Connect with us

Lifestyle

Nahan Bersin Bisa Sebabkan Gangguan Serius, dr Tirta: Bersin Itu Sehat

Menahan bersin bisa picu risiko pecah pembuluh darah dan gangguan telinga. dr Tirta imbau masyarakat tidak anggap remeh kebiasaan ini.

Logompn

Published

on

Nahan bersin bisa sebabkan gangguan serius, dr tirta bersin itu sehat
Ilustrasi Wanita sedang Bersin. Gambar : Freepik

MPN Indonesia 11 Juni 2025 - Menahan bersin sering dianggap sebagai kebiasaan kecil yang tidak berbahaya.

Namun, tindakan ini ternyata bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan tubuh, khususnya pada bagian kepala, telinga, dan mata.

Tekanan tinggi yang seharusnya keluar saat bersin dapat berbalik ke dalam tubuh jika ditahan, memicu kerusakan organ dalam yang jarang disadari.

Melalui kanal YouTube pribadinya pada (14/2), dr Tirta menjelaskan bahwa menahan bersin bukanlah hal yang sepele.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, kebiasaan ini dapat membahayakan karena memicu gangguan tekanan di dalam kepala.

“Nahan bersin bisa meningkatkan risiko kerusakan gendang telinga dan pembuluh darah kapiler di mata, walaupun jarang terjadi, tetapi resikonya meningkat” ujarnya, seperti dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng, pada Rabu (11/6).

Menurut dr Tirta, bersin adalah reaksi alami tubuh untuk mengusir benda asing dari saluran pernapasan.

Jika ditahan, tubuh kehilangan mekanisme pertahanannya dan justru bisa menimbulkan masalah baru.

“Biarkan bersin itu lepas. Intinya bisa bersin, bisa batuk, bisa kentut, itu kamu adalah alami, berarti tubuhmu sehat. Enggak bisa kentut bermasalah, engga bisa bersin dan batuk kesedak,” lanjutnya. 

Meski jarang terjadi, dr Tirta menegaskan bahwa risiko pecahnya pembuluh darah akibat menahan bersin tetap nyata dan sebaiknya dihindari.

Risiko Medis Saat Menahan Bersin

Secara medis, bersin melibatkan sistem saraf kranial seperti nervus 9, trigeminal, dan vagus.

Saat ada partikel asing di saluran pernapasan atas, tubuh merespons dengan refleks bersin untuk membersihkannya.

Jika refleks ini dicegah, tekanan besar yang seharusnya keluar dari hidung akan berpindah ke area lain di kepala.

Baca Juga:  Darah Tinggi Lebih Berbahaya dari Rokok? Ini Faktanya!

“Kalau kita menahan hidung supaya enggak bersuara, maka tekanan hebat akibat bersin itu akan mengganggu gendang telinga,” jelas dr Tirta.

Karena hidung, tenggorokan, dan telinga terhubung lewat saluran tuba eustachius, tekanan dari bersin yang tertahan bisa menyebar dan mengganggu fungsi telinga hingga menyebabkan tekanan balik ke kepala.

“Tekanan ini tinggi, tidak tersalurkan dengan normal, itu akan membuat tekanan udaranya kayak balik ke dalam kepala,” tambahnya.

Fungsi Dasar Tubuh yang Harus Dijaga

Selain dampak langsung pada telinga dan mata, ketidakmampuan untuk bersin secara alami juga bisa menandakan adanya gangguan kesehatan fisik.

Bersin, batuk, dan kentut adalah refleks dasar yang menandakan tubuh bekerja dengan normal.

Jika salah satu fungsi ini terganggu, bisa jadi itu adalah sinyal masalah yang lebih serius.

Dalam videonya, dr Tirta juga mengingatkan bahwa menjaga fungsi-fungsi dasar tubuh seperti bersin merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh, termasuk kesehatan mental dan sistem saraf.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending