Connect with us

Lifestyle

Apakah Begadang Bisa Merusak Otak dalam Jangka Panjang? Simak Penjelasannya!

dr. Tirta ungkap dampak begadang bagi kesehatan otak dan fisik, serta pentingnya menjaga ritme tidur agar tubuh bisa pulih secara optimal setiap malam.

Logompn

Published

on

Apakah begadang bisa merusak otak dalam jangka panjang simak penjelasannya!
Apakah Begadang Bisa Merusak Otak dalam Jangka Panjang? Simak Penjelasannya! Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 3 Mei 2025 - Fenomena begadang masih menjadi kebiasaan banyak orang, terutama di kalangan muda yang terbiasa menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam atau menikmati hiburan hingga dini hari.

Meski terlihat sepele, kebiasaan ini memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat, terutama soal dampaknya terhadap kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan.

Dalam sesi tanya jawab yang diunggah oleh dr. Tirta Mandira Hudhi, seorang praktisi di bidang kesehatan, yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Senin (28/4), topik begadang kembali menjadi sorotan.

Banyak yang penasaran, apakah begadang benar-benar bisa merusak sel otak atau hanya sekadar isu yang dibesar-besarkan?

Melalui penjelasan berbasis data dan pengalaman klinis, dr. Tirta mencoba meluruskan berbagai mitos sekaligus memberikan pemahaman yang lebih akurat.

Alih-alih menakut-nakuti, penjelasan dr. Tirta justru mengajak publik untuk memahami mekanisme biologis di balik pentingnya tidur malam.

Ia menguraikan bagaimana begadang bisa mengganggu ritme sirkadian tubuh yang berfungsi untuk pemulihan sel, termasuk sel otak dan kulit.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa sebenarnya dampak begadang terhadap kesehatan, berdasarkan informasi medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apa Itu Begadang dan Mengapa Penting Dibahas?

Begadang adalah kebiasaan terjaga hingga larut malam, umumnya dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan, menikmati hiburan, atau menjalani aktivitas lainnya.

Kebiasaan ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian masyarakat, terutama di kota-kota besar yang tidak pernah benar-benar tidur.

Meski dianggap wajar, begadang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan otak.

dr. Tirta menegaskan bahwa begadang berdampak pada siklus tidur alami tubuh, yang dikenal sebagai ritme sirkadian.

Baca Juga:  Menkes Sentil Kebiasaan Warga +62 Pemicu Diabetes hingga Berbagai Penyakit Kronis Lain

Bagaimana Begadang Mempengaruhi Otak?

Menurut dr. Tirta, pernyataan bahwa begadang secara langsung “merusak sel otak” dinilai berlebihan dan dapat memicu ketakutan yang tidak berdasar (fear mongering).

“Begadang itu sebenarnya menghambat recovery tubuh dan mengganggu sirkadian ritme di mana sirkadian ritme itu sangat penting bagi tubuh untuk recovery sel” ujar dr. Tirta, sebagaimana dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng, pada Sabtu (3/5).

Ketika seseorang begadang, waktu tidur yang semestinya digunakan tubuh untuk melakukan pemulihan sel menjadi berkurang.

Akibatnya, tidak hanya otak yang terdampak tetapi juga bagian tubuh lain seperti kulit.

“Ketika tubuh kan malam itu ada melatonin yang keluar recovery berjalan. Nah, karena kurang recovery akhirnya kulitnya menjadi beradaptasi,” jelasnya.

Apa Dampaknya bagi Kesehatan Fisik?

Selain mempengaruhi otak, begadang berdampak luas terhadap kesehatan fisik.

Kurangnya tidur dapat mengganggu proses regenerasi sel kulit, menyebabkan kulit menjadi kering dan berkerut.

Hal ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan cukup waktu untuk memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak saat malam hari.

Selain itu, dr. Tirta juga mengaitkan begadang dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan lain seperti nyeri kepala tipe tension-type headache (TTH) dan migrain.

“Orang yang jam tidurnya kacau itu biasa akan rentan mengalami tension-type headache dan migrain” ungkap dr. Tirta.

Apakah Begadang Selalu Berbahaya?

Meskipun begitu, dr. Tirta menekankan bahwa tidak semua begadang otomatis berbahaya.

Sesekali begadang untuk alasan tertentu, seperti menonton pertandingan sepak bola, tidak langsung menyebabkan kerusakan serius pada otak.

Namun, kebiasaan begadang yang berulang tanpa diimbangi pemulihan yang cukup dapat menimbulkan efek kumulatif terhadap kesehatan fisik dan mental.

Bagaimana Cara Mengurangi Dampak Begadang?

dr. Tirta memberikan beberapa saran untuk mengurangi dampak begadang.

Baca Juga:  Riset Ungkap Kematian Akibat Kanker pada Pria Diprediksi Melonjak Hingga 2050

Misalnya, jika harus begadang, usahakan untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang seimbang dan cukup cairan.

Ia juga menyarankan agar mereka yang memiliki pola tidur berantakan melakukan teknik relaksasi seperti kompres hangat untuk mengurangi ketegangan otot dan nyeri kepala.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending