Connect with us

Lifestyle

Apakah Puasa Bikin Performa Olahraga Menurun? Ini Penjelasannya!

Puasa bisa memengaruhi performa olahraga karena keterbatasan asupan energi dan hidrasi!

Actress 1299250

Published

on

Apakah puasa bikin performa olahraga menurun ini penjelasannya!
Penjelasan Dokter Anita soal performa tubuh saat puasa. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 Maret 2025 - Saat bulan Ramadan, banyak orang yang tetap ingin berolahraga agar tubuh tetap bugar.

Namun, muncul pertanyaan, apakah puasa bisa membuat performa olahraga menurun?

Dengan terbatasnya asupan makanan dan minuman selama berjam-jam, wajar jika ada kekhawatiran mengenai energi dan daya tahan tubuh saat beraktivitas fisik.

Lantas, bagaimana sebenarnya pengaruh puasa terhadap performa olahraga?

Puasa Dapat Memengaruhi Performa Fisik

Menurut dr. Anita Suryani, Spesialis Kedokteran Olahraga, puasa memang dapat memengaruhi performa fisik karena keterbatasan asupan energi dan hidrasi.

“Jawabannya pasti iya karena ketersediaan energi dan hidrasi didapat dari asupan makanan dan minuman saat olahraga,” kata dr. Anita Suryani kepada MPN Indonesia pada Jumat (7/3).

Selama puasa, tubuh tidak menerima nutrisi dan cairan dalam jangka waktu yang panjang, yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen saat berolahraga.

Namun, dr. Anita menekankan bahwa tubuh memiliki mekanisme pertahanan untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

“Tubuh kita punya mekanisme pertahanan berlipat ganda untuk memastikan bahwa minimal itu semuanya terjamin,” ujarnya.

Tubuh dalam Kondisi Siaga saat Puasa

Penelitian menunjukkan bahwa saat puasa, tubuh berada dalam kondisi siaga dan cenderung menyimpan lebih banyak cadangan energi.

Hal ini dapat membuat seseorang merasa lebih segar selama berpuasa.

“Saat kita puasa, badan kita dalam keadaan alert. Oke aku kurang makanan, aku mesti simpan lebih banyak cadangan agar kalau aku perlu, aku bisa pakai,” kata dr. Anita.

Untuk menjaga performa olahraga selama puasa, dr. Anita menyarankan agar kebutuhan energi dan hidrasi diperhatikan dengan baik.

Baca Juga:  Puasa Rajab 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Bacaan Niatnya

“Asalkan kebutuhan energi dan hidrasi dijaga dan diperhatikan saat olahraga pada bulan puasa, penurunan performa tidak terjadi,” jelasnya.

Olahraga Berat Disarankan untuk Dilakukan saat Berbuka Puasa

Bagi yang ingin melakukan latihan berat, disarankan melakukannya setelah berbuka puasa atau menjelang berbuka.

Sementara itu, untuk menjaga kebugaran, olahraga dapat dilakukan saat subuh atau siang hari, tergantung pada respons tubuh masing-masing individu.

“Ada beberapa orang habis olahraga malah lemas, ada yang badannya memang begitu, beda-beda setiap orang. Kalau semacam itu, boleh melakukan olahraga di sore atau menjelang malam agar setelah olahraga jadi enak tidurnya,” tambah dr. Anita.

Sebaliknya, bagi yang merasa segar setelah olahraga, tetap dapat melakukannya di pagi atau siang hari.

Pada akhirnya, puasa bukanlah halangan untuk tetap berolahraga asalkan dilakukan dengan cara yang tepat.

Dengan memperhatikan kebutuhan energi dan hidrasi, serta memilih waktu, jenis, dan intensitas olahraga yang sesuai, tubuh tetap bisa bugar selama Ramadan.

Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda, jadi penting untuk mendengarkan sinyal tubuh dan menyesuaikan aktivitas fisik agar tetap nyaman dan sehat.

(BNG/NID/RAD)

Trending