Connect with us

Lifestyle

Cuci Muka Setelah Terkena Panas, Apakah Bisa Merusak Kulit?

Benarkah cuci muka setelah panas-panasan bisa merusak kulit? simak selengkapnya di sini.

Logompn

Published

on

Cuci muka setelah terkena panas, apakah bisa merusak kulit
Mencuci muka setelah terpapar panas terik bisa merusak kelembapan kulit. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 4 Mei 2025 - Cuaca terik di siang hari kerap membuat kulit terasa panas dan tidak nyaman. Tak sedikit orang langsung membasuh wajah dengan air dingin untuk menyegarkan diri. 

Namun, benarkah kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kulit? Pertanyaan ini banyak muncul di tengah masyarakat yang sering beraktivitas di bawah sinar matahari langsung.

dr Tirta Mandira Hudhi, dalam sesi tanya jawab kesehatan terbarunya yang mengupas tuntas masalah ini di YouTube Tirta PengPengPeng pada Senin (28/4). 

Menurut dr Tirta, paparan sinar matahari, khususnya gelombang ultraviolet (UV) yang tinggi, menyebabkan kulit menjadi kering, berkerut, dan memunculkan flek hitam. 

“Semakin lama kita terkena paparan sinar matahari di UV tertentu, kulit akan menjadi kering, berkerut, dan akan muncul flek,” jelas dr Tirta, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada Minggu (4/5).

dr Tirta mengaku sering mencuci muka menggunakan sabun muka setelah beraktivitas di bawah sinar matahari, yang berdampak pada kelembaban kulit-nya menurun drastis.

Risiko Cuci Muka Setelah Terkena Panas

Cuci muka memang merupakan bagian penting dari perawatan kulit dan kesehatan fisik, namun ada risiko tertentu bila dilakukan dengan cara yang salah, terutama setelah kulit terpapar panas.

dr Tirta menekankan bahwa mencuci muka setelah panas sebenarnya diperbolehkan, tetapi tidak disarankan menggunakan sabun muka tanpa diikuti pelembab. 

“Cuci mukanya bukan wudu, tapi cuci muka pakai sabun muka. Akhirnya apa? Kulit saya itu jadi kering,” ujar dr Tirta.

Hasil pemeriksaan oleh dr. Iriyani, SpDV, dan dr. Nabila, SpDV di Nom Klinik menunjukkan bahwa tingkat kelembaban kulit dr Tirta hanya mencapai 33%, sementara tingkat normalnya adalah 50%. 

Baca Juga:  Ini Olahraga yang Paling Direkomendasikan saat Puasa agar Tetap Bugar Tanpa Kelelahan!

Kondisi ini menunjukkan bahwa cuci muka dengan sabun setelah terkena panas tanpa penggunaan moisturizer dapat merusak lapisan kelembaban alami kulit.

Mekanisme Perlindungan Kulit dan Dampaknya

Kulit manusia memiliki mekanisme pertahanan alami yang disebut skin barrier. Paparan panas merangsang kulit untuk mengaktifkan pertahanan ini. 

Namun, mencuci muka dengan sabun segera setelah terkena panas dapat menghilangkan pelindung alami tersebut. 

“Ketika kalian melapiskan barrier dengan cuci muka langsung setelah panas-panasan, itu akan membuat kulit tanpa memberikan pelembab menjadi lebih kering,” terang dr Tirta.

Selain itu, terlalu sering mencuci muka dengan sabun dapat mempercepat pengurangan kelembaban kulit. 

Hal ini berdampak buruk pada kesehatan fisik dan kulit, seperti munculnya flek hitam yang berpotensi menjadi prediktor kanker kulit apabila terus-menerus terpapar sinar matahari tanpa perlindungan yang memadai.

Anjuran Perawatan Kulit Setelah Terkena Panas

Sebagai solusi, dr Tirta menyarankan agar setelah terkena panas, cuci muka dilakukan tanpa sabun atau cukup dengan berwudu yang tidak menghilangkan kelembaban alami kulit. Jika menggunakan sabun, sebaiknya diikuti dengan aplikasi pelembab. 

“Cuci mukanya jangan terlalu sering memakai sabun muka tanpa moisturizer karena akan menyebabkan kulit kering,” tegas dr Tirta.

Selain itu, penggunaan sunscreen yang sesuai dengan rekomendasi dokter spesialis kulit dan kelamin (SpDV) sangat disarankan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat paparan sinar UV.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending