Lifestyle
Sering Dianggap Sepele, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung!
Simak enam kebiasaan yang bisa berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit jantung!
MPN Indonesia 2 Agustus 2025 - Andile Xana, seorang ahli jantung di Mediclinic Heart Hospital, Pretoria, Afrika Selatan menjelaskan beberapa kebiasaan yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung (CVD).
Kebiasaan-kebiasaan ini sering kali dianggap sepele namun ternyata berdampak besar terhadap kesehatan fisik, khususnya organ jantung.
Berikut adalah enam kebiasaan yang disebutkan oleh Andile Xana dan bagaimana masing-masing kebiasan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit jantung:
1. Vaping
Banyak orang berpikir bahwa vaping alias merokok dengan rokok elektrik itu lebih aman dari rokok konvensional. Padahal, menurut Xana, anggapan itu keliru.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaping juga punya dampak buruk pada kesehatan jantung, termasuk menurunkan kadar nitric oxide, zat penting yang membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah.
Akibatnya, risiko penyakit jantung tetap tinggi, sama seperti perokok biasa.
2. Melewatkan Sarapan
Melewatkan salah satu waktu makan bisa berdampak negatif, tapi yang paling sering disorot adalah sarapan. Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang melewatkan sarapan punya risiko kematian akibat penyakit jantung yang lebih tinggi.
“Melewatkan salah satu dari tiga kali makan dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung Anda, tetapi penelitian menunjukkan bahwa melewatkan sarapan secara khusus dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (CVD),” kata Xana dikutip MPN Indonesia dari laman Mediclinic, Sabtu (2/8).
Lebih lanjut, ia menjelaskan memang sulit menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara langsung, tapi pola ini tetap menunjukkan adanya peningkatan risiko. Jadi, kalau kamu tipe yang sering ‘ngopi aja’ di pagi hari tanpa makan apa pun, sebaiknya mulai ubah kebiasaan itu.
3. Mendengkur Parah Setiap Malam
Ngorok bisa jadi tanda gangguan tidur serius bernama obstructive sleep apnea (OSA). Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, hingga diabetes.
Menurut Xana, OSA seringkali tidak terdiagnosis padahal cukup umum, terutama di kalangan penderita penyakit jantung. Namun, kondisi ini masih bisa diatasi dengan pengobatan dari dokter THT.
4. Duduk Terlalu Lama
Rajin olahraga memang bagus, tapi kalau kamu duduk terus seharian, misalnya di kantor atau nonton maraton drama Korea, risiko penyakit jantung tetap meningkat.
Menurut Xana, duduk lebih dari 10 jam sehari bisa berdampak negatif pada kesehatan jantung. Ia menyarakan untuk bergerak setiap 30 menit untuk bangun, jalan sebentar, atau ganti posisi dari duduk ke berdiri saat kerja.
5. Stres Kronis
Harvard Medical School dalam Harvard Health Publishing mencatat bahwa stres kronis bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, dan peradangan yang semuanya berkontribusi pada penyakit jantung.
Stres memang tidak bisa dihindari, tapi bisa dikelola. Menurut Xana, banyak stres yang muncul karena kita kurang mengatur waktu dan tanggung jawab dengan baik.
Cobalah ubah cara kamu menghadapi tekanan sehari-hari, entah lewat olahraga, meditasi, menulis jurnal, sekadar mengobrol dengan orang terdekat, atau belajar manajemen waktu.
6. Kebiasaan Hidup Tidak Sehat Sejak Dini
Saat ini, makin banyak anak yang mengalami obesitas dan tekanan darah tinggi. Di Afrika Selatan, hampir 1 dari 4 anak usia 2–14 tahun kelebihan berat badan, dan 1 dari 10 punya tekanan darah tinggi.
Menurut Xana dalam laman yang sama, dulu hipertensi dan kolesterol hanya dianggap masalah orang dewasa, tapi sekarang banyak anak juga mengalaminya.
Gaya hidup seperti kebanyakan makan makanan olahan, kurang aktivitas fisik, dan screen time berlebih bisa jadi salah satu penyebabnya.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
