Internasional
Raja Yordania Tolak Langsung di Depan Muka Trump Terkait Rencana Relokasi Palestina
Raja Yordania Abdullah II menegaskan bahwa negaranya menolak rencana Trump untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat.
MPN Indonesia 14 Februari 2025 - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II dalam pertemuan di Gedung Putih pada Selasa (11/2).
Dalam pertemuan itu, Raja Yordania secara langsung menolak rencana Trump yang mencetuskan gagasan relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Raja Abdullah II menegaskan bahwa Yordania bersama negara-negara Arab memiliki posisi yang jelas terhadap isu tersebut. Ia menolak gagasan relokasi warga Palestina serta upaya AS untuk membangun kembali Gaza di bawah kepemilikan Washington.
“Saya menegaskan kembali posisi teguh Yordania terhadap pemindahan warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Ini adalah posisi Arab yang bersatu,” ujar Raja Abdullah II melalui media sosialnya setelah pertemuan dengan Trump, seperti dikutip AFP, Rabu (12/2).
Prioritas Yordania: Membangun Gaza Tanpa Pengusiran Warga Palestina
Raja Abdullah II menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah membangun kembali Gaza tanpa menggusur warga Palestina.
Ia menyampaikan bahwa kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut sangat mengkhawatirkan dan harus segera ditangani.
“Membangun kembali Gaza tanpa menggusur warga Palestina dan mengatasi situasi kemanusiaan yang mengerikan harus menjadi prioritas semua pihak,” tegas Raja Abdullah II.
Dalam pertemuan itu, ia juga mengungkapkan bahwa Mesir tengah menyusun strategi bersama negara-negara Timur Tengah untuk merespons usulan Trump terkait Gaza.
Menurutnya, Mesir dan negara Arab lainnya akan menyampaikan rencana mereka kepada Trump dalam waktu dekat.
“Mari kita tunggu sampai Mesir bisa datang dan menyampaikan hal ini kepada presiden dan tidak terburu-buru,” ujarnya.
Trump Tarik Ancaman Penghentian Bantuan ke Yordania dan Mesir
Raja Abdullah II juga mengangkat isu kemanusiaan dalam diskusi dengan Trump.
Ia menyebut bahwa salah satu langkah konkret yang bisa segera dilakukan adalah merawat anak-anak Palestina yang sakit, termasuk sekitar 2.000 anak penderita kanker yang membutuhkan perawatan medis mendesak.
Menanggapi hal tersebut, Trump menyebut usulan itu sebagai “tindakan yang sangat indah” dan mengaku belum mengetahui kondisi tersebut sebelum Raja Yordania menyampaikan langsung kepadanya.
Selain itu, Trump juga menarik kembali pernyataannya terkait ancaman penghentian bantuan ke Yordania dan Mesir jika kedua negara menolak menerima warga Palestina yang dipindahkan dari Gaza.
“Saya tidak perlu mengancam hal itu. Saya yakin kita lebih baik dari hal semacam itu,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Trump Gagas Kepemilikan AS atas Jalur Gaza
Sebelumnya, Trump mengeluarkan gagasan kontroversial agar AS “mengambil alih” Gaza. Ide tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu di Gedung Putih pada Minggu (9/2).
Trump menyebut bahwa AS akan membangun kembali Gaza secara ekonomi setelah merelokasi warga Palestina ke tempat lain.
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Jumat (7/2), Trump mengusulkan agar Jalur Gaza diberikan kepada AS oleh Israel setelah pertempuran berakhir.
Ia menegaskan bahwa Washington akan meratakan wilayah Gaza yang hancur akibat perang dan membangun kembali infrastruktur serta menciptakan ribuan lapangan kerja di sana.
Dunia Tolak Gagasan Trump Terkait Relokasi Palestina
Rencana Trump mengenai pemindahan warga Palestina dan kepemilikan AS atas Gaza mendapat penolakan dari berbagai pihak.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan tegas menolak ide tersebut, menegaskan bahwa Palestina tidak akan melepaskan tanah, hak, serta situs-situs sucinya.
Abbas juga menyatakan bahwa Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari negara Palestina bersama dengan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Penolakan juga datang dari kelompok Hamas. Salah satu pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, menyebut gagasan Trump sebagai upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah air mereka.
Negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, juga menyatakan sikap serupa.
Riyadh menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk upaya pemindahan paksa warga Palestina.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyampaikan bahwa rekonstruksi Gaza harus dilakukan tanpa harus menggusur penduduknya.
Indonesia turut menentang gagasan Trump dan menegaskan komitmennya dalam mendukung Palestina.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
