Internasional
Dinilai Tak Aman, Iran Minta Warga Hapus WhatsApp dari Ponsel
Iran imbau warganya hapus WhatsApp, tuduh kirim data ke Israel. WhatsApp bantah keras, sebut pesan terenkripsi dan tak berikan data massal ke pemerintah.
MPN Indonesia 19 Juni 2025 - Pemerintah Iran melalui siaran televisi resmi pada Rabu (18/6) mengimbau warganya untuk menghapus aplikasi WhatsApp dari ponsel mereka.
Imbauan ini disampaikan dengan tuduhan bahwa WhatsApp diduga mengumpulkan dan mengirimkan data pengguna ke Israel, meskipun tidak disertai bukti konkret dari otoritas terkait.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan tuduhan kejahatan perang terhadap Israel yang terus menjadi sorotan dalam berbagai konflik kawasan.
WhatsApp Bantah Tuduhan Iran
Menanggapi tuduhan tersebut, WhatsApp membantah keras telah membocorkan data penggunanya.
“Kami khawatir laporan palsu ini akan dijadikan alasan untuk memblokir layanan kami di saat masyarakat sangat membutuhkannya,” ujar pihak WhatsApp dalam pernyataan resminya, seperti dikutip MPN Indonesia dari laman AP, Kamis (19/6).
WhatsApp menegaskan bahwa semua komunikasi pengguna terlindungi dengan enkripsi end-to-end, sehingga tidak dapat diakses oleh pihak ketiga, termasuk perusahaan itu sendiri.
Selain itu, mereka menegaskan tidak melacak lokasi secara spesifik, tidak menyimpan log komunikasi antar pengguna, serta tidak memantau isi pesan pribadi.
“Kami tidak memberikan informasi massal kepada pemerintah manapun,” tegas perusahaan yang berada di bawah naungan Meta Platforms.
Sorotan atas Keamanan Siber dan Kedaulatan Data
Pakar keamanan siber Gregory Falco dari Cornell University menyatakan bahwa meskipun pesan WhatsApp terenkripsi, masih ada risiko pada metadata yang tidak dilindungi oleh enkripsi.
“Anda dapat memahami bagaimana seseorang menggunakan aplikasi tersebut, dan itu menjadi masalah konsisten yang membuat sejumlah pihak enggan menggunakan WhatsApp,” jelasnya.
Falco juga menyoroti pentingnya kedaulatan data bagi negara-negara yang mengkhawatirkan dominasi infrastruktur digital global. Ia menegaskan bahwa data pengguna idealnya disimpan dan diproses secara lokal.
“Negara-negara harus menyimpan data di dalam negeri dan memprosesnya menggunakan algoritma sendiri, karena semakin sulit mempercayai jaringan infrastruktur data global,” tegasnya.
Ketegangan Iran dan Media Sosial Global
Iran memiliki rekam jejak panjang dalam membatasi akses ke platform digital.
Sejak 2022, negara itu sempat melarang WhatsApp dan Google Play setelah protes besar atas kematian seorang perempuan dalam tahanan polisi moral.
Meskipun larangan itu dicabut pada akhir tahun lalu, kebijakan pemerintah terhadap layanan digital global masih berlangsung ketat.
Meski demikian, warga Iran tetap aktif menggunakan media sosial, termasuk WhatsApp, dengan memanfaatkan VPN dan proxy.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
