Viral
Polisi Bantah Kematian Timothy Mahasiswa Unud karena Bullying
Pihak kepolisian menyebut kematian Timothy Anugerah bukan disebabkan oleh tindakan bullying atau perundungan sebagaimana isu yang beredar di media sosial.
MPN Indonesia 21 Oktober 2025 - Kepolisian memastikan kematian Timothy Anugerah (22), mahasiswa Universitas Udayana (Unud), bukan disebabkan oleh tindakan bullying atau perundungan sebagaimana isu yang beredar di media sosial.
Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Laksmi Trisnadewi, menjelaskan bahwa kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya memeriksa 19 saksi, terdiri atas teman kuliah, dosen, dan orang tua korban.
“Kalau untuk menjadi korban pembullyan, itu dari teman-temannya pun merasa sangat kecil sekali kemungkinannya terjadi. Karena korban ini orang yang berprinsip sekali. Jadi bukan tipe-tipe yang seperti akan gampang di-bully seperti itu,” ujar Laksmi di ruang kerjanya, dikutip MPN Indonesia dari tayangan YouTube tvOnenewscom pada Selasa (21/10).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), rekaman CCTV, dan keterangan saksi, polisi menyimpulkan bahwa korban tidak terpeleset ataupun mengalami tindak kekerasan.
“Kalau untuk jatuh terpeleset, tidak ya. Karena di sana itu tempat duduk, kemudian ada pagar atau balkon. Jadi lebih memungkinkan korban itu naik, kemudian jatuh seperti itu,” jelas Laksmi.
Polisi Duga Korban Jatuh dengan Sengaja
Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (15/10) sekitar pukul 09.00 Wita di salah satu gedung kampus Unud yang memiliki pagar pengaman cukup tinggi.
Setelah ditemukan dalam kondisi kritis di area bawah gedung, Timothy segera dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 Wita.
Usai kejadian tersebut, polisi memastikan struktur bangunan di lokasi tidak memungkinkan seseorang terpeleset tanpa usaha menaiki pagar atau balkon.
Hasil olah TKP serta rekaman kamera pengawas juga memperkuat kesimpulan bahwa jatuhnya korban bukan karena kecelakaan.
Polisi menduga korban menjatuhkan diri secara sengaja, meski belum ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
19 Saksi Diperiksa Kepolisian
Dari hasil pemeriksaan terhadap 19 saksi, termasuk rekan sekelas, dosen, dan pihak keluarga, diketahui bahwa korban dikenal sebagai sosok cerdas dan tegas di lingkungan kampus.
“Rekan-rekan itu segan, malahan,” kata Laksmi. Berdasarkan kesaksian tersebut, polisi menilai kemungkinan korban menjadi korban perundungan sangat kecil.
Selain itu, rekaman CCTV menunjukkan aktivitas korban sebelum kejadian tanpa adanya interaksi mencurigakan dengan pihak lain.
Tidak ditemukan pula tanda-tanda kekerasan di tubuh atau indikasi korban mengalami dorongan sebelum jatuh dari lantai empat.
“Dari hasil penyelidikan kami, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun keterlibatan pihak lain,” ujar Laksmi.
Namun, pihak kepolisian hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan tambahan untuk memperjelas motif di balik tindakan yang diduga dilakukan korban.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
