Connect with us

Internasional

Banjir Bandang Terjang Vietnam, 13 Warga Tewas dan Ribuan Rumah Terendam

Banjir parah melanda Vietnam tengah, menewaskan 13 orang, merendam 128.000 rumah, dan menyebabkan kerugian ekonomi diperkirakan Rp9,6 triliun.

Logompn

Published

on

Banjir bandang terjang vietnam, 13 warga tewas dan ribuan rumah terendam
Banjir Bandang Terjang Vietnam, 13 Warga Tewas dan Ribuan Rumah Terendam. Gambar : AFP/NHAC NGUYEN

MPN Indonesia 1 November 2025 - Sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda wilayah tengah Vietnam selama beberapa hari terakhir hingga Jumat (31/10).

Banjir ini dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai dan merendam berbagai kawasan.

Wilayah yang paling terdampak adalah kota Hue dan Hoi An.

Foto-foto yang beredar melalui media pemerintah menunjukkan sebagian besar area di kedua kota tersebut masih terendam air, dengan jalan-jalan di Hoi An tampak seperti kanal karena tingginya genangan air.

Lebih dari 128.000 rumah dilaporkan terendam banjir di lima provinsi di Vietnam tengah.

Menurut laporan Otoritas Penanggulangan Bencana dan Pengelolaan Tanggul Vietnam, selain korban jiwa, tercatat juga delapan orang hilang dan 22 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Saya tidak pernah mengalami banjir setinggi dan selama ini seumur hidup,” ujar seorang warga berusia 58 tahun, Le Thi Ti, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari Channel NewsAsia, Sabtu (1/11)

“Biasanya banjir hanya terjadi sekitar tiga hari, setelahnya kami baru bisa mulai membersihkannya,” tambahnya.

Dampak Bencana terhadap Infrastruktur dan Lingkungan

Bencana alam ini menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur.

Sebanyak 128.000 rumah terendam, 51 rumah roboh atau hanyut, dan lebih dari 120 rumah mengalami kerusakan. Sekitar 90 komune dan ward turut terendam banjir.

Sektor pertanian terdampak cukup parah, dengan 4.300 hektare lahan padi dan tanaman pangan terendam, lebih dari 650 hektare kebun buah-buahan rusak, serta 16.300 ternak dan unggas mati.

Kerusakan infrastruktur juga signifikan, dengan sejumlah jalan nasional dan puluhan jalan lokal tertutup tanah longsor dan banjir, menyebabkan gangguan lalu lintas di berbagai provinsi.

Baca Juga:  Banjir Bandang Landa Cirebon, Diduga Imbas Tanggul Sungai Cipager Jebol

Banjir tahun ini disebut sebagai yang paling parah dalam enam dekade terakhir karena sungai utama mencapai titik tertinggi dalam 60 tahun.

Vietnam dikenal sebagai negara yang rentan terhadap bencana alam seperti badai dan banjir, terutama selama musim hujan yang berlangsung mulai Oktober.

Penanganan dan Kerugian Ekonomi

Pemerintah daerah terus melakukan operasi penyelamatan dan penilaian kerusakan, sementara bantuan darurat telah disalurkan kepada warga terdampak.

Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam mencatat lebih dari 5.000 hektare lahan pertanian hancur akibat banjir ini.

Selama sembilan bulan pertama tahun ini, bencana alam di Vietnam, termasuk badai, banjir, dan tanah longsor, telah menyebabkan 187 orang meninggal atau hilang.

Kerugian ekonomi akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$610 juta atau sekitar Rp9,64 triliun.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending