Connect with us

Lifestyle

Sakit Sendi Saat Demam? Ini Penjelasan Ilmiah dan Solusinya

Nyeri sendi saat demam merupakan reaksi peradangan tubuh lawan infeksi, bukan rematik. dr. Tirta imbau istirahat dan hindari obat tanpa pengawasan medis.

Logompn

Published

on

Sakit sendi saat demam ini penjelasan ilmiah dan solusinya
Ilustrasi Seseorang Mengalami Nyeri Sendi saat Demam. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Mei 2025 - Sakit dan nyeri sendi kerap menjadi keluhan utama saat seseorang mengalami demam.

Fenomena ini terjadi sebagai bagian dari reaksi alami tubuh dalam menghadapi infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun parasit.

Pada saat demam, suhu tubuh meningkat sebagai upaya menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi mikroorganisme penyebab penyakit, sehingga menimbulkan peradangan yang dapat menyebabkan nyeri sendi di berbagai bagian tubuh, seperti punggung dan lutut.

Menurut penjelasan dr. Tirta Mandira Hudhi dalam sebuah sesi tanya jawab kesehatan terbaru yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Senin (28/4), nyeri sendi yang terjadi saat demam merupakan bagian dari reaksi inflamasi atau peradangan tubuh.

“Nyeri sendi yang terjadi di seluruh tubuh dikarenakan demam itu sangat wajar karena itu merupakan reaksi inflamasi alias reaksi peradangan yang terjadi dalam tubuh sebagai mekanisme pertahanan untuk melawan benda asing,” ujar dr. Tirta, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng, pada Senin (5/5) .

Penyebab Utama Nyeri Sendi Saat Demam

Peradangan yang memicu sakit dan nyeri sendi berawal dari respons sistem kekebalan tubuh saat mendeteksi adanya ancaman infeksi.

Bakteri, virus, dan cacing berkembang subur di lingkungan lembap. Untuk menghambat perkembangan mikroorganisme ini, tubuh meningkatkan suhu dan menciptakan kondisi yang tidak nyaman bagi patogen tersebut.

Proses ini memicu pelepasan berbagai zat kimia dalam tubuh yang menyebabkan peradangan serta memicu rasa sakit dan nyeri pada sendi.

Dr. Tirta menambahkan bahwa kondisi ini sering disalahartikan oleh masyarakat awam.

Baca Juga:  Kasus Diabetes pada Anak Melonjak Tinggi, Kenali 7 Tanda Tubuh 'Overdosis' Gula, Apakah Anda Termasuk?

“Itu bukan rematik ya. Beda. Rematik itu penyakit autoimun. Jadi jangan dikait-kaitkan,” tegasnya.

Reaksi inflamasi yang menyebabkan nyeri sendi saat demam bersifat temporer dan berfungsi sebagai mekanisme pertahanan alami tubuh.

Dampak Fisik dan Penanganan yang Tepat

Sakit dan nyeri sendi yang muncul selama demam dapat mengganggu kesehatan fisik secara keseluruhan.

Rasa pegal yang menyebar sering kali membuat penderitanya sulit untuk bergerak atau beraktivitas.

Namun, kondisi ini umumnya akan mereda seiring dengan pemulihan tubuh dari infeksi.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat nyeri sendi, dr. Tirta menyarankan beberapa langkah sederhana.

“Solusinya apa, Dok? Minum air yang cukup terus minum obat-obatan peradangan kalau perlu dan istirahat total. Yang menyembuhkan kamu tuh istirahat total,” jelasnya.

Istirahat memungkinkan tubuh memfokuskan energinya untuk melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

Pentingnya Memahami Reaksi Tubuh

Pemahaman yang baik tentang penyebab dan mekanisme nyeri sendi saat demam penting untuk mencegah kekeliruan dalam penanganannya.

Banyak orang yang mengira nyeri ini adalah gejala rematik atau kondisi kronis lainnya.

Padahal, nyeri sendi yang berkaitan dengan demam umumnya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya setelah infeksi teratasi.

Selain itu, penggunaan obat penghilang rasa sakit tanpa pengawasan medis sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan efek samping pada lambung dan organ lainnya.

Dr. Tirta juga mengingatkan bahwa konsumsi jamu pegel linu atau obat nyeri tanpa pengawasan dapat berisiko memperburuk kondisi kesehatan fisik jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan medis yang sebenarnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending