Connect with us

Internasional

Trump Beri Tenggat Waktu 10 Hari untuk Putin Akhiri Perang dengan Ukraina

Donald Trump memberikan tenggat waktu 10 hingga 12 hari kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menghentikan perang di Ukraina.

Logompn

Published

on

Trump beri tenggat waktu 10 hari untuk putin akhiri perang dengan ukraina
Trump Beri Tenggat Waktu 10 Hari untuk Putin Akhiri Perang dengan Ukraina | Gambar: Instagram/@whitehouse

MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi memberikan tenggat waktu 10 hingga 12 hari kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menghentikan perang di Ukraina.

Pernyataan ini disampaikan Trump kepada wartawan di atas Air Force One saat kembali ke Amerika Serikat setelah lima hari berada di Skotlandia untuk berunding terkait kesepakatan dagang.

“Sepuluh hari lagi, oke?” katanya dikutip MPN Indonesia dari CBC News, Rabu (30/7).

Trump menyatakan bahwa keputusan untuk mempersingkat tenggat waktu dari sebelumnya 50 hari menjadi hanya 10 hingga 12 hari disebabkan oleh kekecewaannya atas tidak adanya kemajuan dari pihak Rusia dalam mengakhiri konflik.

Trump menegaskan bahwa jika ultimatum tersebut tidak dipenuhi, Amerika Serikat akan memberlakukan sanksi baru dan lebih berat terhadap Rusia.

Meski awalnya sempat ragu, Trump akhirnya tegas memberlakukan sanksi mengenai tarif meski ia mengaku tidak tahu apakah hal tersebut akan memengaruhi Rusia atau tidak.

“Kami akan mengenakan tarif dan sebagainya, dan saya tidak tahu apakah itu akan memengaruhi Rusia, karena dia jelas ingin melanjutkan perang,” tambahnya.

Trump Frustrasi dengan Sikap Bebal Putin

Beberapa waktu lalu, masih dikutip sumber yang sama, Trump sempat menunjukkan rasa frustrasinya dengan mengaku bahwa ia sempat berpikir Putin menginginkan perdamaian setelah panggilan telepon dengannya, namun keesokan harinya justru warga Ukraina lebih banyak yang terbunuh.

“Saya selalu menutup telepon, bilang, ‘Wah, itu panggilan telepon yang bagus,’ lalu rudal diluncurkan ke Kyiv atau kota lain. Dan setelah itu terjadi tiga atau empat kali, Anda bilang, pembicaraan itu tidak berarti apa-apa,” kata Trump awal Juli lalu.

Baca Juga:  Wapres Venezuela Tuntut AS Bebaskan Nicolas Maduro, Sebut AS Penculik Brutal

Puncaknya, Senin (28/7) Trump mengungkapkan bahwa ia sangat kecewa dengan Putin atas pengeboman berkelanjutan yang dilakukan Moskow terhadap Ukraina. Akhirnya, ia memperpendek waktu kesepakatan menjadi 10 hari.

“Tidak ada alasan untuk menunggu. Kami tidak melihat kemajuan yang dibuat Rusia,” ujar Trump, menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk mempercepat tercapainya perdamaian.

Respons Ukraina dan Rusia Atas Ancaman Trump

Sikap tegas Trump mendapat dukungan langsung dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Melalui media sosial, Zelensky menyampaikan apresiasinya terhadap sikap Presiden Amerika Serikat tersebut.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Trump atas fokusnya dalam menyelamatkan nyawa dan menghentikan perang yang mengerikan ini,” tulis Zelensky.

Ia menilai keputusan Trump datang pada saat yang tepat ketika upaya nyata untuk perdamaian sangat dibutuhkan.

Sementara itu, mantan Presiden Rusia dan sekutu dekat Putin, Dmitry Medvedev justru mengkritik keras sikap Trump.

Melalui akun media sosial X, Medvedev menilai bahwa penggunaan ultimatum seperti itu adalah langkah yang berisiko.

“Setiap ultimatum baru adalah ancaman dan langkah menuju perang. Bukan antara Rusia dan Ukraina, tetapi dengan negara dia sendiri,” tulis Medvedev, memperingatkan potensi eskalasi konflik internasional.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyatakan bahwa perdamaian hanya bisa dicapai jika negara-negara Barat menghentikan pasokan senjata ke Ukraina. Posisi ini belum berubah sejak pernyataan tersebut dikeluarkan.

Namun sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah Rusia mengenai ultimatum baru tersebut.

Dengan tenggat waktu baru yang diumumkan pada Senin (28/7) lalu, dunia kini menunggu apakah pemerintah Rusia akan memberikan respons atau memenuhi tuntutan yang diajukan Presiden Amerika Serikat tersebut.

Baca Juga:  Putin Ungkap Cucu Fasih Bahasa Mandarin, Pengasuhnya Langsung Dari Beijing

(ADN/NID/RAD)

Trending