Connect with us

Internasional

430 Jenis Makanan Dilarang Israel Masuk ke Gaza, Mulai dari Susu hingga Buah

Israel melarang masuknya 430 jenis makanan ke Jalur Gaza, Palestina. Hal ini memperparah krisis pangan yang menghantui warga Gaza.

Logompn

Published

on

430 jenis makanan dilarang masuk ke gaza, mulai dari susu hingga buah
430 Jenis Makanan Dilarang Masuk ke Gaza, Mulai dari Susu hingga Buah | Gambar: Anadolu Agency

MPN Indonesia 14 Agustus 2025 - Israel melarang masuknya 430 jenis makanan ke Jalur Gaza, Palestina. Hal ini memperparah krisis pangan yang menghantui warga Gaza.

Dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Kamis (14/8), kantor media pemerintah Gaza menginformasikan bahwa sejumlah truk bantuan telah masuk Gaza sejak bulan lalu.

Namun Israel melarang berbagai kebutuhan pangan penting masuk ke Gaza, seperti daging beku, ikan beku, keju, produk susu, sayuran beku, dan buah-buahan.

Israel Serang Bangunan Penyedia Pangan Gaza

Selain memblokir bantuan makanan, Israel juga secara langsung menyerang infrastruktur penyedia pangan di Gaza.

Serangan tersebut meliputi pemboman terhadap 44 bank makanan yang menewaskan puluhan staf, serta serangan ke 57 pusat distribusi makanan.

Tindakan ini disebut oleh Kantor Media Pemerintah Gaza sebagai bagian dari “kelaparan sistematis penduduk Jalur Gaza”.

Mereka juga menyebut COGAT, badan militer Israel yang bertanggung jawab atas koordinasi bantuan, berusaha menutupi kejahatan yang terdokumentasi secara internasional.

Penderitaan Warga Gaza

Krisis pangan ini diperparah oleh serangan langsung pasukan Israel terhadap warga Gaza yang tengah mencari bantuan di pusat distribusi Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), lembaga bantuan yang didukung Israel dan Amerika Serikat.

Sejak GHF mulai beroperasi pada akhir Mei 2025, tercatat sekitar 1.500 orang tewas, lebih dari 4.000 orang terluka, dan 900 dari korban tewas ditemukan di sekitar pusat-pusat distribusi GHF.

Sementara itu, agresi militer Israel secara keseluruhan di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 61.400 orang, dengan mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.

Jumlah korban luka mencapai lebih dari 153.000 orang, dan setidaknya 11.000 orang masih dilaporkan hilang.

Baca Juga:  India Serang Pakistan, Tewaskan 3 Warga Sipil

(ADN/NID/RAD)

Trending