Connect with us

Lifestyle

Benarkah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya!

Begadang tidak membuat tubuh langsing, malah memicu rasa lapar dan memperlambat metabolisme tubuh.

Logompn

Published

on

Benarkah begadang bisa menurunkan berat badan ini penjelasannya!
Benarkah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan Ini Penjelasannya!. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 November 2025 - Pertanyaan apakah begadang bisa menurunkan berat badan sering muncul karena sebagian orang merasa tubuh mereka tampak lebih ringan setelah mengalami kurang tidur.

Namun, secara medis, tidak ada bukti yang mendukung anggapan bahwa begadang dapat menurunkan berat badan.

Sebaliknya, begadang dapat berdampak negatif terhadap metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan.

Dikutip MPN Indonesia dari laman Hallosehat, begadang atau kurang tidur diketahui meningkatkan hormon ghrelin (yang merangsang rasa lapar) dan menurunkan hormon leptin (yang memberi sinyal kenyang).

Perubahan hormon ini membuat seseorang lebih mudah lapar dan lebih mungkin mengonsumsi makanan tinggi kalori, seperti gorengan atau camilan manis di malam hari.

Dalam jangka panjang, kondisi ini justru meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Meskipun berat badan tampak turun setelah begadang, hal itu bukan penurunan lemak tubuh yang nyata, melainkan kemungkinan hanya kehilangan cairan tubuh sementara.

Efek begadang terhadap tubuh termasuk memperlambat metabolisme, menurunkan energi, dan membuat tubuh cenderung malas bergerak, yang semuanya dapat mempersulit penurunan berat badan.

Dampak Begadang terhadap Fisik

Kurang tidur atau begadang berdampak pada sistem metabolisme dan hormon tubuh yang berperan penting dalam pengaturan berat badan.

Saat tidur terganggu, terjadi ketidakseimbangan pada dua hormon utama:

  • Hormon ghrelin meningkat: memicu rasa lapar
  • Hormon leptin menurun: mengurangi rasa kenyang

Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, tidur hanya empat jam per malam dapat meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan.

Ini menjelaskan mengapa orang yang kurang tidur cenderung makan dalam jumlah lebih banyak, terutama makanan tinggi kalori.

Baca Juga:  Benarkah Sering Marah-Marah Sebabkan Hipertensi?

Kondisi ini meningkatkan risiko kelebihan kalori yang tidak terbakar dan akhirnya menumpuk sebagai lemak tubuh.

Begadang juga menyebabkan kelelahan fisik yang membuat seseorang enggan melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.

Akibatnya, proses pembakaran kalori semakin tidak maksimal dan berat badan menjadi sulit turun.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya seperti:

  • Kenaikan berat badan
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan kesehatan mental

Begadang Tidak Efektif untuk Diet

Penurunan berat badan yang terjadi akibat begadang bukan penurunan lemak, melainkan hanya efek sementara seperti kehilangan cairan tubuh.

Jika seseorang sedang menjalani diet, kualitas tidur yang buruk dapat menggagalkan usaha diet tersebut.

Hal ini karena nafsu makan meningkat, aktivitas fisik menurun, dan metabolisme tubuh terganggu.

Bagi individu yang mengalami gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau restless leg syndrome, kondisi ini semakin memperburuk efektivitas program penurunan berat badan.

Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur tetap baik adalah bagian penting dari upaya menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending