Connect with us

Internasional

Israel Serang Depot Minyak Iran hingga Picu Kebakaran Hebat

Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke fasilitas minyak Iran di Teheran yang memicu kebakaran besar dan menewaskan sejumlah orang.

Logompn

Published

on

Israel Serang Depot Minyak Iran hingga Picu Kebakaran Hebat
Israel Serang Depot Minyak Iran hingga Picu Kebakaran Hebat. Gambar: X/@mrkaindaluk07

MPN Indonesia 9 Maret 2026 - Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas minyak Iran di Teheran dan sekitarnya pada Sabtu malam (7/3), yang memicu kebakaran hebat dan menewaskan sejumlah warga.

Kebakaran dilaporkan melanda beberapa lokasi penyimpanan minyak, termasuk kilang minyak utama di ibu kota Iran, Teheran.

Serangan udara tersebut menghantam setidaknya lima lokasi utama, yaitu gudang minyak Aghdasieh di timur laut Teheran, kilang minyak Teheran di selatan kota, depot minyak Shahran di wilayah barat, depot minyak di Kohak, serta fasilitas penyimpanan minyak di Karaj, Provinsi Alborz.

Jurnalis AFP dan media lokal Iran melaporkan kobaran api dan asap tebal membumbung dari berbagai titik serangan, disertai suara ledakan besar yang terdengar di seluruh penjuru kota.

Militer Israel mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini dengan menyebut fasilitas-fasilitas tersebut digunakan oleh angkatan bersenjata Iran.

“Kami memiliki rencana terorganisir dengan banyak kejutan untuk menggoyahkan rezim dan memungkinkan perubahan. Kami memiliki lebih banyak target,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pernyataan video, dikutip MPN Indonesia melalui akun YouTube IsraeliPM pada Senin (9/3).

Fasilitas yang Diserang dan Dampak Kebakaran

Serangan pada malam hari itu menyebabkan kebakaran besar yang menyelimuti beberapa titik di Teheran dan wilayah sekitarnya.

Perusahaan distribusi minyak Iran mengonfirmasi bahwa empat karyawan tewas akibat serangan tersebut.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa api membakar empat fasilitas penyimpanan minyak dan satu pusat transfer dan produksi minyak, menyebabkan kabut tebal menyelimuti kota dan bau minyak terbakar masih tercium pada Minggu (8/3).

Baca Juga:  Donald Trump Ajak Rusia, Israel, hingga China Masuk Dewan Perdamaian Gaza

Menurut Kementerian Perminyakan Iran, tiga depot minyak yang menjadi target serangan terletak di daerah Kohak, Shahran, dan Karaj.

Media ILNA menyebut kilang minyak utama di Teheran yang berada di dekat salah satu lokasi serangan tidak mengalami kerusakan langsung.

Namun, saksi mata menyatakan bahwa minyak dari depot Shahran sempat bocor ke jalan dan menyebabkan kobaran api meluas.

Sejumlah warga menggambarkan dahsyatnya serangan tersebut.

“Karaj tenang selama sehari tetapi sekarang kembali kacau, mereka telah meledakkannya,” ujar salah seorang warga Karaj kepada BBC, dikutip MPN Indonesia melalui BBC pada Senin (9/3).

“Aku bisa mencium bau terbakar. Aku tidak bisa melihat matahari. Ada asap yang mengerikan. Asapnya masih ada, aku sangat lelah,” ujar warga Teheran lainnya.

Situasi Pasca Serangan

Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa serangan tersebut melepaskan bahan berbahaya dan zat beracun ke udara dan memperingatkan bahwa hal itu membahayakan nyawa dalam skala besar.

Otoritas setempat juga mengimbau warga Teheran untuk tetap berada di dalam rumah sambil memantau kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran minyak.

Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2).

Sejak saat itu, Israel dan Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap berbagai fasilitas militer dan infrastruktur Iran.

Laporan dari pejabat Iran menyebutkan bahwa lebih dari 1.300 orang tewas di Iran dan sekitar 300 orang di Lebanon akibat rangkaian serangan gabungan Israel dan AS yang sudah berlangsung selama 9 hari.

Sebaliknya, sekitar 12 warga Israel juga dilaporkan tewas.

Iran telah membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone dan rudal ke arah Israel serta kepentingan Amerika Serikat di berbagai wilayah kawasan Timur Tengah, menambah ketegangan dalam konflik internasional yang semakin meluas.

Baca Juga:  Menpora Siap Hadapi Gugatan Israel usai Atletnya Ditolak Ikut Kejuaraan Senam

Reaksi Warga dan Situasi di Lapangan

Video dari warga dan media lokal memperlihatkan jalanan terbakar di Teheran dekat sebuah depot minyak, dengan toko-toko dan rumah-rumah ikut terbakar.

Seorang pria dari Karaj menggambarkan situasi saat ledakan terjadi.

“Semuanya dimulai dengan lampu merah yang menerangi segalanya, diikuti oleh lambaian tangan yang mengguncang pintu lalu langit kembali terang dan awan merah besar muncul,” jelasnya.

Sejumlah warga menyatakan bahwa situasi perang di Iran telah mencapai titik kritis.

Namun, sebagian dari mereka yang diwawancarai oleh BBC menunjukkan dukungan terhadap serangan tersebut karena menganggapnya sebagai peluang untuk perubahan politik di dalam negeri.

Meski begitu, kekhawatiran terhadap masa depan dan keselamatan warga tetap menjadi sorotan utama di tengah serangan yang masih terus berlangsung.

(ADN/NID/RAD)

Trending