Connect with us

Internasional

Israel Kepung RS Indonesia di Gaza, Tembak Siapa pun yang Bergerak

Israel kembali mengepung Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, pada Minggu malam (18/5).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 20t091724.855
Rumah Sakit Indonesia di Gaza diserang Israel pada Minggu (18/5) | Gambar: AFP/Mohammad Ahmad

MPN Indonesia 20 Mei 2025 - Israel kembali mengepung Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, pada Minggu malam (18/5), dalam serangan bersenjata yang membuat fasilitas kesehatan itu berhenti beroperasi total.

Pasukan Israel menerapkan pengepungan ketat sambil melancarkan ofensif darat dan serangan drone di wilayah tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, aksi ini memicu kepanikan di antara pasien dan staf medis yang masih berada di dalam gedung rumah sakit.

Tak Ada Lagi RS di Gaza

Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dr Marwan al-Sultan, menyatakan bahwa unit perawatan intensif menjadi salah satu target langsung dalam serangan itu.

Ia mengungkapkan bahwa saat pengepungan berlangsung, terdapat sekitar 30 pasien dan 15 staf medis yang terjebak di dalam fasilitas.

“Tidak ada yang bisa menjangkau rumah sakit,” katanya dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera.

Akibat pengepungan ini pergerakan pasien dan tenaga medis sepenuhnya terputus, sehingga layanan medis tidak dapat dilanjutkan.

Bahkan Marwan Al Sultan mengatakan Israel tak berpikir dua kali untuk menembak siapa pun yang bergerak.

Pengepungan ini memperparah krisis kemanusiaan di Gaza dan memperkuat tudingan terhadap Israel atas dugaan kejahatan perang dan genosida.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza sebelumnya menjadi satu-satunya rumah sakit publik yang masih berfungsi di Gaza Utara.

Kini, seluruh rumah sakit publik di wilayah tersebut dinyatakan tidak lagi beroperasi.

Israel Blokade Akses Kesehatan Gaza

Sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, fasilitas kesehatan di Gaza menjadi target serangan berulang.

Serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia merupakan bagian dari pola sistematis yang telah melumpuhkan puluhan rumah sakit, klinik, kendaraan medis, dan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Gaza.

Baca Juga:  Prabowo Minta Izin dan Dukungan 5 Negara Ini untuk Evakuasi 1.000 Warga Gaza

Selain Rumah Sakit Indonesia, rumah sakit lainnya yang terdampak antara lain al-Shifa, al-Ahli, al-Awda, Kamal Adwan, serta sejumlah pusat medis di selatan seperti Al-Aqsa di Deir el-Balah dan Kompleks Medis Nasser di Khan Younis.

Gaza mengalami kekurangan suplai medis kronis akibat blokade berkepanjangan. Bahan bakar, makanan, air bersih, serta peralatan medis tidak bisa masuk ke wilayah tersebut.

Akibatnya, rumah sakit tidak mampu menangani kondisi medis rutin, apalagi dalam situasi darurat.

53 Ribu Warga Gaza Tewas

Menurut Konvensi Jenewa 1949, menyerang fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan pasien tergolong sebagai kejahatan perang.

Namun, Israel terus melakukan pengeboman terhadap rumah sakit, termasuk dua serangan baru-baru ini di Khan Younis, di mana sembilan rudal menghantam sekitar Rumah Sakit Eropa Gaza, menewaskan sedikitnya 16 orang.

UNICEF mencatat bahwa pada 10 hari terakhir Maret, rata-rata 100 anak terbunuh atau terluka setiap hari akibat serangan udara.

Sejak 7 Oktober 2023, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan sekitar 53.000 orang telah tewas, dengan hampir 3.000 korban tewas setelah Israel membatalkan gencatan senjata pada 18 Maret.

(ADN/NID/RAD)

Trending