Internasional
Pemimpin NATO Sepakat Naikkan Anggaran Militer hingga 5%
Para pemimpin NATO sepakat menaikkan anggaran pertahanan hingga 5% dari PDB masing-masing negara pada 2035.
MPN Indonesia 28 Juni 2025 - Para pemimpin NATO sepakat untuk menaikkan anggaran pertahanan hingga 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing negara pada 2035, Rabu (25/6).
Kesepakatan ini didapat dalam pertemuan puncak yang disebut “transformasional” oleh Sekjen NATO Mark Rutte.
Dikutip MPN Indonesia dari AP News, keputusan ini diambil setelah adanya tekanan kuat dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kesepakatan ini tercantum dalam pernyataan akhir KTT NATO yang menyatakan “Seluruh negara anggota berkomitmen untuk menginvestasikan 5% dari PDB setiap tahun untuk kebutuhan pertahanan inti serta belanja terkait keamanan dan pertahanan hingga 2035, guna memenuhi kewajiban individu dan kolektif”.
Trump menyambut baik keputusan tersebut dan mengklaim keberhasilannya.
“Mereka bilang, ‘Anda berhasil, Pak. Anda yang melakukannya.’ Saya tidak tahu apakah benar saya yang melakukannya, tapi saya pikir memang saya,” kata Trump.
Komitmen Kolektif dan Ancaman Rusia
Para pemimpin NATO juga kembali menegaskan komitmen kolektif mereka bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua.
Hal ini menjadi respons terhadap meningkatnya ancaman jangka panjang dari Rusia.
Negara-negara di perbatasan Rusia seperti Polandia, negara-negara Baltik, dan Skandinavia telah menyatakan komitmennya terhadap target 5%.
Begitu pula negara besar seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda.
Penolakan Spanyol, Kritik Trump
Namun tidak semua negara anggota sepakat. Spanyol secara terbuka menolak target tersebut dan menyebutnya “tidak masuk akal.” Perdana Menteri Pedro Sánchez menyatakan bahwa negaranya hanya mampu mengalokasikan 2% PDB untuk anggaran pertahanan.
“Dalam KTT hari ini, NATO menang dan Spanyol juga menang sesuatu yang penting bagi masyarakat kami: keamanan dan negara kesejahteraan,” ujar Sánchez.
Trump menanggapi penolakan Spanyol dengan keras. “Mereka hanya ingin membayar 2%. Itu sangat buruk,” katanya. “Kami sedang negosiasi perjanjian dagang dengan Spanyol. Kami akan membuat mereka membayar dua kali lipat.”
Selain Spanyol, Belgia dan Slovakia juga menunjukkan keraguan terhadap target 5%, meskipun terdapat klausul peninjauan pada tahun 2029 untuk mengevaluasi kemajuan dan situasi keamanan.
Penyesuaian Target: Dari 2% ke 5%
NATO sebelumnya menetapkan target belanja pertahanan sebesar 2% PDB, yang telah dipenuhi oleh 22 negara anggota pada tahun lalu.
Kini, target diperluas menjadi 5% dengan rincian 3,5% untuk core defense spending, dan tambahan 1,5% untuk pengeluaran pertahanan luas seperti infrastruktur militer, pertahanan siber, dan kesiapsiagaan masyarakat sipil menghadapi konflik.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre menyebut deklarasi ini sebagai “bersejarah”.
“Kami telah kesulitan melewati angka 2%, dan sekarang kami menyepakati 3,5% sebagai bagian penting dalam membangun kemampuan kami,” katanya.
Tambahan dana juga dibutuhkan jika AS memutuskan menarik sebagian dari 84.000 tentaranya di Eropa.
Pentagon diperkirakan akan mengumumkan kebijakan baru tersebut dalam beberapa bulan mendatang.
Ketika ditanya kenapa target 5% tidak diberlakukan untuk AS, Sekjen NATO Mark Rutte menjawab“Amerika Serikat pada dasarnya sudah mendekati angka itu”.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
