Connect with us

Internasional

Netanyahu dan Donald Trump Berencana Pindah Paksa Warga Gaza

Netanyahu dan Trump melakukan pertemuan di Gedung Putih untuk merencanakan pemindahan paksa ribuan warga Palestina dari wilayah Gaza.

Logompn

Published

on

Netanyahu dan donald trump berencana pindah paksa warga gaza
Netanyahu dan Donald Trump Berencana Pindah Paksa Warga Gaza | Gambar: Instagram/@potus

MPN Indonesia 10 Juli 2025 - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu di Gedung Putih pada Senin (8/7) malam dan kembali mengangkat proposal kontroversial terkait rencana pemindahan paksa ribuan warga Palestina dari Jalur Gaza.

Pertemuan berlangsung di ruang Blue Room saat Israel dan Hamas tengah menjalani pembicaraan tidak langsung di Qatar mengenai usulan gencatan senjata selama 60 hari.

Dalam pernyataannya kepada media, Netanyahu mengungkapkan bahwa Israel dan Amerika Serikat tengah bekerja sama dengan beberapa negara lain untuk membuka kemungkinan relokasi penduduk Gaza ke wilayah lain.

“Jika orang ingin tinggal, mereka bisa tinggal, tetapi jika mereka ingin pergi, mereka harus bisa pergi. Itu seharusnya bukan penjara. Itu seharusnya tempat terbuka dan memberi orang pilihan bebas,” ujarnya dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Kamis (10/7).

Sementara itu, Trump, yang sebelumnya memicu kecaman setelah mengusulkan untuk menjadikan Gaza sebagai Riviera of the Middle East, menyebut adanya ‘kerja sama besar’ dari negara-negara sekitar dalam mewujudkan rencana ini.

“Jadi sesuatu yang baik akan terjadi,” ungkap Trump berkaitan dengan langkah lanjutan atas ide relokasi tersebut.

Rencana Relokasi Dikecam

Rencana relokasi yang terus digaungkan oleh Netanyahu dan Trump memicu perhatian internasional, terutama karena potensi pelanggaran hukum internasional dan dampaknya terhadap warga Palestina yang masih berada di Jalur Gaza.

Para pengamat menyebut bahwa upaya sistematis ini dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan perang, terutama dalam konteks penderitaan berkepanjangan yang dialami rakyat Palestina.

Hamdah Salhut dari Al Jazeera melaporkan dari Amman, Yordania, bahwa upaya relokasi ini sebelumnya telah disebut oleh pihak Israel sebagai ‘migrasi sukarela’. Namun, Salhut menegaskan bahwa tindakan tersebut telah dikutuk secara luas sebagai bentuk pembersihan etnis.

Baca Juga:  Donald Trump Sebut Lebih dari 50 Negara Ajak Negosisasi soal Tarif Impor Baru

Sementara itu Ralph Wilde, pakar hukum internasional, kepada Al Jazeera menyatakan bahwa terdapat aturan jelas dalam hukum internasional yang melarang pemindahan paksa warga Palestina, baik di dalam wilayah Gaza maupun ke luar wilayah tersebut.

“Kita harus mulai dari ketidakabsahan keberadaan Israel di sana. Israel tidak memiliki hak bahkan untuk berada di Gaza atau di Tepi Barat, dan oleh karena itu, semua tindakan Israel di sana, karena kehadirannya ilegal, juga ilegal, termasuk perlakuannya terhadap warga Palestina saat ini dan dalam pelaksanaan rencana pemindahan paksa ini,” katanya.

Wilde menambahkan, bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga termasuk dalam kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.

“Ini merupakan bagian dari serangan sistematis dan meluas yang ditujukan terhadap rakyat Palestina, ini juga merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, pada tingkat tanggung jawab negara dan juga tanggung jawab pidana individu,” tambahnya.

Tidak Ada Kepastian Gencatan Senjata

Pertemuan antara Netanyahu dan Trump diketahui berlangsung di tengah pembicaraan gencatan senjata di Qatar yang masih berlangsung tanpa hasil pasti.

Usulan gencatan senjata selama 60 hari mencakup pelepasan bertahap sandera yang ditahan Hamas, pembebasan tahanan Palestina, penarikan pasukan Israel dari sebagian Gaza, dan pembahasan mengenai akhir permanen perang.

Namun, perbedaan sikap utama tetap menjadi hambatan. Hamas mengajukan pembebasan seluruh sandera dengan imbalan pembebasan semua tahanan Palestina dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.

Sementara itu, Netanyahu menyatakan bahwa perang hanya akan berakhir jika Hamas menyerah, melucuti senjata, dan meninggalkan wilayah tersebut, yang hingga kini ditolak oleh pihak Palestina.

Baca Juga:  Trump Hentikan Bantuan Senjata Utama AS ke Ukraina, Rusia Dapat Angin Segar

Trump sebelumnya memprediksi bahwa kesepakatan gencatan senjata bisa tercapai dalam minggu ini, tetapi Netanyahu terlihat enggan menyatakan komitmen yang sama. Ia menegaskan bahwa Israel akan selalu mempertahankan kendali keamanan atas Jalur Gaza.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga9 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita28 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita35 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending