Lifestyle
8 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kamu Punya Umur Panjang!
Sebuah studi mengungkapkan bahwa mengadopsi delapan kebiasaan sehat dapat memperpanjang usia secara signifikan.
MPN Indonesia 30 Juni 2025 - Sebuah studi terbaru yang melibatkan lebih dari 700.000 veteran Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mengadopsi delapan kebiasaan sehat sejak usia paruh baya dapat memperpanjang usia secara signifikan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pria yang menerapkan seluruh kebiasaan tersebut pada usia 40 tahun berpotensi hidup rata-rata 24 tahun lebih lama dibandingkan mereka yang tidak menjalankan kebiasaan ini.
Sementara itu, wanita dengan delapan kebiasaan sehat diperkirakan dapat hidup 21 tahun lebih lama.
Studi ini disampaikan oleh Xuan-Mai T. Nguyen, Spesialis Kesehatan di Departemen Urusan Veteran AS, dalam pertemuan NUTRITION 2023 yang berlangsung di Boston pada 22-25 Juli.
“Kami benar-benar terkejut dengan seberapa besar manfaat yang bisa didapatkan dari mengadopsi satu, dua, tiga, atau semua kebiasaan sehat tersebut,” ujar Nguyen dalam presentasinya, dikutip MPN Indonesia dari laman American Society for Nutrition.
Delapan Kebiasaan Sehat yang Dapat Perpanjang Usia
Berikut adalah delapan kebiasaan sehat yang terbukti berdampak signifikan terhadap kesehatan fisik dan umur panjang menurut hasil penelitian:
- Aktivitas fisik yang teratur: Menjaga tubuh tetap aktif secara fisik melalui olahraga dan kebugaran.
- Bebas dari kecanduan opioid: Tidak menggunakan opioid atau obat-obatan yang menyebabkan ketergantungan.
- Tidak merokok: Menghindari kebiasaan merokok untuk menjaga kesehatan fisik.
- Mengelola stres dengan baik: Memiliki kemampuan untuk mengatur dan mengurangi tingkat stres.
- Pola makan yang sehat: Memperhatikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang untuk mendukung kesehatan tubuh.
- Tidak sering binge drinking: Menghindari kebiasaan minum alkohol dalam jumlah berlebihan secara teratur.
- Tidur yang cukup dan berkualitas: Memiliki kebiasaan tidur yang baik untuk menunjang kesehatan fisik.
- Menjaga hubungan sosial yang positif: Memelihara interaksi sosial yang sehat dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Gaya Hidup Buruk Memperpendek Usia
Peneliti ini menggunakan data dari 719.147 orang dewasa usia 40–99 tahun yang tergabung dalam Million Veteran Program antara tahun 2011–2019.
Selama periode tersebut, tercatat 33.375 kematian, dan hasil analisisnya mencengangkan:
- Aktivitas fisik rendah, penggunaan opioid, dan merokok meningkatkan risiko kematian sebesar 30–45%.
- Stres, minum alkohol secara berlebihan, pola makan buruk, dan tidur yang tidak berkualitas meningkatkan risiko kematian sekitar 20%.
- Tidak memiliki hubungan sosial positif dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 5%.
Dengan kata lain, semakin banyak kebiasaan buruk yang dimiliki, semakin pendek harapan hidup seseorang.
Mengubah Gaya Hidup = Mengubah Masa Depan
Hasil studi ini juga menekankan betapa gaya hidup sangat berkaitan erat dengan penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung yang sering kali menjadi penyebab kecacatan dan kematian dini.
“Lifestyle medicine bertujuan mengatasi akar penyebab penyakit kronis, bukan hanya gejalanya,” jelas Nguyen.
Dengan kata lain, perubahan gaya hidup yang sehat bisa menjadi solusi jangka panjang yang lebih murah dan efektif dibanding mengandalkan obat-obatan atau tindakan medis mahal.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
