasil pemantauan tersebut melalui laporan aktivitas gunung api pada Kamis (8/10).

“Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 08 Oktober 2026 pukul 18:28 WIB, namun tinggi kolom letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi sementara ini ± 4 menit 45 detik,” jelas BPBD Lampung, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @bpbdlampung pada Jumat (9/10).

Pemantauan dilakukan dari Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Gunung Anak Krakatau Mengalami Tiga Erupsi Sejak 5 Oktober

Aktivitas erupsi gunung berapi ini kembali tercatat setelah dua letusan terjadi pada Senin (5/10).

Ketiga erupsi tersebut memiliki amplitudo dan durasi berbeda berdasarkan rekaman seismogram.

Rincian erupsi yang tercatat pada 5 dan 8 Oktober 2026, yakni:

  • Senin (5/10), pukul 20.13 WIB: Erupsi pertama tercatat dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan durasi 6 menit 29 detik.
  • Senin (5/10), pukul 20.28 WIB: Erupsi kedua tercatat dengan amplitudo maksimum 33 milimeter dan durasi 61 detik.
  • Kamis (8/10), pukul 18.28 WIB: Erupsi kembali terjadi dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan durasi sementara 4 menit 45 detik.
Baca Juga:  Gunung Anak Krakatau Erupsi 2 Kali dalam 15 Menit, Abu Vulkanik Bergerak ke Arah Barat Laut

Riwayat Aktivitas Vulkanik dan Perubahan Status Gunung

Sebelum erupsi Oktober, Gunung Anak Krakatau mengalami aktivitas vulkanik yang berlangsung cukup lama pada September 2026.

Erupsi secara menerus tercatat berlangsung sekitar 25 jam.

Aktivitas tersebut dimulai pada Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

Setelah periode tersebut, aktivitas gunung kembali berupa erupsi Strombolian.

Berdasarkan evaluasi Badan Geologi pada Kamis (10/9), tercatat 13 kali erupsi Strombolian setelah erupsi menerus tersebut.

Aktivitas vulkanik kemudian menunjukkan kecenderungan menurun.

Badan Geologi menurunkan status Gunung Anak Krakatau dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada Senin (21/9).

Meski kembali mengalami erupsi pada Oktober, status Gunung Anak Krakatau hingga laporan terbaru masih berada pada Level II (Waspada).

Masyarakat Dilarang Mendekati Radius 2 Kilometer

Badan Geologi mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level II (Waspada) setelah erupsi pada Kamis (8/10).

“Status: Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat. Saat ini G. Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada),” ungkap BPBD Lampung.

Petugas juga mengeluarkan rekomendasi pembatasan aktivitas di sekitar kawah aktif.

“Rekomendasi: Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif,” ujarnya

Pembatasan tersebut berlaku bagi masyarakat maupun pihak yang beraktivitas di sekitar gunung.

(AKM/NID/RAD)

Trending