Connect with us

Lifestyle

Apakah Produk Sugar Free Benar-Benar Lebih Sehat daripada Gula Biasa?

Dr Tirta jelaskan sugar free bukan sepenuhnya aman, konsumsi pemanis buatan berlebihan bisa picu resistensi insulin dan risiko diabetes tipe 2.

Logompn

Published

on

Apakah produk sugar free benar benar lebih sehat daripada gula biasa
Apakah Produk Sugar Free Benar-Benar Lebih Sehat daripada Gula Biasa? Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 19 Mei 2025 - Kesadaran masyarakat tentang kesehatan fisik membuat banyak orang mempertanyakan keamanan dan manfaat produk berlabel sugar free.

Sering dianggap lebih sehat, dr Tirta dalam vlog YouTube-nya (29/3) mengajak kita mengkaji ulang anggapan tersebut.

Ia menjelaskan, walau produk sugar free tidak mengandung glukosa, banyak yang mengganti gula dengan pemanis buatan seperti stevia atau aspartam.

“Kalorinya kosong tapi ada pemanis. Contoh stevia atau aspartam. Apakah itu artinya aman? Oh, tidak 100%,” ujar dr Tirta, seperti dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada Senin (19/5).

Risiko dan Kandungan Pemanis Buatan

Produk sugar free memang menawarkan rasa manis tanpa kalori, sehingga populer untuk membantu menjaga berat badan dan mengontrol gula darah.

Namun, keamanan jangka panjang konsumsi pemanis buatan masih menjadi pertanyaan.

Menurut dr Tirta, konsumsi berlebihan pemanis buatan bisa memicu resistensi insulin, kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin dengan baik dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

“Intake pemanis buatan yang zero sugar ini itu tidak lebih berbahaya daripada gula. Jadi, dia substitusi yang pas. Tetapi kalau disebut aman 100% ya belum tentu. Kalau berlebihan akan tetap memunculkan resistensi insulin,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh klaim pemasaran yang menyesatkan.

“Jangan sampai kalian termakan marketing gimik,” tegas dr Tirta.

Tubuh Tetap Membutuhkan Gula

Dr Tirta menekankan bahwa gula tetap penting sebagai sumber energi utama, terutama bagi mereka yang aktif secara fisik.

“Kita juga masih butuh gula. Jadi butuh gulanya buat apa? Energi contohnya. Tergantung kegiatan kalian,” jelasnya.

Baca Juga:  Mindful Eating saat Berbuka: Tips Memilih Takjil yang Sehat dan Bernutrisi!

Jadi, penghapusan gula total tidak selalu tepat. Yang paling penting adalah mengatur konsumsi gula dan pemanis buatan secara seimbang sesuai kebutuhan tubuh.

Penggunaan produk sugar free bisa menjadi pilihan, tapi bukan berarti bebas dikonsumsi tanpa batas.

Masyarakat perlu memahami bahwa label sugar free tidak selalu menjamin produk lebih sehat secara mutlak.

Pendekatan sehat yang ideal adalah konsumsi gula dan pemanis buatan secara bijak dan seimbang.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending