Connect with us

Viral

Viral! Sirene Banjir Kali bekasi Berbunyi, Warga Panik

Sirene Early Warning System Kali Bekasi berbunyi Rabu malam (28/1) akibat debit air meningkat dan status Siaga 3.

Logompn

Published

on

Viral! sirene banjir kali bekasi berbunyi, warga panik
Viral! Sirene Banjir Kali bekasi Berbunyi, Warga Panik. Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@mastriadhianto

Jawa Barat, MPN Indonesia 29 Januari 2026 - Sirene Early Warning System (EWS) di Kali Bekasi berbunyi pada Rabu malam (28/1) sekitar pukul 20.00 WIB, menandai status Siaga 3 akibat meningkatnya debit air sungai.

Bunyi sirene ini memicu kepanikan warga di berbagai wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, terutama yang berada di sekitar bantaran kali.

Sejumlah warga terlihat berlarian keluar rumah untuk memantau situasi, sebagaimana terekam dalam video yang tersebar di media sosial.

Sirene yang dipasang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini untuk menghadapi potensi banjir.

Menurut keterangan dari akun Instagram @warungjurnalis, penyebab utama sirene berbunyi adalah peningkatan debit air Kali Bekasi dan Kali Cikeas di atas batas normal, yang dipicu oleh curah hujan tinggi atau kiriman air dari wilayah hulu.

Di titik pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi, atau yang dikenal dengan Pos Pantau P2C, tinggi muka air (TMA) tercatat mencapai 480 cm pada pukul 20.00 WIB, melebihi batas normal 350 cm dan masuk dalam kategori Siaga 3.

Merujuk data dari Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), hulu Cikeas dan P2C juga berada dalam status siaga yang sama.

Kepanikan warga muncul karena sirene tersebut baru pertama kali berbunyi sejak dipasang akhir 2025.

BPBD Imbau Warga Jangan Panik

Plt. Kepala Seksi Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, menyampaikan imbauan agar warga tidak panik.

“Jangan panik (ketika dengar sirine), harus bersiap-siap untuk evakuasi mandiri dan memindahkan barang-barang berharga,” ujarnya kepada wartawan Rabu (28/1).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bawa 18 Siswi SMKN Garut ke Salon usai Kena Razia Rambut

Menurutnya, kepanikan terjadi karena sosialisasi penggunaan sirene belum merata di kalangan masyarakat.

“Karena memang belum disosialisasikan secara menyeluruh dan nantinya akan disosialisasikan secara menyeluruh kepada warga sehingga tidak panik dengan bunyi sirine,” tambahnya.

Petugas BPBD telah bersiaga sejak pukul 20.00 WIB di sejumlah titik rawan banjir.

Di lokasi sirene, petugas terus memantau daerah aliran Kali Bekasi seperti Kampung Lebak Teluk Pucung dan Kampung Lengkak.

“Selanjutnya, warga sudah paham bila berbunyi sirine berarti air sudah mau datang agar persiapan untuk evakuasi mandiri,” ujar Idham.

Lokasi Terdampak Genangan Banjir

Banjir dilaporkan telah memasuki permukiman di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara.

Warga mengungsi ke musala setempat. Di Kampung Lebak RT 001/003, Kelurahan Teluk Pucung, ketinggian genangan tercatat antara 30–150 cm. Berikut data wilayah terdampak:

  • Kecamatan Pondok Gede: Jatibening Permai (10–80 cm), Perumahan Duta Indah RW 015, Kel. Jati Makmur (50–80 cm)
  • Kecamatan Rawalumbu: Jembatan 12 dan Jembatan 1 Rawalumbu, Perumahan PHP Kel. Pengasinan (20–40 cm)
  • Kecamatan Jati Asih: Perumahan Dosen IKIP, Kel. Jati Kramat (±70 cm)
  • Kecamatan Bekasi Utara: Perumahan Pesona Anggrek, Kel. Harapan Jaya (±20 cm), Kampung Lebak RT 001/003, Kel. Teluk Pucung (30–150 cm)
  • Kecamatan Bekasi Barat: SDN 1 Bintara (20–30 cm), Jl. Mangga Raya RT 001/007 (±10 cm), Perumahan Mas Naga dan Puri Bintara (60–70 cm), Perumahan Duta Kranji, Kel. Kranji (25–50 cm)
  • Perumahan Irigasi Danita, Kel. Bekasi Jaya: (20–60 cm)
  • Kecamatan Bekasi Selatan: Komplek Keuangan, Adhiyaksa & Perumnas 2, Kel. Kayuringin Jaya (30–100 cm)

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BPBD dan segera menghubungi layanan darurat 112 jika dibutuhkan.

Baca Juga:  PSEL Bekasi Mulai Dibangun, Target Olah 500 Ribu Ton Sampah

(AKM/NID/RAD)

Trending