Connect with us

Internasional

40 Hari Ditutup, Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka

Setelah penutupan selama 40 hari, Masjid Al-Aqsa di Yerusalem kembali dibuka dengan pengamanan ketat, dihadiri ribuan jamaah Muslim Palestina.

Logompn

Published

on

40 Hari Ditutup, Masjid Al Aqsa Kembali Dibuka
40 Hari Ditutup, Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka. Gambar: Reuters/Sinan Abu Mayzer

MPN Indonesia 10 April 2026 - Setelah ditutup selama 40 hari, Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur akhirnya kembali dibuka pada Kamis pagi (9/4) oleh otoritas Israel.

Pembukaan ini dilakukan menyusul pembaruan pedoman dari Komando Front Dalam Negeri, dengan akses kembali diberikan kepada jamaah Muslim di tengah situasi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Selain Masjid Al-Aqsa, Gereja Makam Suci juga turut dibuka kembali untuk pengunjung.

Otoritas Israel melalui kepolisian menyatakan bahwa pembukaan kembali situs-situs suci tersebut dilakukan dengan pengamanan ketat.

Ratusan personel polisi dan penjaga perbatasan dikerahkan di kawasan Kota Tua Yerusalem serta jalur menuju lokasi.

Kepolisian menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya menjamin keamanan bagi para jamaah dan pengunjung yang kembali mengakses tempat ibadah tersebut.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem Timur mengonfirmasi bahwa Masjid Al-Aqsa mulai dibuka sejak waktu salat subuh, dengan akses diberikan kepada seluruh jamaah tanpa rincian mekanisme lebih lanjut.

Sekitar 3.000 jamaah dilaporkan menghadiri salat subuh pada hari pertama pembukaan kembali, setelah sebelumnya akses sempat dilarang sepenuhnya atau dibatasi secara ketat.

Latar Belakang Penutupan

Dikutip MPN Indonesia melalui Anadolu Agency pada Jumat (10/4), kepolisian Israel, dalam pernyataannya, menyebut tengah mempersiapkan pembukaan kembali situs-situs suci bagi jamaah dan pengunjung mulai Kamis pagi (9/4), mengikuti pembaruan pedoman keamanan.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa ratusan aparat akan ditempatkan di area strategis untuk mengamankan situasi selama pembukaan berlangsung.

Penutupan Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci sebelumnya diberlakukan sejak 28 Februari 2026.

Otoritas Israel menyatakan kebijakan tersebut diambil untuk mencegah kerumunan di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Baca Juga:  Perwakilan China di PBB Minta Gencatan Senjata Permanen Diterapkan di Gaza

Selama periode tersebut, akses ke situs-situs keagamaan dibatasi secara signifikan, bahkan hanya diperbolehkan bagi sejumlah kecil penganut dari berbagai agama.

Pembatasan ini berdampak pada pelaksanaan sejumlah perayaan keagamaan penting, termasuk Ramadan, Paskah Yahudi (Passover), dan masa Prapaskah (Lent) bagi umat Kristen.

Selain itu, otoritas Israel juga melarang pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa tahun ini, yang disebut sebagai pembatasan pertama sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967.

Terdapat rekaman video yang telah diverifikasi oleh Al Jazeera menunjukkan para jamaah Palestina mulai memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sejak dini hari setelah pembukaan kembali.

Terlihat pula para relawan dan pengelola masjid melakukan persiapan di halaman dan area salat untuk menyambut kedatangan jamaah serta pelaksanaan ibadah.

Departemen Wakaf Islam, sebagai otoritas keagamaan yang mengelola masjid dan berafiliasi dengan Yordania, menyatakan bahwa pintu Masjid Al-Aqsa dibuka kembali untuk semua jamaah sejak fajar.

Namun, tidak ada rincian tambahan mengenai pengaturan teknis akses yang disampaikan.

Ketegangan Masih Berlangsung

Di sisi lain, situasi keamanan di wilayah Palestina masih menunjukkan ketegangan.

Laporan dari otoritas kesehatan Palestina menyebut seorang pria berusia 28 tahun, Alaa Khaled Mohammed Sbeih, tewas setelah ditembak oleh pasukan Israel di dekat desa Tayasir, Tepi Barat, pada Rabu malam.

Sementara itu, operasi militer juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk penahanan beberapa warga di Nablus dan penggerebekan rumah di wilayah Jenin, serta ketegangan yang juga berkaitan dengan konflik di Gaza.

Data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat lebih dari 1.100 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat sejak 2023, dengan sedikitnya 10.000 orang mengalami pengungsian paksa akibat konflik yang berlangsung.

Baca Juga:  Israel Perluas Serangan di Gaza, Netanyahu Tegaskan Hamas Akan Dilenyapkan

Pembukaan kembali Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci ini terjadi di tengah sorotan internasional terhadap akses ibadah di wilayah yang menjadi pusat ketegangan berkepanjangan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending