Connect with us

Lifestyle

Cuma Ubah Cara Makan, Ini Tips agar Tidak Mudah Lapar saat Berpuasa!

Cegah rasa lapar saat puasa dengan pola makan dan strategi tepat, simak tips memilih makanan bernutrisi.

Logompn

Published

on

Cuma ubah cara makan, ini tips agar tidak mudah lapar saat berpuasa!
Temukan tips sahur dan berbuka yang tepat, pola makan sehat, serta kebiasaan yang membantu tubuh tetap kenyang lebih lama selama Ramadan. Gambar : Canva

MPN Indonesia 21 Maret 2025 - Menjalani puasa selama bulan Ramadan sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola rasa lapar. Untuk tetap kenyang lebih lama meski waktu makan terbatas, sejumlah strategi berbasis riset ilmiah dapat diterapkan. 

Strategi ini mencakup pemilihan jenis makanan, cara makan, hingga pengaturan lingkungan makan agar tubuh tetap merasa puas sepanjang hari. Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia yang dilansir dari EatThis,NotThat, berikut tips agar tidak mudah lapar saat berpuasa.

Tips Agar Tidak Mudah Lapar saat Berpuasa

1. Pentingnya Pola Makan Saat Puasa

Selama puasa Ramadan, waktu makan terbatas hanya pada sahur dan berbuka. Oleh karena itu, pilihan makanan yang tepat dan cara makan yang efektif menjadi sangat penting. Mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi dan berserat seperti oatmeal, apel, serta kacang-kacangan dapat memperpanjang rasa kenyang. 

Serat larut dalam makanan seperti beta-glukan dalam oatmeal dan pektin dalam apel bekerja dengan memperlambat proses pencernaan dan penyerapan, sehingga tubuh merasa kenyang lebih lama.

2. Strategi Mengurangi Rasa Lapar

Beberapa strategi untuk mengelola rasa lapar selama puasa melibatkan aspek psikologis dan kebiasaan makan. 

Mengurangi variasi makanan dalam satu waktu makan, misalnya, bisa membantu mencegah konsumsi berlebihan karena fenomena sensory-specific satiety, yaitu penurunan kepuasan terhadap rasa setelah konsumsi berulang.

Minum air sebelum makan juga terbukti membantu mengurangi asupan kalori. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi dua gelas air sebelum makan dapat membantu seseorang merasa lebih kenyang dan mengonsumsi lebih sedikit makanan saat berbuka. 

Baca Juga:  Batas Sahur Jam Berapa? Ini Batas Terakhir agar Puasamu Sah

Selain air, makanan berkalori rendah namun kaya air seperti timun dan selada juga efektif dalam menjaga hidrasi dan rasa kenyang.

3. Peran Mindset dan Lingkungan

Mindset atau pola pikir saat makan turut berpengaruh terhadap rasa kenyang. Menyimpan catatan makanan harian bisa membantu mengidentifikasi jenis makanan yang paling membuat kenyang. 

Selain itu, memperlambat kecepatan makan memungkinkan otak mengenali sinyal kenyang dengan lebih baik. 

Sebuah tinjauan sistematis menyimpulkan bahwa makan terlalu cepat berkorelasi dengan peningkatan risiko sindrom metabolik.

Mengubah tampilan makanan juga dapat berpengaruh. Studi menunjukkan bahwa makanan yang ditata dengan estetika dapat memberikan kesan rasa yang lebih memuaskan. 

Ukuran piring juga penting dengan menggunakan piring yang lebih kecil membantu mengontrol porsi makan dan menghindari konsumsi berlebih, terutama saat berbuka puasa yang sering diwarnai dengan makanan tinggi kalori.

4. Menghindari Pemicu Lapar Palsu

Tidur yang cukup memiliki peranan penting dalam mengatur hormon lapar. Kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin (yang menstimulasi nafsu makan) dan menurunkan hormon leptin (yang memberikan sinyal kenyang). 

Maka, menjaga tidur yang cukup selama Ramadan sangat disarankan untuk menghindari rasa lapar yang berlebihan di siang hari.

Selain itu, menghindari makanan olahan dan tinggi gula saat sahur juga bisa membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Makanan jenis ini memicu lonjakan gula darah yang cepat dan diikuti penurunan yang tajam, sehingga menimbulkan rasa lapar di tengah hari. 

Mengganti makanan cepat saji dengan sumber karbohidrat kompleks seperti biji-bijian dan sayuran bisa menjadi pilihan yang lebih baik saat sahur.

5. Penyesuaian Menu dan Kebiasaan saat Ramadan

Agar tetap kenyang lebih lama selama puasa, penting untuk merencanakan menu makan secara cermat. Pilih makanan rendah kepadatan kalori namun tinggi serat, dan hindari makanan tinggi gula tambahan serta pemanis buatan. 

Baca Juga:  Apa Saja Hal yang Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya!

Membatasi konsumsi makanan dengan kombinasi gula, garam, dan lemak yang tinggi juga bisa mengurangi keinginan makan berlebihan.

Saat berbuka, mengonsumsi makanan kaya protein seperti telur bisa membantu memperpanjang rasa kenyang hingga sahur. 

Menyertakan sup atau makanan berkuah sebelum hidangan utama juga dapat menambah volume makanan tanpa menambah kalori berlebih, memberikan efek kenyang lebih awal.

Mengatur cara makan selama bulan Ramadan dapat membantu menjaga rasa kenyang dan menghindari makan berlebihan. 

Dengan mengutamakan makanan bernutrisi, memperhatikan cara makan, serta membentuk lingkungan dan pola pikir yang mendukung, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan sehat. 

Strategi ini bukan hanya relevan saat Ramadan, tetapi juga dapat diterapkan dalam pola makan harian untuk mendukung kesehatan jangka panjang.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending