Lifestyle
Cek Sekarang! Ini Batas Aman Kadar Gula Darah Sebelum dan Sesudah Makan
Ketahui batas aman gula darah sebelum dan sesudah makan, gejala abnormal, faktor yang memengaruhi, serta langkah menjaga kadar gula tetap stabil.
MPN Indonesia 31 Oktober 2025 - Mengetahui kadar gula darah yang aman sebelum dan sesudah makan penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mencegah komplikasi.
Secara umum, kadar gula darah sebelum makan sebaiknya berada di kisaran 80–130 mg/dL, sedangkan dua jam setelah makan idealnya kurang dari 180 mg/dL.
Rentang ini dapat berbeda tergantung usia, kondisi kesehatan, dan gaya hidup masing-masing individu.
Bagi orang dewasa tanpa diabetes, kadar gula darah saat puasa dianjurkan kurang dari 100 mg/dL dan dua jam setelah makan berkisar 90-110 mg/dL.
Kadar gula darah dikatakan tinggi bila melebihi 130 mg/dL sebelum makan atau 180 mg/dL setelah makan.
Kadar puasa antara 100-125 mg/dL menunjukkan prediabetes, sementara 126 mg/dL atau lebih pada dua pemeriksaan terpisah mengindikasikan diabetes.
Batas maksimal kadar gula secara umum dapat mencapai 160-240 mg/dL, bergantung pada makanan, aktivitas fisik, usia, stres, obat, dan kondisi medis lainnya.
Kadar Gula Darah Normal Berdasarkan Usia
Untuk anak-anak di bawah 10 tahun, kadar gula darah normal saat puasa adalah 70-100 mg/dL dan kurang dari 140 mg/dL dua jam setelah makan.
Remaja 10-18 tahun memiliki kisaran yang sama. Dewasa di atas 18 tahun juga dianjurkan memiliki kadar gula puasa 70-100 mg/dL dan dua jam setelah makan <140 mg/dL, dengan HbA1c <5,7%.
Lansia di atas 65 tahun memiliki target yang sama saat puasa, sedangkan dua jam setelah makan sebaiknya <180 mg/dL, dan HbA1c <7,5% tergantung kondisi kesehatan.
Kadar Gula Darah pada Pengidap Diabetes
Bagi penderita diabetes, rentang kadar gula berbeda sesuai usia.
Anak-anak <6 tahun dianjurkan 80-200 mg/dL sepanjang hari, 6-12 tahun 80-180 mg/dL, remaja 70-150 mg/dL, dan dewasa ≥20 tahun <100-180 mg/dL sepanjang hari.
Gejala Gula Darah Tidak Normal
Hiperglikemia atau gula darah tinggi ditandai dengan sering haus, sering buang air kecil, penglihatan kabur, kelelahan, luka sulit sembuh, dan infeksi berulang.
Hipoglikemia atau gula darah rendah dapat memicu gemetar, keringat dingin, pusing, kebingungan, sulit berkonsentrasi, dan detak jantung cepat.
Faktor yang Mempengaruhi Kadar Gula Darah
Kadar gula dipengaruhi oleh jenis dan waktu makanan, aktivitas fisik, obat-obatan, usia, stres, dehidrasi, penyakit, menstruasi, dan konsumsi alkohol.
Pemeriksaan dan Diagnosis Kadar Gula Darah
Jenis pemeriksaan meliputi tes puasa setelah tidak makan minimal 8 jam, tes sewaktu yang dapat dilakukan kapan saja, tes toleransi glukosa oral (TTGO) setelah minum larutan glukosa, serta tes A1C yang mengukur rata-rata gula darah selama 2–3 bulan terakhir.
Dampak Jika Gula Darah Tidak Terkontrol
Gula darah yang tidak stabil dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, kerusakan saraf (neuropati), ginjal (nefropati), mata (retinopati), masalah kaki, infeksi, amputasi, hingga disfungsi ereksi pada pria.
Cara Menjaga Kadar Gula Darah Normal
Langkah menjaga gula darah normal meliputi pola makan sehat dengan karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, lemak sehat, dan serat, olahraga minimal 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, tidur cukup, serta memantau kadar gula darah secara berkala.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
