Connect with us

Internasional

Israel Cegat Kapal Bantuan untuk Gaza, Semua Relawan Diculik

Pasukan Israel cegat kapal bantuan Madleen ke Gaza, tahan relawan termasuk Greta Thunberg, saat krisis kemanusiaan akibat blokade kian parah.

Logompn

Published

on

Israel cegat kapal bantuan untuk gaza, semua relawan diculik
Israel Cegat Kapal Bantuan untuk Gaza, Semua Relawan Diculik. Gambar : X/Kementerian Luar Negeri Israel

MPN Indonesia 9 Juni 2025 - Pasukan Israel mencegat kapal bantuan kemanusiaan Madleen yang sedang menuju Gaza dan menahan seluruh relawan di dalamnya pada Minggu malam (8/6).

Kapal tersebut berada di bawah koordinasi Freedom Flotilla Coalition (FFC), organisasi internasional yang mengatur misi pengiriman bantuan ke Gaza.

“SOS! Para relawan di ‘Madleen’ telah diculik oleh pasukan Israel,” tulis FFC dalam pernyataan di Telegram, seperti dikutip MPN Indonesia dari Anadolu pada Senin (9/5).

Insiden ini terjadi saat blokade laut Israel terhadap Gaza memasuki minggu ke-11, memperparah krisis kelaparan yang telah berlangsung selama 600 hari sejak perang dimulai.

Kapal Madleen Dicegat di Laut Lepas

Kapal berbendera Inggris ini membawa 12 awak, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg, aktor Game of Thrones Liam Cunningham, dan anggota Parlemen Eropa asal Prancis, Rima Hassan.

FFC melaporkan bahwa kapal diserang di perairan internasional dengan quadcopter yang menyemprotkan zat putih ke dek kapal. Komunikasi pun dijamming.

Dalam siaran langsung dari kapal, aktivis Yasmin Acar menunjukkan zat putih di sekeliling dek dan mengeluhkan dampaknya pada mata.

Setelah komunikasi terputus, FFC mengunggah video pra-rekaman dari para aktivis.

Greta Thunberg menyatakan, “Jika Anda melihat video ini, kami telah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh pasukan pendudukan Israel, atau pasukan yang mendukung Israel.”

Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, sempat berbicara dengan kapten kapal sebelum sambungan terputus.

“Pada saat kapal dicegat, tidak ada yang terluka, kapten meminta saya untuk merekam,” lapornya.

Bantuan Kemanusiaan dan Tuduhan Israel

Kapal Madleen mengangkut berbagai bantuan seperti susu formula, tepung, beras, popok, produk sanitasi wanita, alat desalinasi air, perlengkapan medis, kruk, dan prostetik anak-anak.

Baca Juga:  Jet Tempur Israel Luncurkan Serangan Bom ke Lebanon hingga Picu Kebakaran

Misi ini secara terbuka menentang blokade laut Israel yang diberlakukan sejak 2007.

Namun, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memerintahkan militernya untuk mencegah kapal mencapai Gaza.

“Saya telah menginstruksikan IDF untuk memastikan bahwa flotilla Madleen tidak mencapai Gaza,” katanya.

Pemerintah Israel menyebut misi ini sebagai “upaya propaganda untuk mendukung Hamas,” dan menggambarkan kapal tersebut sebagai “selfie yacht” yang hanya membawa “selebriti.”

Kementerian Luar Negeri Israel menilai tujuan misi ini adalah “provokasi media semata,” dengan menambahkan, “Ada cara-cara untuk mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza, yang tidak melibatkan selfie Instagram.”

Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

Blokade total sejak 2 Maret telah menghambat distribusi bantuan dan membuat lebih dari dua juta penduduk Gaza menghadapi ancaman kelaparan akut.

PBB menyebut sebagian besar penduduk kini berada dalam kondisi kelaparan serius.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 54.880 warga Palestina tewas sejak awal serangan Israel.

Konflik saat ini dipicu oleh serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, menurut data dari pihak Israel.

Kapal Madleen kini telah ditarik ke pelabuhan Ashdod, Israel. Pemerintah Israel dilaporkan akan memutar rekaman serangan 7 Oktober kepada para relawan sebagai bagian dari proses interogasi. Nasib para relawan hingga kini belum diketahui.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending