Ekonomi
Utang Pinjol Naik Jelang Tahun Ajaran Baru, Total Tembus Rp83,5 Triliun
Utang pinjaman online naik tajam jadi Rp83,52 triliun jelang tahun ajaran baru. OJK sebut ada tren musiman terkait kebutuhan biaya pendidikan.
MPN Indonesia 7 Agustus 2025 - Menjelang tahun ajaran baru, utang dari pinjaman online (pinjol) mengalami lonjakan tajam.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan outstanding pinjol per Juni 2025 mencapai Rp83,52 triliun, tumbuh 25,06% secara tahunan (year-on-year).
Peningkatan signifikan terlihat pada Mei 2025, saat penyaluran pinjaman baru oleh industri pinjol mencapai Rp28,08 triliun, naik 9,38% dari bulan sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyebut lonjakan ini terjadi secara musiman.
“Berdasarkan data historis, pada periode menjelang tahun ajaran baru (bulan Mei) cenderung memiliki peningkatan penyaluran pembiayaan dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8).
Pola Musiman Pinjol Terkait Biaya Pendidikan
Tren serupa juga terjadi pada Mei 2024, di mana pembiayaan pinjol meningkat 15,69% secara bulanan menjadi Rp25,08 triliun.
Agusman menyebut lonjakan ini menandakan pola musiman yang erat kaitannya dengan kebutuhan biaya pendidikan anak.
Rincian Pertumbuhan Pinjol
Secara tahunan, total pinjaman outstanding pinjol pada Juni 2025 naik dari Rp66,79 triliun (Juni 2024) menjadi Rp83,52 triliun.
Kinerja sektor ini jauh melampaui industri multifinance, yang hanya mencatat pertumbuhan 1,96% secara tahunan dengan total pembiayaan Rp501,83 triliun.
Dari sisi risiko, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) pinjol mengalami perbaikan. Per Juni 2025, TWP90 tercatat sebesar 2,85%, turun dari Mei (3,19%) dan April (2,93%).
“Tingkat TWP90 berada di level 2,85% per Juni 2025, dibandingkan pada Mei sebesar 3,19%,” jelas Agusman dalam RDK Bulanan OJK, Senin (4/8).
Langkah OJK Perkuat Pengawasan Pinjol
OJK terus memperketat pengawasan terhadap penyelenggara pinjol, terutama yang memiliki TWP90 di atas 5%.
Langkah yang diambil antara lain berupa penerbitan surat pembinaan, permintaan rencana aksi penurunan kredit macet, serta pemantauan ketat atas implementasinya.
Penguatan sistem juga dilakukan lewat penerapan verifikasi identitas digital melalui E-KYC (electronic know your customer), sistem credit scoring, serta integrasi data debitur pinjol ke dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sejak awal Agustus 2025.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
