Connect with us

Internasional

Dituduh Israel Lindungi Hamas, Qatar Jawab Santai Begini

Pemerintah Qatar beri respons tegas terhadap tuduhan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menuding Doha melindungi serta membiayai pejabat Hamas.

Logompn

Published

on

Dituduh israel lindungi hamas, qatar jawab santai begini
Dituduh Israel Lindungi Hamas, Qatar Jawab Santai Begini | Gambar: AP Photo/Khalid Mohammed

MPN Indonesia 13 September 2025 - Pemerintah Qatar beri respons tegas terhadap tuduhan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menuding Doha melindungi serta membiayai pejabat Hamas.

Qatar menilai pernyataan Netanyahu sebagai ancaman terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan sebuah upaya pembenaran serangan Israel ke wilayahnya.

Tuduhan itu disampaikan sehari setelah Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan para pejabat Hamas di ibu kota Qatar, Doha Selasa (9/9).

Kementerian Luar Negeri Qatar menanggapi dengan menegaskan bahwa Netanyahu sepenuhnya mengetahui keberadaan kantor Hamas di Doha merupakan bagian dari upaya mediasi yang diminta oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Negosiasi selalu dilakukan secara resmi dan transparan, dengan dukungan internasional dan di hadapan delegasi AS dan Israel. Sindiran Netanyahu bahwa Qatar diam-diam melindungi delegasi Hamas adalah upaya putus asa untuk membenarkan kejahatan yang dikutuk oleh seluruh dunia,” bunyi pernyataan resmi Qatar, dikutip MPN Indonesia dari akun X @MofaQatar_EN pada Sabtu (13/9).

Qatar sebagai Mediator Israel-Hamas

Kementerian Luar Negeri Qatar menolak keras tudingan Netanyahu yang menyamakan tindakan Israel dengan operasi Amerika Serikat terhadap Al-Qaeda setelah peristiwa 11 September.

Qatar menegaskan bahwa tidak ada mediasi internasional yang melibatkan Al-Qaeda, sementara peran Qatar telah diakui secara global sebagai pihak penting dalam upaya perdamaian di Gaza.

“Netanyahu sepenuhnya menyadari bahwa penempatan kantor Hamas terjadi dalam kerangka upaya mediasi Qatar yang diminta oleh Amerika Serikat dan Israel,” tegas Kementerian Luar Negeri Qatar.

Qatar, bersama Mesir dan Amerika Serikat diketahui telah berperan sebagai mediator utama dalam upaya menghentikan perang antara Israel dan Hamas yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 yang telah menewaskan lebih dari 64.600 warga Palestina.

Baca Juga:  Qatar dan Abu Dhabi Beri Bantuan Presiden Prabowo Bangun 7 Juta Rumah di Indonesia

Doha menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjadi mitra internasional yang tidak memihak demi menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Serangan Israel ke Doha

Serangan udara Israel pada Selasa (9/9) disebut menargetkan pertemuan para pemimpin tinggi Hamas di Doha. Pertemuan itu membahas proposal gencatan senjata sandera baru yang disponsori Amerika Serikat untuk menghentikan perang di Gaza.

Hamas menyatakan bahwa seluruh pimpinan utamanya selamat, namun lima orang tewas. Kelima orang tersebut adalah pemimpin Hamas untuk Gaza sekaligus negosiator utama Putra Khalil al-Hayya, tiga pengawal, serta kepala kantor al-Hayya.

Selain itu, seorang petugas keamanan Qatar juga dilaporkan meninggal dalam serangan tersebut.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending