Connect with us

Lifestyle

5 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Lemak, Jangan Diabaikan!

Meski berat badan sering dijadikan patokan, tapi itu belum tentu mencerminkan jumlah lemak dalam tubuh.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 24t141713.810
5 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Lemak, Jangan Diabaikan! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 April 2025 - Terlalu banyak lemak dalam tubuh dapat memicu berbagai masalah kesehatan fisik, termasuk gangguan pencernaan, gangguan tidur, dan risiko penyakit kronis seperti diabetes serta penyakit jantung.

Meskipun berat badan sering dijadikan patokan, tapi pengukuran tersebut belum tentu mencerminkan jumlah lemak dalam tubuh.

Lantas apa saja tanda tubuh terlalu banyak lemak? Berikut MPN Indonesia telah rangkum informasinya dari livestrong.com.

Rasio Pinggang-Pinggul Tidak Seimbang

Salah satu indikator awal yang dapat mengungkap kelebihan lemak dalam tubuh adalah rasio lingkar pinggang dan pinggul.

Jika lingkar pinggang melebihi lingkar pinggul, ini menandakan adanya penumpukan lemak di bagian perut, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Dalam hal ini, berat badan saja bukan ukuran yang valid karena tidak memperhitungkan massa otot, yang juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan tanpa peningkatan lemak tubuh.

Gangguan Pencernaan dan Gejala Kembung

Kelebihan lemak dalam makanan dapat menimbulkan efek negatif terhadap sistem pencernaan.

Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah dalam tubuh, menyebabkan fermentasi yang lebih lama di lambung. Hal ini memicu gejala seperti sendawa, kembung, dan buang gas.

Selain itu, konsumsi makanan tinggi lemak juga dapat menyebabkan tinja menjadi encer.

Jika makanan berlemak tidak diserap dengan baik, usus besar memproduksi cairan berlebih yang menyebabkan diare.

Umumnya, makanan tinggi lemak juga rendah serat, yang turut memicu ketidakseimbangan pada sistem pencernaan.

Rasa Lelah yang Berkepanjangan

Meskipun tubuh dapat membakar lemak sebagai energi, tapi konsumsi lemak berlebihan sering kali menyebabkan rasa lesu sepanjang hari.

Baca Juga:  Gejala Asam Lambung Naik? Ini yang Harus Anda Lakukan Sebelum Berobat

Dikutip MPN Indonesia dari jurnal Nutrients, individu yang mengonsumsi lebih banyak lemak menunjukkan tingkat kelelahan siang hari yang lebih tinggi.

Gejala ini muncul tanpa memandang kondisi kesehatan fisik atau gaya hidup seseorang.

Penambahan Berat Badan yang Signifikan

Setiap gram lemak mengandung sembilan kalori, lebih tinggi dibandingkan protein atau karbohidrat yang masing-masing hanya memiliki empat kalori per gram.

Ini menjadikan lemak sebagai kontributor utama dalam penambahan kalori total harian.

Penambahan berat badan yang tidak terkendali bisa menyebabkan perubahan biokimia tubuh seperti resistensi insulin, yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hati berlemak, dan tekanan darah tinggi.

Kelebihan lemak juga dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL dalam tubuh.

Gangguan Tidur

Lemak merupakan nutrisi yang paling lama dicerna tubuh. Jika dikonsumsi sebelum tidur, makanan tinggi lemak dapat memperlambat proses pencernaan alami saat malam hari, menyebabkan gangguan tidur.

Dikutip MPN Indonesia dari Journal of Clinical Sleep Medicine, diet tinggi lemak dan rendah serat berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk, termasuk sering terbangun di malam hari dan tidur yang kurang nyenyak.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending