Connect with us

Internasional

Dubes Iran Sebut Perang Iran-Israel akan Berakhir jika Benjamin Netanyahu Terbunuh

Dubes Iran sebut konflik dengan Israel baru berakhir jika Netanyahu terbunuh, tanggapi pernyataan Netanyahu soal pembunuhan Khamenei sebagai akhir perang.

Logompn

Published

on

Dubes iran sebut perang iran israel akan berakhir jika benjamin netanyahu terbunuh
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Gambar : Reuters/Craig Hudson

MPN Indonesia 18 Juni 2025 - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa konflik antara Iran dan Israel hanya akan berakhir jika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terbunuh.

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kediaman Duta Besar Iran di Jakarta, Selasa (17/6), sebagai respons atas pernyataan Netanyahu sebelumnya yang menyebut perang akan berakhir jika Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, tewas.

“Mungkin sebaliknya, ini akan berakhir ketika Benjamin Netanyahu terbunuh,” ujar Boroujerdi kepada wartawan di Kediaman Duta Besar Iran di Jakarta.

Ia menegaskan, pembunuhan terhadap Khamenei tidak akan menyelesaikan konflik karena bukan Iran yang memulai serangan, melainkan Netanyahu yang disebutnya sebagai pemicu utama.

“Karena perang ini tidak dimulai oleh Ayatullah Khamenei, jadi perang ini tidak akan berakhir ketika Ayatullah Khamenei dibunuh, karena Netanyahu yang menyerang akan juga menyerang,” tambahnya.

Pernyataan Saling Bertolak Belakang

Pernyataan Boroujerdi merespons komentar Netanyahu yang disampaikan dalam wawancara dengan ABC News pada hari yang sama.

Netanyahu menyebut bahwa mengakhiri kekuasaan Khamenei akan menghentikan konflik antara kedua negara.

“Itu tidak akan meningkatkan konflik, itu akan mengakhiri konflik,” kata Netanyahu.

Ia menuding Khamenei sebagai pemimpin rezim yang mendorong konflik berkelanjutan dan menyebut Iran ingin menciptakan “perang abadi”, bahkan membawa dunia ke ambang perang nuklir.

“Faktanya, apa yang dilakukan Israel adalah mencegah hal ini, mengakhiri agresi ini, dan kita hanya dapat melakukannya dengan melawan kekuatan jahat,” ungkapnya.

Menanggapi pernyataan ini, Boroujerdi menegaskan bahwa akar masalah ada pada pihak yang memulai serangan.

“Jika kita ingin perang tidak berakhir, perang yang menyerang juga tidak akan berakhir,” jelasnya.

Baca Juga:  India Serang Pakistan, Tewaskan 3 Warga Sipil

Ketegangan Meningkat, Isu Kejahatan Perang Muncul

Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas seiring saling tuduh sebagai pihak agresor. Masing-masing mengklaim sebagai pihak yang bertindak defensif.

Narasi tentang pembunuhan pemimpin negara sebagai solusi konflik memicu kekhawatiran atas potensi pelanggaran hukum internasional dan kejahatan perang.

Pernyataan kedua belah pihak berisiko memicu eskalasi militer lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Dalam pandangan Boroujerdi, perang hanya akan berakhir bila pihak yang memulai agresi dihentikan, yakni Netanyahu, bukan Khamenei.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending