Lifestyle
Ini Batas Aman Konsumsi Matcha untuk Jantung, Ginjal, dan Ibu Hamil
Matcha bermanfaat tapi berisiko bagi penderita jantung, ginjal, dan ibu hamil. Konsumsi berlebihan bisa ganggu penyerapan zat besi dan picu masalah kesehatan.
MPN Indonesia 15 Juni 2025 - Matcha, bubuk teh hijau yang dikenal kaya antioksidan, semakin populer di kalangan masyarakat.
Meski bermanfaat, konsumsi matcha tetap perlu dibatasi, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan fisik tertentu.
Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah, dr. Liliana, M.Gizi, Sp.G.K, menjelaskan bahwa kandungan kafein dan aluminium dalam matcha bisa menjadi risiko bagi pasien jantung dan ginjal.
“Kafein berlebihan dapat memicu masalah jantung, sedangkan akumulasi aluminium berbahaya bagi pasien gagal ginjal. Oleh karena itu, pasien jantung dan gagal ginjal sebaiknya menghindari teh atau matcha,” ujar dr. Liliana kepada MPN Indonesia dalam pesan singkat pada Rabu (11/6).
Perhatian Khusus untuk Ibu Hamil
Konsumsi matcha juga perlu diawasi oleh ibu hamil. Kandungan kafein dan tanin di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi, nutrien penting selama masa kehamilan.
“Intinya, konsumsi matcha tetap boleh selama tidak berlebihan, dan perhatikan kondisi kesehatan masing-masing,” lanjut dr. Liliana.
Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung perkembangan janin secara optimal.
Risiko Konsumsi Berlebihan
Konsumsi matcha secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan pada sistem tubuh.
Studi pada hewan menunjukkan bahwa katekin dalam jumlah besar, setara dengan 8 hingga 16 gelas teh per hari, dapat merusak organ seperti hati, pankreas, saraf, dan tiroid.
Meski efek serupa belum tercatat pada manusia, konsumsi tetap perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.
Kandungan Senyawa Aktif dan Potensi Bahaya
Matcha mengandung sejumlah senyawa aktif, seperti antioksidan polifenol (katekin), asam amino, kafein, dan tanin.
Sekitar 3% dari komposisinya adalah kafein, yang bisa memicu gangguan jantung bila dikonsumsi berlebihan.
Selain itu, akumulasi aluminium dalam tubuh juga berbahaya jika melebihi batas 2 mg/kg berat badan per minggu, terutama bagi penderita gangguan ginjal kronis.
Matcha juga mengandung tanin, yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam usus.
Efek ini akan semakin terasa jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi zat besi seperti daging sapi atau hati ayam.
Bagi penderita anemia atau individu yang berisiko kekurangan zat besi, sebaiknya tidak mengonsumsi matcha bersamaan dengan makanan tersebut.
Cara dan Waktu Konsumsi yang Disarankan
Agar manfaat antioksidan dalam matcha maksimal, disarankan menyeduhnya pada suhu 85 derajat Celsius selama tiga menit dan dikonsumsi saat perut kosong.
Katekin bisa kehilangan efektivitas jika bercampur dengan makanan yang mengandung lemak dan protein.
Mengombinasikan konsumsi matcha dengan vitamin C dan karbohidrat dari buah-buahan juga dapat meningkatkan penyerapan senyawa bermanfaat.
Namun, konsumen juga perlu mewaspadai matcha dalam bentuk minuman kekinian, yang umumnya tinggi gula dan susu.
Batas konsumsi gula harian adalah 50 gram atau sekitar 12 sendok teh. Jika tidak dikontrol, konsumsi berlebih dapat memicu masalah kesehatan lain seperti obesitas dan diabetes.
Anjuran untuk Konsumen dengan Kondisi Medis
Penderita penyakit jantung disarankan membatasi atau menghindari matcha karena kandungan kafeinnya berpotensi memicu detak jantung tidak normal.
Hal serupa berlaku untuk penderita gagal ginjal yang harus mewaspadai kandungan aluminium.
“Masalah dari konsumsi teh hijau atau teh hitam umumnya dari konsumsi kafein berlebihan, menumpuknya aluminium dari teh yang melebihi anjuran, dan masalah penyerapan zat besi,” tutup dr. Liliana.
Ibu hamil juga termasuk kelompok yang perlu berhati-hati dalam mengonsumsi matcha. Konsumsi berlebihan dapat mengganggu penyerapan zat besi dan meningkatkan risiko anemia.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
