Connect with us

Internasional

Tentara Israel Tembaki Area Distribusi Bantuan di Gaza, 27 Orang Dilaporkan Tewas

Sedikitnya 27 warga Gaza tewas saat menuju bantuan di Rafah. Penembakan kedua dalam tiga hari tuai kecaman PBB dan lembaga kemanusiaan.

Logompn

Published

on

Tentara israel tembaki area distribusi bantuan di gaza, 27 orang dilaporkan tewas
Tentara Israel Tembaki Area Distribusi Bantuan di Gaza, 27 Orang Dilaporkan Tewas. Gambar : Reuters/Hatem Khaled

MPN Indonesia 4 Juni 2025 - Sedikitnya 27 warga Palestina tewas pada Selasa pagi (3/6) setelah tentara Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga yang berjalan menuju lokasi distribusi bantuan makanan di Rafah, Gaza selatan.

Militer Israel mengklaim tembakan dilakukan karena beberapa orang keluar dari koridor aman yang telah ditentukan.

Palang Merah dan Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi jumlah korban tewas. Insiden ini merupakan yang kedua dalam tiga hari terakhir di lokasi yang sama.

Penembakan Terulang, 23 Warga Sebelumnya Jadi Korban

Pada Minggu (1/6), insiden serupa terjadi di jalur menuju lokasi distribusi yang sama, menyebabkan sedikitnya 23 warga Palestina tewas, menurut Palestine Red Crescent Society.

Gaza Humanitarian Foundation, penyelenggara distribusi bantuan yang didukung Israel, mengakui adanya korban dalam insiden tersebut.

“Sejumlah warga sipil terluka dan tewas setelah keluar dari jalur aman yang ditetapkan menuju lokasi distribusi,” tulis pernyataan resmi yayasan, dikutip MPN Indonesia dari The New York Times, Rabu (4/6).

Israel Klaim Tembakan Peringatan, Kritik Meningkat

Militer Israel menyebut bahwa pasukannya hanya melepaskan “tembakan peringatan” terhadap beberapa orang yang dianggap “mencurigakan” dan “mengancam” keselamatan tentara.

Namun, juru bicara militer menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai jenis ancaman tersebut.

Brigjen Effie Defrin meragukan laporan jumlah korban yang disampaikan kelompok bantuan dan otoritas Palestina.

“Ada tembakan peringatan. Menurut pemahaman kami, tembakan itu tidak melukai sebanyak itu,” ujarnya.

Sistem Distribusi Bantuan Baru Tuai Kecaman

Sistem distribusi yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation menuai kritik dari berbagai lembaga kemanusiaan dan PBB.

Baca Juga:  Konflik Iran-Israel Picu Hyperinflasi? Ini Ancaman ke BBM dan Sembako RI

Sejak peluncurannya, hanya empat titik distribusi diumumkan, jauh lebih sedikit dibanding sistem lama yang memiliki sekitar 400 titik dan dikoordinasikan PBB.

Banyak warga Palestina rela berjalan sejak dini hari untuk mendapatkan makanan.

Ahmed Abid (28), warga dari daerah pesisir Mawasi, mengaku berjalan dalam kegelapan sebelum mendengar suara tembakan.

“Semua orang berebut, siapa cepat dia dapat, siapa terlambat pulang dengan tangan kosong,” katanya.

Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Türk, menyebut peristiwa ini sebagai pelanggaran berat hukum internasional.

“Serangan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran berat hukum internasional dan merupakan kejahatan perang,” tegasnya.

Krisis Kemanusiaan Memburuk di Tengah Blokade

Blokade bantuan makanan oleh Israel selama 80 hari baru berakhir pertengahan Mei.

PBB menolak berpartisipasi dalam sistem distribusi baru karena jalurnya berada di bawah pengawasan militer Israel dan di wilayah yang diduduki.

Dalam memo internal, PBB memperingatkan risiko kekerasan dalam sistem ini.

Palang Merah menyatakan mayoritas korban luka yang mereka tangani terkena tembakan saat menuju lokasi bantuan.

“Mayoritas korban luka mengatakan mereka sedang menuju lokasi bantuan saat ditembak,” demikian pernyataan resmi Palang Merah.

Seorang perawat di Rafah, Jamal Azzam, menggambarkan situasi di rumah sakit sebagai “medan perang penuh darah dan jeritan.”

Dokter Ahmad al-Farra dari Rumah Sakit Nasser di Khan Younis melaporkan banyak korban adalah anak-anak usia 10 hingga 13 tahun.

Yayasan Bantuan Dihantam Kontroversi Internal

Gaza Humanitarian Foundation kini menghadapi krisis internal. Direktur eksekutif pertamanya, Jake Wood, mundur jelang peluncuran sistem karena lembaga dianggap tidak independen dan tidak sesuai prinsip kemanusiaan.

Boston Consulting Group juga menghentikan keterlibatannya dan menempatkan stafnya dalam masa cuti untuk penyelidikan.

Baca Juga:  Eks Striker Inter Milan Dikabarkan Ingin Gabung Tentara Iran Imbas Konflik dengan AS-Israel

Sementara itu, Israel menyatakan sistem ini bertujuan mencegah penyalahgunaan bantuan oleh Hamas.

Namun, PBB membantah adanya bukti kuat soal pengalihan bantuan oleh Hamas.

Mantan PM Israel, Naftali Bennett, mengatakan, “Hamas ingin menguasai makanan dan mengendalikan rakyat melalui distribusi makanan. Israel mencegah Hamas mendapatkan kontrol ini.”

Gaza Humanitarian Foundation menyatakan bahwa situs distribusi akan ditutup sementara pada Rabu (4/6) untuk evaluasi dan kembali dibuka Kamis (5/6), sembari militer Israel menilai ulang jalur akses distribusi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending