Internasional
Dokter Gaza Disiksa Israel di Bawah Tanah sejak 2024, Berat Badan Turun hampir 50%
Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara, Dr. Hussam Abu Safiya, mengalami kondisi kritis setelah ditahan Israel sejak Desember 2024.
MPN Indonesia 16 Juli 2025 - Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara, Dr. Hussam Abu Safiya, mengalami kondisi kritis setelah ditahan oleh otoritas Israel sejak Desember 2024.
Ia diduga mengalami penyiksaan, kelaparan, dan isolasi dalam sel bawah tanah yang gelap dan lembap.
Bahkan dilaporkan oleh pengacara Abu Safiya, Ramy Abdu, berat badan kliennya itu mengalami penurunan hampir 50%.
“Berat badannya turun lebih dari 40 kilogram, lebih dari sepertiga berat badannya. Pada saat itu (saat penculikannya), berat badannya 100 kilogram, sekarang, berat badannya tidak lebih dari 60 kilogram,” tutur Abdu, Senin (14/7), dikutip MPN Indonesia dari Press TV.
Disiksa secara Brutal
Ramy Abdu menyampaikan bahwa pada 9 Juli lalu ia mengunjungi kliennya yang berada di Penjara Ofer, tepatnya di Kamar 1, Seksi 24.
Menurutnya, Abu Safiya telah dipukuli secara brutal pada 24 Juni 2025, terutama di bagian dada, wajah, kepala, punggung, dan leher, yang menyebabkan memar parah.
“Pada 24 Juni 2025, dia dipukuli dengan keji. Kamarnya digerebek secara khusus. Dia diserang secara brutal di area dada dan mengalami memar parah di bagian wajah, kepala, punggung, dan leher. Pemukulan berlangsung sekitar 30 menit,” kata Abdu.
Pengacara Abu Safiya lainnya, Ghaida Qasem, menyatakan bahwa kliennya itu tidak menerima makanan yang cukup dan tidak mendapatkan perawatan medis meskipun memiliki gangguan jantung.
Selain itu, Abu Safiya juga terus menerus mengenakan pakaian musim dingin yang sama sejak penangkapannya.
“Dia ditahan di sel bawah tanah yang tanpa cahaya matahari, mengenakan pakaian musim dingin yang sama sejak ditangkap. Ia kelaparan, disiksa, dan terisolasi,” ujar Qasem dalam pernyataan tertulis, Senin (14/7).
Penahanan Abu Safiya
Dr. Abu Safiya ditangkap saat pasukan Israel menggerebek Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya pada 27 Desember 2024, yang saat itu masih menjadi fasilitas medis utama di Gaza bagian utara.
Dalam operasi tersebut, sejumlah staf medis dan pasien juga turut diculik. Penahanan ini menjadi bagian dari tindakan militer yang semakin memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Sejak saat itu, Abu Safiya diduga tidak mendapat akses ke layanan medis meskipun menderita aritmia jantung.
Selain kondisi fisiknya yang memburuk, kacamata yang dikirimkan kepada Abu Safiya oleh pengacaranya dilaporkan dirusak oleh pasukan Israel.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
