Connect with us

Berita

Dentuman Gunung Anak Krakatau Diduga Terdengar sampai Bandung, Ini Kata Badan Geologi

Badan Geologi jelaskan dentuman diduga dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat terdengar hingga Bandung akibat pelepasan energi akustik yang besar.

Logompn

Published

on

Dentuman Gunung Anak Krakatau Diduga Terdengar sampai Bandung, Ini Kata Badan Geologi
Dentuman Gunung Anak Krakatau terdengan hingga Bandung. Gambar: Threads/@badan.geologi

MPN Indonesia 5 September 2026 - Dentuman yang diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung, pada 4-5 September 2026.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan dugaan tersebut masih dalam tahap pencocokan data.

Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan suara dentuman dapat merambat hingga ratusan kilometer akibat pelepasan energi akustik saat terjadi erupsi gunung berapi dengan tipe tertentu.

“Jadi, kalau dari pengamatan yang kami lakukan, tidak hanya untuk Anak Krakatau, tetapi juga beberapa gunung api lainnya di Indonesia, ketika terjadi erupsi besar atau erupsi dengan tipe tertentu. Kalau tipenya freatik, biasanya memang disertai dentuman yang nyaring,” kata Rita dalam konferensi pers, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Badan Geologi, Sabtu (5/9).

Fenomena tersebut menjadi perhatian setelah suara dentuman dilaporkan terdengar hingga Bandung.

Badan Geologi menduga sumber suara berkaitan dengan aktivitas gunung anak krakatau, meski penyebab pastinya masih dalam proses verifikasi berdasarkan data pemantauan.

Gunung Anak Krakatau Diduga jadi Sumber Dentuman

Rita menjelaskan pelepasan energi akustik saat terjadi erupsi gunung berapi dapat menghasilkan gelombang suara yang menjalar hingga ratusan kilometer.

“Nah, ketika ini terjadi, pelepasan energi akustiknya bisa sangat besar. Energi akustik inilah yang dapat merambat hingga ratusan kilometer,” ujarnya.

Menurut Rita, fenomena tersebut bukan hal baru. PVMBG telah mengamati kejadian serupa pada beberapa gunung api di Indonesia.

Sebagai contoh, Rita mengungkapkan erupsi eksplosif Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 juga menghasilkan suara dentuman yang terdengar jauh dari lokasi erupsi.

Baca Juga:  Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Berstatus Awas, PVMBG Ingatkan Warga Tetap Waspada

“Ini kami contohkan dengan erupsi eksplosif Gunung Kelud pada 13 Februari 2014. Suara dentumannya terdengar di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang jauh dari sumber erupsi. Saat itu kolom erupsi Gunung Kelud mencapai 17 kilometer sehingga melepaskan energi akustik yang sangat besar,” paparnya.

Meski demikian, PVMBG belum memastikan dentuman yang terdengar di Bandung sepenuhnya berasal dari aktivitas gunung anak krakatau.

“Untuk penyebabnya, seperti yang kami sampaikan, kami memang menduga suara tersebut berhubungan dengan erupsi Anak Krakatau yang terjadi tadi malam. Dugaan kuatnya memang berkaitan dengan aktivitas gunung api Anak Krakatau,” ujarnya.

Faktor yang Memengaruhi Perambatan Suara

Selain besarnya energi akustik, Rita mengatakan kondisi atmosfer juga berpengaruh terhadap perambatan suara hasil erupsi gunung berapi.

Ia menyebut beberapa faktor atmosfer yang dapat memengaruhi penyebaran suara meliputi:

  • Perbedaan temperatur udara.
  • Arah angin.
  • Kecepatan angin.

Menurut Rita, penjelasan lebih rinci mengenai pengaruh cuaca berada dalam ranah institusi yang menangani bidang meteorologi.

“Jadi memang memungkinkan suara merambat hingga ratusan kilometer berdasarkan informasi, literatur yang kami miliki, serta sejarah erupsi beberapa gunung api di Indonesia. Termasuk Gunung Kelud, suaranya saat itu terdengar hingga Yogyakarta dan beberapa wilayah di Jawa Tengah,” jelasnya.

“Di literatur disebutkan bahwa perbedaan temperatur, arah angin, dan kecepatan angin memang dapat menyebabkan hal tersebut. Namun, untuk aspek cuaca bisa dijelaskan lebih lanjut oleh institusi terkait,” katanya.

Badan Geologi Jelaskan Dua Penyebab Dentuman

Selain melalui konferensi pers, Badan Geologi juga memberikan penjelasan melalui akun Threads resminya @badan.geologi mengenai kemungkinan penyebab suara dentuman tersebut.

“Kenapa dentuman dari Krakatau bisa terdengar di Bandung? Bisa disebabkan oleh pertama, ekspansi cepat pelepasan gas. Kedua, gesekan dan turbulensi aliran lava dengan kecepatan tinggi pada konduit (lubang kepundan),” tulis Badan Geologi.

Baca Juga:  BRIN Kirim Drone ke Sumatra, Bisa Deteksi Jenazah di Bawa Tanah

Hingga Sabtu (5/9), PVMBG masih melakukan pencocokan data untuk memastikan penyebab getaran dan dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat.

(AKM/NID/RAD)

Trending