Connect with us

Lifestyle

Malas Olahraga saat Ramadan? Ini Risiko yang Harus Kamu Ketahui!

Yuk, cari tahu risiko yang bisa terjadi jika kamu malas bergerak selama Ramadan.

Adinda

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 15t141728.665
Malas Olahraga saat Ramadan? Ini Risiko yang Harus Kamu Ketahui! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Maret 2025 - Bulan Ramadan sering kali menjadi momen untuk mengubah kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam hal aktivitas fisik.

Banyak orang merasa lelah dan enggan berolahraga karena takut kehabisan energi saat berpuasa.

Namun, tahukah kamu bahwa berhenti berolahraga justru bisa membawa dampak negatif bagi tubuh? Yuk, cari tahu risiko yang bisa terjadi jika kamu malas bergerak selama Ramadan.

Penjelasan Spesialis Kedokteran Olahraga

Seorang spesialis kedokteran olahraga, dr. Anita Suryani, Sp.KO mengingatkan pentingnya tetap aktif bergerak selama menjalani ibadah puasa.

“Kita diciptakan sebagai makhluk bergerak. Tubuh kita memiliki alat gerak seperti otot, tulang, dan sendi yang harus digunakan agar tetap berfungsi dengan baik. Jika tidak (digunakan), tubuh bisa mengalami berbagai gangguan kesehatan,” kata Anita saat diwawancarai oleh MPN Indonesia, Jumat (7/3).

Anita menjelaskan bahwa kurang bergerak dapat menyebabkan nyeri sendi, nyeri lutut, nyeri leher, hingga risiko yang lebih serius seperti penyumbatan pembuluh darah.

Penyumbatan ini dapat meningkatkan risiko penyakit stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga semakin banyak dialami oleh orang yang lebih muda akibat pola hidup yang kurang aktif.

Selain itu, pola makan saat berbuka puasa yang cenderung tinggi gorengan dan makanan manis dapat memperburuk kondisi tubuh jika tidak diimbangi dengan olahraga.

“Puasa di Indonesia identik dengan gorengan dan makanan manis. Memang berbuka dengan yang manis dianjurkan, tetapi jangan berlebihan. Sebaiknya pilih makanan yang lebih sehat dan seimbang agar tubuh tetap bugar selama Ramadan,” jelasnya.

Tips Menjaga Kesehatan saan Ramadan

Anita menekankan bahwa puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Justru, Ramadan bisa menjadi momen yang tepat untuk membiasakan pola hidup sehat.

Baca Juga:  Puasa Sunnah sebelum Idul Adha Tanggal Berapa?

“Olahraga saat puasa tetap penting, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Pilih olahraga ringan. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah menjelang berbuka puasa atau setelah berbuka, agar tubuh tetap memiliki energi yang cukup,” jelasnya.

Selain olahraga, pemilihan makanan yang dikonsumsi juga berperan penting. Mengonsumsi karbohidrat kompleks, protein, serta memperbanyak buah dan sayur dapat membantu tubuh tetap bugar selama berpuasa.

Proses autofagi yang terjadi saat puasa juga membantu tubuh melakukan detoksifikasi alami dengan menggantikan sel-sel yang rusak.

Menjaga kesehatan selama Ramadan tidak hanya dengan memilih makanan yang tepat, tetapi juga dengan tetap aktif bergerak.

“Olahraga yang dilakukan secara teratur membantu tubuh tetap sehat, meningkatkan sirkulasi darah, dan mencegah berbagai penyakit kronis. Jadi, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan,” tutup Anita.

Dengan menjaga keseimbangan antara pola makan sehat dan olahraga yang tepat, Ramadan bisa menjadi momen yang tidak hanya penuh ibadah tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jadi, jangan ragu untuk tetap aktif bergerak dan mengatur pola makan dengan baik agar tubuh tetap bugar hingga akhir Ramadan. Tetap semangat berpuasa dan jaga kesehatanmu!

(BNG/NID/RAD)

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending