Connect with us

Lifestyle

Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Kamu Donor Darah

Pernahkah kamu bertanya-tanya apakah tubuh bisa cepat pulih setelah donor darah? Apakah ada risiko kesehatan?

Logompn

Published

on

Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Kamu Donor Darah
Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Kamu Donor Darah | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 1 Juli 2025 - Donor darah adalah salah satu bentuk kebaikan yang paling nyata—tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh setelah menyumbangkan darah? Apakah tubuh bisa cepat pulih? Apakah ada risiko kesehatan?

Untuk mengetahui jawaban dari semua pertanyaan itu, simak ulasan berikut ini yang dihimpun MPN Indonesia dari Stanford Blood Center.

Berapa Banyak Darah yang Kamu Sumbangkan?

Rata-rata orang dewasa memiliki sekitar 10 pint darah di tubuhnya. Saat melakukan donor darah penuh (whole blood), kamu hanya menyumbangkan satu pint, itu pun hanya jika berat dan tinggi badanmu memenuhi syarat.

Untuk jenis donor lainnya, seperti plasma, trombosit, atau double red cells, batas maksimal jumlah darah yang diambil disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Bahkan frekuensi donor juga diatur dengan ketat, yaitu:

  • Whole blood: setiap 56 hari
  • Trombosit: setiap 7 hari
  • Plasma: setiap 4 minggu
  • Double red cells: setiap 4 bulan

Semua aturan ini dibuat berdasarkan riset dan pengawasan ketat dari FDA agar tubuh tetap dalam kondisi aman setelah mendonorkan darah.

Apa yang Terjadi Setelah Donor Darah?

Efek paling umum yang dirasakan pendonor setelah donor darah adalah rasa lelah. Ini wajar karena tubuh kehilangan sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen.

Saat kadar oksigen menurun, kamu mungkin merasa lemas sementara. Namun, tubuh akan segera mulai memperbaiki diri dan mengganti sel-sel darah yang hilang.

Jika kamu menyumbangkan plasma atau trombosit, efeknya biasanya lebih ringan. Bahkan jika terjadi kecelakaan setelah donor, tubuh tetap aman karena jumlah yang diambil sudah diperhitungkan agar tidak membahayakan.

Baca Juga:  Benarkah Olahraga Boleh Membuat Kita Bebas Makan Apa Saja? Ini Penjelasannya!

Bagaimana Tubuh Memulihkan Diri?

Tubuh memiliki mekanisme khusus untuk menggantikan darah yang hilang. Masing-masing komponen darah punya cara dan waktu pemulihan yang berbeda-beda:

● Sel Darah Merah

Setelah mendonorkan sel darah merah, tubuh akan mendeteksi berkurangnya kadar oksigen dan mulai memproduksi hormon eritropoietin.

Hormon ini memberi sinyal ke sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah baru.

Proses ini terjadi cukup cepat, tapi butuh waktu sekitar 4–8 minggu untuk benar-benar menggantikan semua sel yang hilang.

Disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi (misalnya 18 mg per hari) selama 60 hari setelah donor agar pemulihan lebih optimal.

Ini juga berlaku bagi pendonor trombosit atau plasma secara rutin, karena ada kehilangan zat besi kumulatif dari beberapa kali donor.

● Trombosit

Trombosit juga diproduksi ulang oleh sumsum tulang, dibantu hormon bernama trombopoietin.

Tubuh akan membentuk sel besar bernama megakariosit, yang kemudian pecah menjadi trombosit.

Setelah donor trombosit, jumlah trombosit biasanya kembali normal dalam waktu sekitar satu minggu.

● Plasma

Plasma terdiri dari lebih dari 90% air, dan membentuk sekitar 55% volume darah. Itulah kenapa kamu dianjurkan minum banyak air setelah donor.

Otak dan ginjal akan mendeteksi kekurangan cairan dan memicu tubuh untuk menyerap air lebih banyak serta mengurangi pengeluaran lewat urin.

Selain air, tubuh juga akan segera mulai memproduksi ulang protein penting seperti faktor pembekuan dan antibodi. Biasanya, plasma pulih dalam beberapa hari setelah donor.

Kesimpulan

Tubuh manusia punya sistem luar biasa untuk mengembalikan kondisi darah ke level normal.

Bagi orang sehat, menyumbangkan satu pint darah hanyalah sebagian kecil dari apa yang tubuh bisa pulihkan dengan mudah.

Baca Juga:  Sering Susah Tidur? Ini 15 Tips yang Bisa Bantu Bikin Tidur Lebih Nyenyak

Tapi bagi mereka yang butuh transfusi—pasien anemia parah, penderita kanker, hingga korban kecelakaan—satu kantong darah itu bisa jadi penentu hidup dan mati.

Jadi, jika kamu bertanya-tanya apakah aman untuk donor darah, jawabannya: ya, sangat aman. Dan yang kamu berikan hari ini, bisa jadi alasan seseorang kembali tersenyum besok.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending