Connect with us

Lifestyle

Jenis Kurma yang Aman untuk Gula Darah, Cocok Dikonsumsi saat Ramadan

Spesialis Kesehatan Gizi Klinik Yohan Samudra mengatakan kurma dengan GI terendah adalah kurma Shaqra, Sukkary, dan Sag’ai.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 18t114426.219
Jenis Kurma yang Aman untuk Gula Darah | Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 18 Maret 2025 - Kurma menjadi salah satu makanan favorit selama Ramadan. Selain rasanya yang manis, buah ini juga bermanfaat dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Meski dikenal dengan kandungan gula yang tinggi, namun beberapa jenis kurma memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih rendah, sehingga aman bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Penelitian Mengenai Indeks Glikemik Kurma

Spesialis Kesehatan Gizi Klinik Yohan Samudra mengungkap penelitian yang dilakukan oleh AlGeffari MA pada 2016.

Saat dihubungi oleh MPN Indonesia, Yohan mengatakan kurma dengan GI terendah adalah kurma Shaqra (42.8), Sukkary (43.4), dan Sag’ai (44.6).

Sebaliknya, kurma dengan GI tertinggi adalah kurma Sellaj (74.6) dan Maktoomi (71.0).

“Semakin tinggi angka GI, semakin cepat makanan meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi,” jelas Yohan.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa kurma dengan beban glikemik (GL) tertinggi adalah Sellaj, sedangkan yang paling rendah adalah Ajwa dan Shaqra.

Meski terdapat perbedaan dalam indeks glikemik antar jenis kurma, penelitian menyimpulkan bahwa konsumsi kurma dalam jumlah wajar tidak menyebabkan peningkatan kadar glukosa postprandial yang signifikan.

Oleh karena itu, kurma tetap aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, dengan batasan 3 butir per sajian.

Jenis Kurma dengan Indeks Glikemik Rendah

Sementara itu, dikutip MPN Indonesia dari Indian Express, berikut jenis kurma dengan indeks glikemik rendah:

1. Kurma Ajwa

Kurma ajwa dikenal dengan warna gelap dan ukurannya yang kecil. Kurma ini mengandung antioksidan tinggi, rendah lemak, bebas kolesterol, serta kaya protein dan serat.

Baca Juga:  Baznas Tetapkan Nominal Zakat Fitrah Ramadan 2026, Segini Besarannya

Karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, kurma ajwa menjadi salah satu pilihan yang lebih aman bagi penderita diabetes, selama dikonsumsi dalam jumlah terkontrol.

2. Kurma Kimia

Kurma kimia memiliki tekstur lembut dan sering digunakan sebagai campuran dalam milkshake atau makanan penutup.

Meski kadar gulanya lebih rendah dibandingkan jenis kurma lainnya, tetap disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah kecil.

Untuk mengurangi lonjakan gula darah, kurma kimia sebaiknya dikombinasikan dengan kacang-kacangan guna memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah.

3. Kurma Medjool

Kurma medjool dikenal dengan ukurannya yang besar dan rasa manis menyerupai karamel.

Karena kandungan gulanya lebih tinggi dibandingkan jenis kurma lain, disarankan untuk membatasi konsumsinya hanya 2-3 butir per sajian agar tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

4. Kurma Khadrawy

Kurma khadrawy memiliki tekstur lembut dan sedikit lembap. Meski terasa lebih lembek, kadar gulanya lebih rendah dibandingkan kurma medjool.

Hal ini menjadikannya pilihan yang lebih baik sebagai camilan manis yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah tinggi.

5. Kurma Deglet Noor

Bagi yang menyukai kurma dengan tekstur lebih kering dan rasa manis yang ringan, kurma deglet noor bisa menjadi pilihan.

Kurma ini sering digunakan dalam campuran energy bar karena kandungan serat, gizi, dan nutrisi yang seimbang.

Tips Konsumsi Kurma agar Aman bagi Gula Darah

Agar tetap mendapatkan manfaat dari kurma tanpa meningkatkan kadar gula darah secara drastis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Batasi porsi konsumsi – Disarankan untuk mengonsumsi 2-3 butir kurma per sajian guna menghindari lonjakan gula darah.
  • Padukan dengan makanan bergizi lain – Konsumsi kurma bersama kacang-kacangan, biji-bijian, atau yogurt dapat membantu memperlambat penyerapan gula dan menjaga kadar gula darah lebih stabil.
  • Pilih kurma alami – Hindari kurma olahan yang telah dilapisi gula atau direndam dalam sirup, karena dapat meningkatkan kandungan gula tambahan yang berisiko bagi kesehatan fisik.
Baca Juga:  Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 1446 H Digelar pada 28 Februari 2025

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending