Internasional
Trump Bakal Umumkan “Tarif Tinggi” untuk Produk Farmasi Asing
Donald Trump berencana umumkan tarif tinggi untuk produk farmasi asing.
MPN Indonesia 10 April 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan rencana pemerintahannya untuk segera memberlakukan tarif dagang tinggi terhadap produk farmasi impor.
Pernyataan ini disampaikan pada acara makan malam Komite Kongres Partai Republik Nasional pada Selasa (9/4). Kebijakan ini disebut bertujuan mendorong perusahaan farmasi asing untuk memindahkan operasionalnya ke dalam negeri.
Kebijakan Tarif Baru dan Dampaknya
Dalam pidatonya, Donald Trump menyampaikan bahwa tarif ini akan diumumkan dalam waktu dekat dan diprediksi berdampak signifikan pada pergeseran lokasi produksi industri farmasi dunia.
“Kami akan segera mengumumkan tarif besar pada farmasi… ketika mereka mendengar itu, mereka akan meninggalkan China, mereka akan meninggalkan tempat lain karena… sebagian besar produk mereka dijual di sini,” ujar Donald Trump saat makan malam Komite Kongres Nasional Partai Republik, dikutip MPN Indonesia yang dilansir dari USA Today pada Kamis (10/4).
Meskipun produk farmasi sebelumnya tidak termasuk dalam paket tarif dagang balasan besar yang diumumkan minggu lalu, Donald Trump telah beberapa kali menyatakan kemungkinan penargetan industri farmasi.
Dalam pernyataan kepada media pada Februari lalu, ia menyebut tarif pada obat-obatan impor kemungkinan akan dimulai dari 25% dan dapat meningkat lebih tinggi.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi tarif dagang yang lebih luas yang diterapkan Donald Trump, termasuk pengumuman terbaru bahwa tarif barang dari China akan naik menjadi 104% mulai Rabu (10/4).
Tambahan tarif 50% atas produk China diumumkan menyusul tarif awal 20% dan 34% sebagai balasan terhadap langkah serupa dari pihak China.
Implikasi Terhadap India dan Industri Farmasi Global
Kebijakan tarif farmasi ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap India, yang merupakan salah satu eksportir utama produk farmasi ke AS.
Berdasarkan data dari Pharmaceuticals Export Promotion Council of India, pada tahun fiskal 2024, ekspor impor farmasi India mencapai $27,9 miliar, dengan sekitar 31% atau $8,7 miliar ditujukan ke pasar Amerika Serikat.
India memasok lebih dari 45% obat generik dan 15% obat biosimilar yang digunakan di AS. Perusahaan seperti Dr Reddy’s, Aurobindo Pharma, Zydus Lifesciences, Sun Pharma, dan Gland Pharma memperoleh antara 30–50% dari total pendapatan mereka dari pasar Amerika.
Para analis memperingatkan bahwa tarif tinggi terhadap impor farmasi akan meningkatkan biaya produksi dan mengurangi daya saing harga produk, baik untuk produsen di India maupun bagi konsumen di AS.
“Jika AS mulai memberlakukan tarif pada sektor farmasi, hal ini akan berdampak pada kedua negara,” kata analis dari HDFC Securities, dikutip MPN Indonesia dari Financial Daily Mint.
Mereka menjelaskan bahwa Amerika sangat bergantung pada obat generik berbiaya rendah yang diproduksi di India. Tarif yang lebih tinggi akan memicu kenaikan harga, inflasi, dan potensi kelangkaan obat di pasar domestik AS.
Di sisi lain, perusahaan India yang beroperasi dengan margin tipis di sektor obat generik mungkin kesulitan menanggung beban tambahan biaya, yang kemungkinan besar akan dibebankan kepada konsumen atau perusahaan asuransi di AS.
Dampak Politik dan Ekonomi di Dalam Negeri AS
Donald Trump juga menyatakan bahwa kebijakan tarif dagang ini akan membantu Partai Republik dalam pemilu sela 2026 mendatang. Ia meyakini bahwa langkah tersebut akan menguntungkan secara politik meskipun pasar saham sempat terguncang dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi meningkat.
“Kami akan memenangkan pemilu sela dan akan meraih kemenangan besar yang menggema, saya benar-benar yakin itu… dan saya pikir kami sangat terbantu oleh situasi tarif ini,” kata Donald Trump.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
