Connect with us

Internasional

Trump Klaim Gencatan Senjata Telah Disepakati antara Israel dan Iran

Trump umumkan gencatan senjata Iran-Israel usai “Perang 12 Hari”, namun serangan masih terjadi dan belum ada konfirmasi resmi dari kedua negara.

Logompn

Published

on

Trump klaim gencatan senjata telah disepakati antara israel dan iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Gambar : AP Photo/Alex Brandon

MPN Indonesia 24 Juni 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata “sepenuhnya dan total” yang diklaim akan segera berlaku dalam beberapa jam ke depan.

Pernyataan ini disampaikan Donald Trump pada Senin (23/6), menyusul serangan rudal Iran ke Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar yang menampung pasukan AS.

“Dengan asumsi bahwa semuanya berjalan sebagaimana mestinya, yang akan terjadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua Negara, Israel dan Iran, karena memiliki Stamina, Keberanian, dan Kecerdasan untuk mengakhiri, apa yang seharusnya disebut, ‘PERANG 12 HARI’,” tulis Donald Trump, dikutip MPN Indonesia dari akun X @TrumpDailyPosts, Selasa (24/6).

Ia menambahkan, “Ini adalah Perang yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun, dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, tetapi itu tidak terjadi, dan tidak akan pernah terjadi! Tuhan memberkati Israel, Tuhan memberkati Iran, Tuhan memberkati Timur Tengah, Tuhan memberkati Amerika Serikat, dan TUHAN memberkati DUNIA!”

Serangan Terus Berlanjut Meski Gencatan Senjata Diumumkan

Hingga lebih dari satu jam setelah pengumuman tersebut, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel maupun Iran.

Wartawan Al Jazeera di Tehran, Tohid Asadi, melaporkan bahwa situasi di lapangan menunjukkan masih adanya serangan udara.

“Beberapa menit yang lalu, kami mendengar suara ledakan yang terkait dengan intersepsi dan aktivasi sistem pertahanan udara di seluruh ibu kota,” kata Asadi.

Eskalasi Serangan Sebelum Pengumuman Gencatan Senjata

Ketegangan meningkat sejak serangan besar Israel ke Iran pada 13 Juni.

Serangan itu disebut sebagai langkah “pencegahan” terhadap program nuklir dan rudal Iran, dan menewaskan ratusan orang, termasuk sejumlah jenderal.

Baca Juga:  Rusia Wanti-Wanti AS Jangan Intervensi Konflik Iran-Israel

Iran menyebutnya sebagai agresi yang melanggar Piagam PBB.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal ke wilayah Israel, menyebabkan kerusakan besar.

Pada Sabtu (21/6), Donald Trump menyetujui serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran.

Dua hari kemudian, Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar.

Donald Trump menilai serangan itu “lemah” dan menyatakan AS tidak akan merespons lebih lanjut.

Keraguan terhadap Kesepakatan

Analis Timur Tengah, Omar Rahman menyebut bahwa pernyataan Donald Trump masih menyisakan pertanyaan.

“Jika itu adalah operasi terakhir, apakah perang akan segera berakhir? Tentu saja tidak. Jadi, saya tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujar Rahman.

Laporan lapangan juga menunjukkan serangan dari Israel masih berlangsung, sementara pertahanan udara Iran tetap aktif.

Potensi Ancaman Nuklir Iran

Analis Al Jazeera Media Institute, Liqaa Maki, menilai AS kemungkinan menahan diri dari balasan jika tidak ada korban jiwa dari serangan Iran.

Ia menyebut bahwa AS perlu mengubah kemenangan militer menjadi pencapaian politik melalui kesepakatan resmi.

Maki memperingatkan bahwa Iran masih memiliki stok uranium yang diperkaya dan kemampuan teknis untuk melanjutkan program nuklirnya.

“Jadi dalam dua hingga tiga tahun, Iran bisa melanjutkan aktivitas nuklirnya tanpa pengawasan. Iran bisa memproduksi bom tanpa diketahui dunia,” ungkapnya.

Tuduhan Kejahatan Perang

Iran menuduh Israel melanggar hukum internasional dengan menyerang infrastruktur sipil dan menewaskan ratusan warga.

Tindakan ini dianggap sebagai kejahatan perang dan dinilai membutuhkan pertanggungjawaban.

Meskipun Donald Trump telah mengumumkan gencatan senjata, situasi di lapangan menunjukkan bahwa konflik masih berlangsung, dan belum ada kepastian mengenai implementasi kesepakatan tersebut.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending