Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Tegur Istri Wali Kota Bekasi yang Menginap di Hotel saat Banjir: Ubah Sikap

Dedi Mulyadi tegur istri Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono karena menginap di hotel saat banjir melanda wilayahnya.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 06t133555.303
Dedi Mulyadi Tegur Istri Wali Kota Bekasi yang Menginap di Hotel saat Banjir | Gambar: JabarProv

MPN Indonesia 6 Maret 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegur istri Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono karena memilih menginap di hotel saat banjir melanda wilayahnya.

Menurut Dedi Mulyadi, sebagai pasangan kepala daerah, Wiwiek seharusnya lebih terlibat dalam membantu masyarakat, bukan justru mengungsi ke tempat yang lebih nyaman.

Ia menekankan bahwa pejabat publik dan keluarganya memiliki tanggung jawab moral untuk merasakan penderitaan warga.

“Pada seluruh pejabat di mana pun berada, mari kita sama-sama merasakan apa yang diderita masyarakat. Saat masyarakat mendapatkan musibah, pejabat dan istri pejabat ada di tengah masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi di Kantor BPK Jabar, Rabu (5/3), dikutip MPN Indonesia dari Kompas. 

Soroti Jabatan Wiwiek

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menyoroti peran Wiwiek sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, yang seharusnya berada di garda terdepan dalam membantu warga.

Menurutnya, peran ini seharusnya dijalankan dengan lebih aktif di tengah situasi darurat.

“Sebagai gubernur, saya bisa melakukan pembinaan berupa teguran. Melalui media ini, saya sampaikan teguran kepada istri Wali Kota Bekasi untuk mengubah sikapnya karena dipilih oleh masyarakat untuk melayani,” kata Dedi Mulyadi.

“Termasuk istrinya harus melayani masyarakat apalagi istrinya yang juga Ketua Tim Penggerak PKK yang harus jadi garda terdepan menyelesaikan problem masyarakat dari kekurangan gizi sampai kebanjiran,” imbuh Dedi.

Penjelasan Wali Kota Bekasi

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan bahwa keputusannya dan sang istri untuk menginap di hotel bukan karena ingin bermewah-mewahan.

“Tidak ada ingin kesan bermewah-mewahan,” ujar Tri Adhianto.

Ia mengungkapkan bahwa sejak malam sebelumnya dirinya sudah berada di lapangan untuk membantu warga yang terdampak banjir.

Baca Juga:  Ratusan Mahasiswa Ditahan, Dedi Mulyadi Desak Polisi Segera Bebaskan

Keputusan mengungsikan keluarga ke hotel diambil agar dirinya tetap bisa fokus menjalankan tugas, termasuk memastikan logistik bantuan bagi masyarakat tersedia tepat waktu.

“Saya selamatkan dulu anak dan istri saya. Kemudian pagi-pagi jam 6 saya juga harus sudah bergabung dengan warga masyarakat,” tambahnya.

Tri menegaskan bahwa hotel yang dipilih berada di lokasi strategis untuk memudahkan koordinasi penanganan banjir.

“Saya harus bisa memastikan bahwa pada pagi hari itu logistik harus sudah siap. Karena memang sejak jam 10 malam saya berada di lapangan, jam 2 pulang, dan saya hanya mengambil istri dan anak saya,” jelasnya.

 (AKM/NID/RAD)

Trending