Connect with us

Internasional

Kewalahan Dibombardir Iran, Israel Stop Aktivitas Sekolah, Kantor hingga Penerbangan

Israel hentikan seluruh kegiatan pendidikan, perkantoran, hingga penerbangan setelah serangan besar-besaran dari Iran.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 17t104848.428
Gambar udara dari lokasi kejadian saat sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran menghantam dan menyebabkan kerusakan di Rishon Lezion, Sabtu (14/6) | Gambar: Reuters/Ammar Awad

MPN Indonesia 17 Juni 2025 - Pemerintah Israel hentikan seluruh kegiatan pendidikan, perkantoran, hingga penerbangan setelah serangan besar-besaran dari Iran memaksa negara tersebut menerapkan kebijakan darurat nasional.

Kebijakan ini mulai berlaku sejak Jumat (13/6) pukul 03.00 waktu setempat, dengan batas waktu tergantung eskalasi situasi.

Dikutip MPN Indonesia dari The Jerusalem Post, Komando Garis Depan Israel mengumumkan bahwa seluruh wilayah negara kini berada di bawah aktivitas esensial saja.

Semua lembaga pendidikan, termasuk taman kanak-kanak, pusat penitipan anak, sekolah, pendidikan khusus, kamp musim panas, organisasi kepemudaan, hingga institusi pendidikan tinggi telah ditutup sepenuhnya.

Perkantoran, Hiburan, dan Penerbangan Lumpuh

Sebagian besar tempat kerja di seluruh Israel pun diperintahkan untuk tutup. Hanya sektor penting seperti layanan darurat dan kebutuhan vital masyarakat yang diizinkan beroperasi.

Aktivitas bisnis yang melibatkan interaksi langsung dengan pelanggan ditangguhkan, termasuk kegiatan olahraga dewasa, pusat hiburan, pertemuan publik, pernikahan, serta acara keagamaan. Akses ke mal, pusat kebugaran, dan studio latihan juga ditutup total.

Penerbangan keluar dan masuk Israel terganggu parah. Bandara Internasional Ben-Gurion terlihat nyaris kosong setelah eskalasi militer antara Israel dan Iran.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Transportasi tengah menyusun skema penerbangan penyelamatan.

Lebih dari 50 Ribu Warga Israel Terlantar di Luar Negeri

Menurut data resmi, lebih dari 50.000 warga Israel kini terlantar di luar negeri tanpa tiket pulang. Angka ini diperkirakan akan menembus 100.000 dalam waktu dekat.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Israel, Shmuel Zakai, menyatakan bahwa penutupan wilayah udara diperkirakan berlangsung “berminggu-minggu, bukan hanya hari atau jam”.

Baca Juga:  Parpol di Selandia Baru Kecam Israel soal Penculikan Aktivis yang Bawa Bantuan untuk Gaza

“Kami tidak akan membuka kembali lalu lintas udara penuh dalam waktu dekat. Prosesnya bertahap dan bisa saja terhenti sewaktu-waktu,” kata Zakai.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan manusia dan pesawat,” imbuhnya.

Warga Diminta Siapkan Ruang Perlindungan

Di dalam negeri, otoritas darurat Israel meminta warga untuk menyiapkan ruang perlindungan di rumah masing-masing.

Warga diminta mencari lokasi teraman, seperti ruangan yang diperkuat, tempat perlindungan bawah tanah, atau area tangga dalam gedung.

Masyarakat juga diimbau menghindari ruang-ruang berisiko tinggi seperti dapur dan kamar mandi, yang berisi benda pecah belah atau instalasi berat yang bisa runtuh saat terjadi ledakan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending