Lifestyle
Waspada Bahaya GERD! Bisa Picu Penyakit Ini…
GERD dapat memicu gangguan pernapasan serius seperti asma, bronkitis, pneumonia aspirasi, hingga fibrosis paru akibat mikroaspirasi dan refleks vagal.
MPN Indonesia 26 Januari 2026 - Penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan secara terus-menerus akibat lemahnya otot lower esophageal sphincter (LES).
Gangguan ini, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat memicu komplikasi serius pada sistem pernapasan, seperti bronkitis, pneumonia aspirasi, hingga fibrosis paru idiopatik.
Penyakit paru yang dipicu GERD dapat terjadi melalui dua mekanisme, yakni mikroaspirasi dan refleks vagal, dan keduanya menimbulkan dampak langsung pada kesehatan fisik penderita.
GERD tidak hanya menyebabkan rasa nyeri di dada yang kerap disalahartikan sebagai serangan jantung, tetapi juga bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru akibat iritasi atau masuknya isi lambung ke saluran pernapasan.
Dalam kondisi mikroaspirasi, asam lambung yang naik dapat masuk ke paru-paru secara tidak sengaja dan menyebabkan infeksi.
Sementara melalui refleks vagal, asam lambung yang naik memicu peradangan pada saraf vagus yang berperan dalam mengatur sistem pernapasan, menyebabkan batuk kronis, asma yang semakin parah, dan penyempitan saluran napas.
Dikutip MPN Indonesia dari Halodoc, kabar yang menyebutkan GERD bisa menyebabkan kematian mendadak akibat gangguan jantung adalah tidak benar.
“Banyak yang salah kaprah bahwa penyakit GERD bisa memengaruhi jantung dan menyebabkan kematian mendadak. GERD dan penyakit jantung memang memiliki gejala yang serupa, yaitu berupa nyeri dada. Tidak jarang gejala penyakit ini disalahartikan sebagai serangan jantung. Namun, asam lambung naik tidak akan memengaruhi jantung dan tidak menyebabkan kematian mendadak,” tulis keterangan dalam artikel Halodoc, dikutip MPN Indonesia pada Senin (26/1).
Komplikasi Pernapasan akibat GERD
Dikutip dari EMC Healthcare, beberapa penyakit paru-paru yang dapat dipicu oleh kondisi GERD antara lain adalah sebagai berikut:
- Bronkokonstriksi, terjadi akibat iritasi pada saraf vagus yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Gejalanya meliputi nyeri dada, kesulitan bernapas, batuk, sakit tenggorokan, perut sakit, dan mengi.
- Asma, dapat semakin parah jika GERD tidak diatasi. GERD dan asma saling memperburuk satu sama lain, baik melalui mikroaspirasi yang melukai jaringan paru-paru maupun melalui iritasi saraf vagus yang memicu penyempitan saluran napas.
- Pneumonia aspirasi, muncul saat zat dari lambung masuk ke paru-paru, menyebabkan peradangan yang ditandai batuk, nyeri dada, demam, dan sulit bernapas. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi abses paru dan kerusakan bronkus.
- Bronkitis, juga bisa timbul akibat iritasi saluran napas oleh asam lambung yang naik. Faktor risiko seperti merokok memperbesar peluang terjadinya kondisi ini.
- Fibrosis paru idiopatik (IPF), merupakan komplikasi yang lebih serius, ditandai dengan munculnya jaringan parut di paru-paru. IPF dapat dipicu oleh masuknya benda asing ke paru-paru secara berulang akibat mikroaspirasi dari GERD.
Gejala dan Komplikasi Tambahan GERD
Melansir dari Halodoc, selain gangguan pernapasan, GERD juga dapat memicu masalah pada sistem pencernaan bagian atas, seperti:
- Luka pada kerongkongan, akibat paparan asam lambung yang mengikis dinding kerongkongan dan menyebabkan nyeri saat menelan.
- Iritasi dan penyempitan kerongkongan (striktur esofagus), disebabkan oleh pembentukan jaringan parut akibat iritasi jangka panjang.
- Kanker esofagus, yang bisa diawali dari kondisi esofagus Barrett, yakni perubahan sel akibat iritasi kronis oleh asam lambung.
Gejala GERD yang perlu diwaspadai mencakup batuk, radang tenggorokan, suara serak, nyeri dada, sulit bernapas, nyeri saat menelan, serta mulut terasa asam dan berbau.
Penyakit ini dapat dikenali dengan kemunculan gejala minimal dua kali seminggu.
Faktor Risiko dan Pencegahan
GERD dapat terjadi pada siapa saja, namun beberapa faktor meningkatkan risikonya, seperti lansia, obesitas, kebiasaan merokok, kehamilan, serta langsung berbaring setelah makan.
Dalam kondisi normal, otot LES menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan masuk ke lambung.
Akan tetapi, jika otot ini lemah dan tetap terbuka, asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan.
Untuk mencegah komplikasi, penting menjaga pola makan sehat, menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan tidur setelah makan, serta mengontrol stres.
Pemeriksaan dan konsultasi medis disarankan jika gejala GERD semakin parah atau disertai keluhan pernapasan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
