Connect with us

Kesehatan

8 Tips Sehat Berpuasa untuk Penderita Diabetes, jadi Gak Was-Was Ibadahnya!

Penderita diabetes diperbolehkan untuk berpuasa asalkan kadar gula darah tetap dalam batas normal dan tidak ada komplikasi serius.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 22t075658.283
7 Tips Puasa Sehat untuk Penderita Diabetes | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 22 Maret 2025 - Puasa dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, termasuk bagi penderita diabetes, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat.

Dikutip MPN Indonesia dari Instagram Kementerian Kesehatan RI, penderita diabetes diperbolehkan untuk berpuasa asalkan kadar gula darah tetap dalam batas normal dan tidak ada komplikasi serius.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono. Ia mengatakan ada orang yang diperbolehkan berpuasa, tapi ada juga yang tidak boleh. 

“Ada orang diabetes yang boleh berpuasa, ada yang tidak boleh, dan ada yang boleh berpuasa tetapi dengan pengawasan dokter,” jelasnya, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @kemenkes_ri, Sabtu (22/3). 

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar puasa tetap aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan fisik.

Berikut adalah tujuh tips puasa sehat bagi penderita diabetes.

1. Konsultasi dengan Dokter Sebelum Berpuasa

Sebelum mulai berpuasa, penderita diabetes dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter guna memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

Dokter juga akan menyesuaikan jadwal serta dosis obat sesuai dengan perubahan pola makan selama puasa.

2. Jangan Melewatkan Sahur

Sahur menjadi waktu makan yang sangat penting bagi penderita diabetes untuk menjaga energi sepanjang hari.

Disarankan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, atau ubi yang dicerna secara perlahan agar kadar gula darah tetap stabil lebih lama.

Baca Juga:  Penumpang Boleh Buka Puasa saat Naik LRT, MRT, dan KRL, Ini Syaratnya!

Menurut Dante, ada perbedaan jenis karbohidrat yang perlu diperhatikan saat berbuka dan sahur.

“Kalau berbuka, gunakan karbohidrat simpleks yang cepat diserap tubuh seperti kurma atau teh manis. Sedangkan saat sahur, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi atau ubi yang dicerna lebih lambat,” jelasnya.

3. Tetap Menjaga Pola Makan 3 Kali Sehari

Meskipun berpuasa, penderita diabetes tetap disarankan untuk makan tiga kali sehari, yakni saat sahur, berbuka puasa, dan sekitar pukul 8 malam.

Mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak sekaligus dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Oleh karena itu, penting untuk membagi porsi makan dengan baik.

4. Pilih Makanan Tinggi Serat

Makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan rendah gula (apel, pir, bengkuang), serta kacang-kacangan, dianjurkan untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa.

Serat membantu memperlambat pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

5. Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur

Berolahraga tetap dianjurkan bagi penderita diabetes meskipun sedang berpuasa. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah sekitar 30 menit sebelum berbuka atau setelah berbuka puasa.

Pilihlah olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau bersepeda agar tubuh tetap bugar tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan.

Dante juga menyarankan untuk menyesuaikan jenis olahraga dengan kebiasaan masing-masing.

“Jangan tiba-tiba mencoba olahraga baru saat puasa, misalnya belum pernah lari lalu langsung lari jarak jauh. Pilihlah olahraga yang sudah terbiasa dilakukan,” ujarnya.

6. Pastikan Asupan Cairan Cukup

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh sangat penting agar terhindar dari dehidrasi selama berpuasa.

Dianjurkan untuk mengonsumsi minimal 2 liter air putih per hari dengan pola 2-4-2, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.

Baca Juga:  Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa? Ini Risiko dan Manfaatnya

Hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Dante mengingatkan bahwa penderita diabetes yang mengonsumsi obat diuretik seperti furosemid perlu lebih berhati-hati dalam menjaga asupan cairan.

“Jika mengonsumsi obat yang meningkatkan frekuensi buang air kecil, lebih baik diminum setelah berbuka puasa agar tidak menyebabkan dehidrasi saat siang hari,” katanya.

7. Periksa Kadar Gula Darah Secara Berkala

Penderita diabetes perlu rutin memeriksa kadar gula darah selama berpuasa, terutama pada pagi, siang, dan sore hari.

Jika kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL atau naik di atas 300 mg/dL, sebaiknya segera membatalkan puasa untuk mencegah risiko hipoglikemia atau hiperglikemia.

“Kalau gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi, sebaiknya batalkan puasa. Jangan dipaksakan, karena bisa berbahaya bagi kesehatan fisik,” tegas Dante.

8. Hindari Makanan dengan Kadar Gula Tinggi

Saat berbuka puasa, tubuh cenderung menginginkan makanan manis untuk mengembalikan energi yang hilang.

Namun, penderita diabetes harus membatasi konsumsi makanan tinggi gula seperti kue manis, bubur kacang hijau, dan minuman bersoda.

Sebagai alternatif, pilihlah sumber gula alami seperti kurma dalam jumlah terbatas.

Dengan memperhatikan pola makan, asupan cairan, serta memeriksa kadar gula darah secara rutin, penderita diabetes dapat menjalani puasa dengan aman.

Konsultasi dengan dokter juga sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan fisik tetap terjaga selama berpuasa.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending