Connect with us

Lifestyle

Apakah Tidur yang Berantakan Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?

Benarkah tidur yang berantakan dapat memicu sakit kepala? simak selengkapnya di sini.

Logompn

Published

on

Apakah tidur yang berantakan bisa menyebabkan sakit kepala
Begadang dan tidur tak teratur bisa sebabkan migrain dan sakit kepala. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 4 Mei 2025 - Gangguan pola tidur seperti begadang terbukti dapat menyebabkan sakit kepala dan berdampak serius pada kesehatan fisik. Menurut penjelasan ahli kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi yang disampaikan pada sesi tanya jawab kesehatan di YouTube Tirta PengPengPeng pada Senin (28/4). 

Pola tidur yang kacau menghambat proses pemulihan tubuh, memicu penyempitan pembuluh darah di kepala, dan meningkatkan risiko ketegangan otot yang berujung pada sakit kepala. 

Efek ini terutama dialami oleh individu yang sering begadang atau memiliki jadwal tidur tidak teratur.

dr Tirta menegaskan bahwa begadang mengurangi waktu pemulihan alami tubuh yang dibutuhkan untuk memperbaiki dan meregenerasi sel-sel tubuh, termasuk sel otak dan kulit. 

“Begadang itu mengurangi jatah recovery dari tubuh, jadi enggak hanya sel otak, tapi juga sel kulit,” kata dr Tirta, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada Minggu (4/5).

Kurangnya waktu tidur menyebabkan gangguan ritme sirkadian yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik.

Selain itu, dr Tirta menyebutkan bahwa tidur yang berantakan dapat memicu dua jenis sakit kepala yang umum terjadi, yaitu tension–type headache (TTH) dan migrain. 

Keduanya disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah kecil di kepala yang menimbulkan sensasi nyeri hebat. 

“Orang yang jam tidurnya kacau itu biasa akan rentan mengalami namanya ada dua, TTH dan migrain,” tambah dr Tirta.

Begadang dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Fisik

Begadang tidak hanya memengaruhi kualitas tidur, tetapi juga berdampak luas pada kesehatan fisik. 

Baca Juga:  8 Makanan yang Bisa Bantu Turunkan Kolesterol, Mudah Dicari dan Aman Dikonsumsi!

dr Tirta menguraikan bahwa begadang menghambat proses regenerasi sel-sel tubuh yang seharusnya berlangsung optimal saat tidur malam. 

Kekurangan tidur mengganggu pelepasan hormon melatonin yang penting untuk pemulihan tubuh.

Begadang juga berdampak pada kulit. Orang yang sering begadang cenderung mengalami penuaan kulit lebih cepat karena kurangnya waktu pemulihan. 

“Kulit itu recovery-nya malam. Kalau begadang, kulit akan beradaptasi dan akhirnya sering berkerut,” ujar dr Tirta.

Selain mempengaruhi kulit, kurang tidur juga berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon yang dapat memperburuk kondisi kesehatan fisik, termasuk meningkatkan kadar trigliserida dan gula darah jika disertai pola makan yang buruk selama begadang.

Mekanisme Sakit Kepala Akibat Tidur Berantakan

dr Tirta menjelaskan bahwa kurang tidur atau tidur yang berantakan menyebabkan penyempitan pembuluh darah kecil di kepala, yang dikenal sebagai kapiler. Pembuluh darah yang menyempit secara berlebihan memicu sensasi nyeri yang hebat.

Terdapat dua jenis sakit kepala yang paling umum akibat gangguan tidur:

  1. Tension-Type Headache (TTH), nyeri pada bagian belakang kepala menjalar hingga leher.
  2. Migrain, biasanya disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah dan ketidakseimbangan kimia di otak.

“Satu pembuluh darah itu menyempit berlebihan akan menimbulkan sensasi nyeri yang hebat,” kata dr Tirta. 

dr Tirta menambahkan, meskipun sebagian orang yang sudah terbiasa dengan pola tidur malam (seperti pekerja shift) dapat beradaptasi, perubahan mendadak pada pola tidur dapat meningkatkan risiko sakit kepala.

Faktor Tambahan yang Memperparah Sakit Kepala

Selain kurang tidur, begadang sering kali disertai kebiasaan buruk seperti konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula pada malam hari. Pola makan ini memperberat kerja hati dan pankreas, meningkatkan kadar gula darah dan trigliserida, yang turut memperburuk kondisi kesehatan fisik.

Baca Juga:  Waspadai! Ini Makanan dan Minuman yang Bisa Memicu Asam Lambung Naik

Ketegangan otot di sekitar leher dan punggung akibat postur tubuh yang buruk saat begadang juga menjadi faktor pemicu tambahan. 

dr Tirta menjelaskan bahwa posisi tidur atau duduk yang salah dapat menyebabkan otot menjadi tegang, memperparah sakit kepala tipe TTH.

Penanganan dan Pencegahan

Sebagai langkah awal untuk mengurangi sakit kepala yang disebabkan oleh pola tidur tidak teratur, dr Tirta merekomendasikan:

  • Mengompres area belakang kepala dengan air hangat.
  • Menggunakan obat pereda nyeri jika diperlukan.
  • Berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf jika nyeri tidak kunjung reda setelah satu hingga dua hari.

Selain itu, menjaga pola tidur yang konsisten dan cukup sangat penting. dr Tirta juga menyarankan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan menghindari konsumsi makanan tinggi gula saat begadang.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending