Connect with us

Lifestyle

Hati-Hati, Makan Hotdog dan Minum Soda Bisa Pangkas Usia Anda

Studi menunjukkan konsumsi makanan olahan seperti hotdog dan soda dapat mempercepat penuaan biologis pada usia 20–25 tahun.

Logompn

Published

on

Hati hati, makan hotdog dan minum soda bisa pangkas usia anda
Ilustrasi Hotdog dan Minuman Soda. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 Juli 2025 - Sebuah penelitian dari Universitas Jyväskylä dan Gerontology Research Center di Finlandia mengungkap bahwa konsumsi makanan tidak sehat seperti hotdog dan minuman soda dapat mempercepat proses penuaan biologis, terutama pada usia muda.

Studi ini melibatkan 826 individu kembar, terdiri dari 363 pasangan, yang berusia antara 20 hingga 25 tahun.

Para peneliti menilai pola makan para partisipan melalui kuesioner frekuensi makanan yang mencakup 55 jenis asupan, termasuk daging olahan dan minuman manis.

Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan cepat saji dan minuman soda secara konsisten berhubungan dengan percepatan usia biologis.

“Namun, diet tetap memiliki hubungan kecil yang independen dengan penuaan meskipun kami telah memperhitungkan faktor gaya hidup lainnya,” kata Suvi Ravi, peneliti pascadoktoral yang memimpin studi tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui situs scitechdaily.com, Senin (7/7).

Peran Diet dalam Penuaan Seluler

Penelitian ini menegaskan bahwa usia biologis tidak selalu sama dengan usia kronologis.

Percepatan penuaan diukur menggunakan model epigenetik berbasis pembelajaran mesin yang menganalisis pola metilasi DNA.

Dalam konteks ini, pola makan yang tinggi kandungan daging olahan dan minuman manis berdampak negatif terhadap kesehatan sel dan mempercepat proses penuaan.

Sebaliknya, pola makan yang lebih sehat dengan asupan tinggi sayur dan buah, serta rendah daging olahan dan makanan manis, dikaitkan dengan penuaan biologis yang lebih lambat.

“Beberapa dari hubungan yang diamati mungkin juga dijelaskan oleh faktor gaya hidup lainnya, seperti aktivitas fisik, merokok, dan berat badan, karena kebiasaan gaya hidup sehat dan tidak sehat cenderung muncul bersamaan pada individu yang sama,” jelas Suvi Ravi.

Baca Juga:  Pentingnya Nutrisi bagi Tubuh: Kunci Kesehatan dan Energi Sehari-hari

Pengaruh Genetik dan Gaya Hidup

Studi ini memanfaatkan data dari proyek FinnTwin12, yang dirancang untuk membedakan pengaruh genetik dan lingkungan masa kecil terhadap proses penuaan.

Hasilnya menunjukkan bahwa faktor genetik lebih dominan dibandingkan pengaruh lingkungan masa kecil dalam hubungan antara pola makan dan penuaan.

Meskipun begitu, pola makan sehat tetap memberikan manfaat nyata dalam memperlambat penuaan.

“Diet yang mendukung kesehatan tetap bermanfaat bagi semua orang, tanpa terkecuali,” tambah Suvi Ravi.

Studi Kolaboratif Multidisipliner

Penelitian ini merupakan bagian dari proyek “Peran Nutrisi dalam Pencegahan Penyakit Umum” yang didanai oleh Juho Vainio Foundation.

Selain Suvi Ravi, riset ini turut melibatkan Anna Kankaanpää, Leonie H. Bogl, Aino Heikkinen, Kirsi H. Pietiläinen, Jaakko Kaprio, Miina Ollikainen, dan Elina Sillanpää dari kelompok riset GenActive, yang fokus pada faktor genetik dan gaya hidup dalam memprediksi penuaan biologis.

Penelitian ini memperkuat temuan bahwa kombinasi pola makan sehat dan gaya hidup aktif sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan memperlambat proses penuaan sel secara alami.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending