Connect with us

Kesehatan

Prediksi Perubahan Tubuh Jika Manusia Hanya Tidur 6 Jam Setiap Malam

Tidur hanya 6 jam per malam dapat menyebabkan kerontokan rambut, nyeri punggung, hingga risiko penyakit kronis.

Logompn

Published

on

Prediksi Perubahan Tubuh Jika Manusia Hanya Tidur 6 Jam Setiap Malam
Prediksi Perubahan Tubuh Jika Manusia Hanya Tidur 6 Jam Setiap Malam. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 27 Desember 2024 - Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik.

Para ahli menyarankan agar seseorang tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Namun, tidak sedikit individu yang tidur hanya enam jam per malam atau bahkan kurang.

Kebiasaan ini, jika berlangsung lama, dapat berdampak serius pada kesehatan.

Sebuah perusahaan matras asal Inggris, Bensons for Beds, bekerja sama dengan ilmuwan untuk menciptakan ilustrasi bernama Hannah.

Model ini menunjukkan dampak buruk tidur hanya enam jam setiap malam selama 25 tahun.

Penelitian dan Tujuan Pembuatan Model Hannah

Hannah dirancang untuk memberikan gambaran visual mengenai risiko kesehatan akibat kurang tidur.

Lisa Richards, Direktur Pemasaran Bensons for Beds, menjelaskan bahwa model ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas tidur.

“Menggunakan visual ini memudahkan orang untuk mengidentifikasi masalah dan tanda-tanda utamanya,” ujar Lisa Richards, seperti dikutip dari New York Post pada Rabu (25/12).

Ilustrasi Hannah menyoroti beberapa perubahan fisik yang dapat terjadi akibat kebiasaan tidur 6 jam atau kurang.

Dampak Fisik Akibat Tidur 6 Jam

1. Tanda Penuaan Dini pada Kulit

Kurang tidur memengaruhi kesehatan kulit secara signifikan. Sebuah penelitian pada 2015 menemukan bahwa individu dengan pola tidur buruk lebih rentan terhadap penuaan dini.

Gejala seperti garis-garis halus, kerutan, mata bengkak, kantung mata, serta lingkaran hitam di bawah mata menjadi ciri khasnya.

Baca Juga:  Jangan Sampai Salah! Ini Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes

Selain itu, penelitian di Stockholm mengungkapkan bahwa kurang tidur membuat seseorang terlihat kurang sehat dan menarik.

2. Rambut Rontok dan Alopesia

Tidur 6 jam atau kurang dapat memicu alopesia, yaitu kerontokan rambut yang bisa menyebabkan kebotakan.

Tingginya kadar hormon stres, kortisol, akibat kurang tidur juga menyebabkan rambut dan kulit kepala menjadi berminyak, memperparah kerontokan.

3. Gangguan Postur Tubuh dan Nyeri Fisik

Kebiasaan kurang tidur sering dikaitkan dengan nyeri punggung dan bahu.

Hal ini mengganggu postur tubuh yang sehat, seperti yang terlihat pada ilustrasi Hannah dengan punggung bungkuk.

Nyeri kronis akibat tidur yang tidak berkualitas juga memperburuk pola tidur, menciptakan siklus masalah kesehatan.

4. Penumpukan Lemak Visceral

Kurang tidur meningkatkan risiko penumpukan lemak visceral, yang berbahaya bagi kesehatan.

Hal ini disebabkan oleh gangguan pada hormon ghrelin dan leptin.

Ghrelin yang meningkat merangsang rasa lapar, sedangkan penurunan leptin menghambat rasa kenyang.

Akibatnya, individu cenderung makan lebih banyak dan mengalami obesitas.

5. Kehilangan Massa Otot dan Disfungsi Metabolisme

Kebiasaan tidur kurang dari tujuh jam dapat menurunkan sintesis protein otot, yang berdampak pada hilangnya massa otot.

Dalam model Hannah, atrofi otot di lengan dan kaki menjadi salah satu perubahan yang mencolok.

Selain itu, disfungsi metabolisme akibat kurang tidur juga meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung.

6. Risiko Penyakit Jantung

Kurang tidur jangka panjang dapat memicu pembengkakan pergelangan kaki, tanda awal penyakit jantung.

Kondisi ini tergambar pada Hannah, menyoroti bagaimana tidur yang buruk dapat memengaruhi sistem kardiovaskular.

Pentingnya Tidur yang Cukup

Ilustrasi Hannah memberikan peringatan nyata tentang konsekuensi tidur 6 jam atau kurang dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Diabetes Tipe 5 Muncul, Apa Benar Kurang Gizi Kronis Bisa Picu Penyakit Mematikan di Usia Muda?

Tidur yang cukup dan berkualitas tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga mendukung fungsi kognitif dan kesejahteraan emosional.

Dampak buruk kurang tidur dapat dihindari dengan menerapkan rutinitas tidur yang baik, menjaga pola makan sehat, dan memastikan kenyamanan tidur, seperti memilih kasur yang mendukung postur tubuh.

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending