Connect with us

Internasional

Ratusan Warga Gaza Tewas akibat Serangan Israel di Tengah Gencatan Senjata

Serangan udara Israel di Gaza menewaskan 100 orang dan melukai 250 lainnya di tengah gencatan senjata. Hamas dan Israel saling tuduh soal pelanggaran kesepakatan.

Logompn

Published

on

Ratusan warga gaza tewas akibat serangan israel di tengah gencatan senjata
Ratusan Warga Gaza Tewas akibat Serangan Israel di Tengah Gencatan Senjata. Gambar : Saher Alghorra/The New York Times

MPN Indonesia 2 November 2025 - Sedikitnya 100 orang tewas dalam serangan udara Israel di Gaza pada Selasa (28/10) malam, menjadikannya hari paling mematikan sejak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas tiga minggu lalu.

Serangan itu terjadi setelah pemerintah Israel menuduh Hamas melanggar kesepakatan dengan tidak mengembalikan jenazah tawanan yang telah meninggal dan menyerang pasukan Israel di Rafah, Gaza selatan.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa salah satu tentaranya tewas dalam serangan tersebut.

“Puluhan komandan Hamas terbunuh dalam serangan udara tersebut,” ujar Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, Rabu (29/10), dikutip MPN Indonesia dari The New York Times, Sabtu (1/11).

Meski militer Israel mengumumkan bahwa gencatan senjata kembali berlaku pada pukul 10 pagi waktu setempat, pengeboman tetap berlanjut hingga malam hari di wilayah Gaza utara yang disebut sebagai lokasi penyimpanan senjata Hamas.

Menurut pejabat kesehatan Gaza, serangan itu melukai sekitar 250 orang, sementara 35 anak-anak termasuk di antara korban tewas.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, mengatakan rumah sakit di wilayah tersebut mengalami kekurangan sumber daya dan pasokan obat-obatan.

Dampak Serangan di Tengah Gencatan Senjata

Laporan dari Gaza’s Civil Defense menyebutkan sedikitnya 100 korban jiwa akibat serangan udara tersebut.

Di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, dokter Ahmed al-Farra menyampaikan bahwa rumah sakit menerima 21 jenazah, termasuk 13 anak-anak.

Salah satu warga Gaza, Riyad Rihan (21), yang tinggal di tenda darurat di Deir al-Balah setelah mengungsi dari Jabaliya, menggambarkan situasi mencekam saat serangan berlangsung.

“Saya terbangun karena anak-anak saya berteriak. Pecahan peluru menembus atap tenda saya,” jelasnya.

Baca Juga:  Warga Gaza Kirim Donasi untuk Korban Bencana Sumatra Meski Wilayahnya Masih Digempur Israel

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat keterlambatan pertukaran jenazah antara Hamas dan Israel, yang merupakan bagian penting dari kesepakatan gencatan senjata.

Ketegangan semakin memuncak pada Rabu (29/10) ketika militan bersenjata di Gaza menyerang pasukan Israel yang sedang membongkar terowongan Hamas di Rafah, wilayah yang saat ini berada di bawah kendali militer Israel.

Hamas membantah keterlibatan dalam serangan itu dan menyatakan masih berupaya menemukan serta mengembalikan jenazah warga Israel yang tewas dalam serangan 7 Oktober 2023.

Militer Israel kemudian merilis rekaman drone yang diklaim menunjukkan anggota Hamas berpura-pura menemukan jenazah tawanan di hadapan pengamat Palang Merah.

Namun, Palang Merah menegaskan tidak mengetahui bahwa jenazah telah dipindahkan sebelum kedatangan mereka.

“Tidak dapat diterima bahwa pemulihan palsu dipentaskan,” tulis pernyataan resmi Palang Merah.

Reaksi dan Pernyataan Para Pihak

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dukungannya terhadap serangan Israel di Gaza.

“Israel harus membalas,” katanya, menegaskan bahwa “tidak ada yang akan membahayakan” gencatan senjata berdasarkan rencana perdamaian yang dia ajukan bulan lalu.

“Hamas adalah bagian kecil dari perdamaian di Timur Tengah, dan mereka harus bersikap. Jika mereka tidak baik, mereka akan dihancurkan,” tambahnya.

Sementara itu, Hamas menuduh Israel sengaja menggagalkan gencatan senjata dan mengkritik sikap Amerika Serikat yang dianggap mendukung tindakan militer tersebut.

Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, juga menyampaikan keprihatinannya terhadap peningkatan kekerasan di Gaza.

Ia menyebut kondisi tersebut sangat “mengecewakan dan membuat frustrasi,” sambil menegaskan bahwa Qatar bersama mediator lain, termasuk Amerika Serikat, akan terus berupaya menjaga keberlangsungan gencatan senjata.

Warga Gaza Kembali Berduka

Warga Gaza yang selamat dari serangan kini kembali beraktivitas di tengah puing-puing.

Baca Juga:  Di Hadapan Presiden Mesir, Prabowo Tegaskan Dukungan Palestina lewat Two State Solution

Mostafa al-Attar (40), yang kehilangan dua anaknya, Saber (18) dan Layan (9), di serangan tersebut, menyampaikan kesedihannya di depan Rumah Sakit Al-Aqsa.

“Kami hampir merayakan gencatan senjata, kami ingin itu bertahan selamanya,” katanya.

“Tapi tadi malam mengingatkan kami betapa rapuhnya semuanya,” pungkasnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga11 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita30 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita37 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending